Edisi 11-01-2017
Ada Ilmu Fisika di Balik Aksi Mantan Anak Didik Jacksen Tiago


Untuk pertama kalinya, penghargaan FIFA Puskas Award diraih seorang pemain Asia, khususnya Asia Tenggara.

Penghargaan untuk gol terbaik itu dibawa pulang pemain Malaysia Mohd Faiz Subri. Titel FIFA Puskas Award 2016 diraih berkat gol spektakuler yang dia ciptakan pada laga Liga Malaysia antara Penang FA versus Pahang FA, 16 Februari 2016. Pesepak bola berusia 29 tahun itu menjebol gawang Pahang lewat sebuah tendangan bebas fantastis. Bola tembakan Faiz awalnya terlihat akan mengarah ke tiang dekat. Namun, tiba-tiba berbelok arah sangat tajam di udara dan akhirnya menyasar tiang jauh.

Kiper lawan yang bingung tidak bisa berbuat banyak untuk menyelamatkan gawangnya. Faiz berhak membawa pulang penghargaan setelah mendapatkan suara terbanyak dalam voting onlinedi situs resmi FIFA. Dia mendapatkan 59,46% suara alias jauh di atas dua pesaingnya, yaitu Marlone (22,86%) dan Daniuska Rodriguez (10,01%). Gol sensasional Faiz ternyata memantik banyak analisis, bagaimana mungkin gol tersebut bisa tercipta. Dilansir dari situs resmi FIFA, berbagai analisis bermunculan. Salah satunya datang dari Kerstin Wieczorek.

Dia merupakan project managersebuah perusahaan rekayasa yang berbasis di Jerman. Wieczorek menganalisis menggunakan ilmu fisika. ”Di lihat dari pergerakan bola yang akan mengarah ke kanan, lalu bola seperti berputar searah jarum jam dari titik pandang pemain, itu terjadi karena menendang dengan bagian luar kaki pada sisi kiri bola,” tutur Wieczorek, dilansir situs resmi FIFA.

”Putaran yang dibuatnya bukan sekadar membuat bola bergerak ke sisi samping. Bola seperti dijatuhkan pada satu tujuan yang sudah dibidik sebelumnya,” ujarnya. Gol spektakuler serta momen hebat yang berujung penghargaan dari FIFA membuat Faiz terlihat grogi saat acara penyerahan award dilakukan di Zurich dini hari kemarin. Dia kemudian membuka ponselnya dan terlihat mencari sesuatu yang sepertinya sudah dia siapkan sebelumnya jika terpilih sebagai yang terbaik. Butuh waktu cukup lama sebelum Faiz akhirnya memecah keheningan.

”Jujur, tidak pernah terlintas di pikiran saya bahwa saya akan berada di level ini dan bisa berdiri bersama pemain-pemain kelas dunia. Saya ingin berterima kasih kepada tim saya, pelatih saya, keluarga saya, ayah dan ibu saya, serta semua orang yang memilih saya. Terima kasih banyak,” kata anak asuh Jacksen Tiago itu musim lalu.

Decky Irawan Jasri
Jakarta