Edisi 20-03-2017
Kalahkan Jacobs, Golovkin Masih Terhebat


NEW YORK– Gelar raja tinju kelas menengah masih milik Gennady Golovkin. Daniel Jacobs yang mencoba merebut gelar tersebut dari tangan Golovkin, menyerah pada ronde ke-12.

Golovkin menang angka mutlak atas Jacobs di Madison Square Garden, New York, Amerika Serikat, kemarin. Meski mampu bertahan alias tidak knock out(KO) sampai ronde 12, Jacobs sempat mencium kanvas pada ronde ketiga. Dua pukulan telak yang mendarat di wajah Jacobs, membuatnya jatuh di dekat tali ring. Jacobs mampu bangkit dan melanjutkan pertandingan, tapi dia hanya menjadi bulan-bulanan Golovkin.

”Tentu saya merasa memiliki kekuatan dan itu sangat penting bagi saya. Saya bisa merasakan kekuatan dalam pukulan saya. Tapi, bukan berarti pukulan dan kekuatan saya datang dengan sendirinya. Saya mendapatkan itu melalui latihan rutin yang berat,” tutur petinju berjuluk Tiple Gini, dilansir ESPN. Triple Gmenambahkan, sudah tak sabar menghadapi Saul ’Canelo’ Alvarez. Dia menilai, saat ini lawan yang sepadan untuknya adalah Canelo. ”Dia (Canelo), memiliki kekuatan pukulan dan keberanian yang luar biasa. Saya kira akan menyenangkan bisa berhadapan dengannya,” tuturnya.

Bagi Daniel Jacobs, kekalahan atas Golovkin merupakan hasil yang memuaskan. Dia merasa bangga karena mampu memberikan perlawanan hingga ronde ke-12. Memang, selama ini belum ada petinju yang mampu bertahan hingga ronde 12 menghadapi Golovkin. ”Anda menyaksikan duel dua petinju hebat. Kami saling memukul dan berusaha menjatuhkan,” ujar Jacobs. ”Anda lihat, ini duel terbaik di kelas menengah yang pernah ada. Saya memiliki skill, begitu juga dengan Golovkin. Kami berdua berusaha saling menghancurkan. Hanya saya yang mampu menahan Golovkin hingga ronde 12,” tutur Jacobs.

Namun, Abel Sanchez, pelatih Golovkin, tidak sependapat dengan komentar Jacobs. Menurut Sanchez, Jacobs hanya beruntung mampu bertahan hingga ronde 12. Terbukti, selain sempat jatuh mencium kanvas ronde ketiga, Jacobs dinilai menjadi samsak hidup Golovkin.

”Dalam 40 tahun, saya tidak pernah memiliki seorang petinju yang hebat sekeras Gennady. Pukulan kerasnya saat latihan, lebih keras dia berikan kepada lawan saat di atas ring. Saya bangga dan senang punya petinju yang selalu berjuang hingga akhir pertandingan,” ujarnya.

Sazili mustofa