Edisi 20-03-2017
Bawa The Foxes Jauhi Zona Degradasi dan Ukir Rekor


Pelatih anyar Craig Shakespeare terus memberikan dampak luar biasa terhadap penampilan Leicester City.

Tangan dinginnya terbukti menghadirkan hasil-hasil positif, seperti saat me - mimpin The Foxes menaklukkan West Ham United 3-2, Sabtu (18/3) malam. Kemenangan Leicester di Lon - don Stadium merupakan yang ke - empat beruntun di semua kom pe - tisi di bawah komando Shakes peare se jak menggantikan Claudio Ra - nieri, 23 Februari lalu. Itu se kaligus menjadi tiga poin pertama yang di - raih Wes Morgan dkk pada laga tan - dang pada Liga Primer mu sim ini. Konsekuensinya, Leicester perlahan menjauhi zona degradasi.

Kini The Foxes berada di peringkat 15 kla semen sementara dengan 30 poin. Berbanding lurus dengan tim - nya, prestasi individu pun berhasil ditorehkan Shakespeare. Dia men - jadi pelatih pertama dalam sejarah Liga Primer yang sukses membawa timnya selalu mencetak tiga gol pa - da tiga pertandingan per tama nya. Kendati sedang meroket, Shake - speare enggan jemawa. Dia justru lebih senang mengomentari per for - ma tim yang dinilainya me nun juk - kan karakter kuat untuk me me - nang kan pertandingan.

Pada laga terakhir kontra West Ham, The Foxes juga mampu mencetak tiga gol yang disarangkan Robert Huth pada menit kelima, Riyad Mahrez (7) dan Jamie Vardy (38). Tuan rumah hanya memperkecil kedudukan lewat Manuel Lanzini (20) dan Andrew Ayew (63). “Kami menunjukkan semua persyaratan yang diperlukan untuk memenangkan pertandingan. Kami memulai pertandingan dengan baik dan mencetak dua gol cepat. Kami sangat bangga atas pencapaian kami selama ini,” kata Shakespeare, dilansir BBC Sport. Di kubu lawan, West Ham belum keluar dari mimpi buruk.

The Hammers tidak mampu meraih kemenangan di lima pertandingan terakhir Liga Primer. Akibatnya, mereka pun melorot ke posisi 11 klasemen sementara dengan 33 poin. Pelatih Slaven Bilic tidak mampu menyembunyikan rasa kecewanya. Dia menilai West Ham tidak bermain bagus. Juru taktik asal Kroasia tersebut juga menganggap performa gemilang penjaga gawang Kasper Schmeichel menjadi faktor lain kegagalan timnya mencetak gol.

“Kekalahan ini membuat kami sangat frustrasi. Kami tidak memulai pertandingan dengan baik dan cara kami kebobolan juga buruk. Pada Liga Primer ketika Anda tertinggal 1-3 akan terasa sulit untuk bangkit,” tandasnya.

ALIMANSYAH
Jakarta