Edisi 20-02-2017
Talenta Muda Unjuk Kualitas


BANDUNG – Laga pamungkas babak penyisihan Grup B Piala Presiden antara Persib Bandung vs Persela Lamongan menjadi panggung pemain muda kedua tim.

Diturunkan sejak menit pertama, talenta yang masih berusia di bawah 22 tahun sukses mencuri perhatian insan sepak bola. Di kubu Maung Bandung, seperti biasa Pelatih Djadjang ‘Djanur’ Nurdjaman menurunkan dua pemain muda potensialnya, Gian Zola Nashrulloh dan Febri Hariyadi. Sementara di Laskar Joko Tingkir, Arsitek Herry ‘Herkis’ Kiswanto kembali menurunkan dua talenta mudanya, Saddil Ramdani dan Ahmad Nur Hardianto.

Keempat pemain belia ini pun memiliki sejumlah kesamaan. Di Persib, Febri dipercaya membangun serangan dari sayap kiri. Adapun Zola mengisi posisi gelandang serang sehingga memungkinkan dia membombardir pertahanan lawan. Hal serupa dibebankan kepada kedua talenta muda Persela. Saddil dipercaya menggerakkan serangan dari sayap kanan, sedangkan Hardianto mendapat kepercayaan sebagai juru gedor. Ramai digadang-gadang menjadi pemain top masa depan Indonesia, keempatnya sukses menunjukkan penampilan gemilang pada laga tersebut.

Djanur bahkan tidak sungkan-sungkan memuji kemampuan Saddil pada laga yang berakhir 2-0 untuk kemenangan Persib itu. “Saddil luar biasa. Kami punya Febri, Persela punya Saddil. Menurut saya, dia masa depan,” kata Djanur, mengomentari manuver Saddil di sayap kanan. Pujian juga kembali disampaikan Djanur kepada pemain belianya, Zola. Seiring berjalannya waktu, pemain jebolan Diklat Persib itu sudah mulai menunjukkan kemajuan yang cukup menggembirakan. “Zola menunjukkan progres yang jauh lebih baik,” ujarnya.

Namun, sayang, dalam laga tersebut hanya Febri yang mendapat kesempatan bermain penuh selama 90 menit. Adapun ketiga pemain muda lainnya terpaksa ditarik ke luar lapangan sebelum pertandingan usai. Pelatih Persela Herkis mengatakan dirinya terpaksa menarik keluar Hardianto di pertengahan laga. Cedera yang dialami sang pemain memaksa dia segera menyelamatkan karier pemain masa depannya itu. “Saya menarik (mengganti) Hardianto karena hamstringnya bermasalah. Saya tarik karena tidak mau hanya berhenti di sini. Mudah-mudahan cederanya tidak serius. Dia pemain muda yang punya harapan,” ujarnya.

Performa ciamik yang ditunjukkan keempatnya sesuai dengan penilaian pelatih tim nasional Indonesia U-22 Luis Milla. Arsitek asal Spanyol itu memasukkan nama empat talenta belia tersebut dalam daftar 25 pemain seleksi tahap pertama yang dipersiapkan menghadapi SEA Games mendatang.

inin nastain