Edisi 20-03-2017
Dari Seni Bela Diri Menuju Sport Tourism


Asian Games 2018 Jakarta- Palembang akan menjadi momen bersejarah bagi olahraga pencak silat Tanah Air. Untuk pertama kalinya, olahraga asli Indonesia itu akan dipertandingkan secara resmi dalam ajang multievent tingkat Asia tersebut.

Pencak silat selama ini hanya menjadi cabang ekshibisi dalam perhelatan olahraga tingkat dunia baik Olimpiade maupun Asian Games. ”Meski sudah diakui dunia, pencak silat secara resmi baru akan dipertandingkan untuk pertama kalinya pada Asian Games 2018. Kami juga akan mengusahakan bisa masuk Olimpiade tidak hanya sebagai ekshibisi, tapi menjadi sport olympic agar pencak silat mendunia,” kata Menteri Pemuda Olahraga (Menpora) Imam Nahrowi di Pendopo Kantor Bupati Madiun, Sabtu (19/3) malam.

Menpora mengatakan, pemerintah dan stakeholderterkait harus bergerak cepat mempromosikan pencak silat sebagai olahraga bela diri khas Indonesia. Dia mengaku khawatir karena seni pertarungan dan pertahanan diri ini mulai diklaim negara tetangga. Bahkan, mereka secara terang- terangan mengajak untuk menggagas kelahiran pencak silat sebagai olahraga komunitas Melayu. ”Padahal pencak silat lahir dan merupakan produk bela diri asli Indonesia. Jika dipertandingkan di Asian Games Jakarta akan menjadi momentum pengakuan dunia terhadap seni olahraga yang diwariskan nenek moyang kita,” ujarnya.

Dalam silaturahmi yang dihadiri Bupati Madiun dan perwakilan 11 perguruan silat di Madiun itu, Menpora meminta agar pencak silat tidak semata hanya menjadi olahraga atau bela diri semata, tapi dikembangkan agar memiliki nilai jual di mata dunia. Pencak silat harus diarahkan menjadi sebuah industri atau menjadi sport tourismagar menarik minat wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia. Menpora mengaku penerimaan pencak silat sebagai olahraga khas terlihat dari penyambutan dalam kunjungannya ke sejumlah negara.

Selain menampilkan bela diri tersebut, mayoritas negara yang dikunjunginya mendorong agar pencak silat dikembangkan menjadi olahraga prestasi maupun industri olahraga. ”Ini menjadi potensi besar yang harus ditangkap karena orang asing sangat tertarik dengan pencak silat. Saya sudah lapor ke presiden dan berbicara dengan IPSI terkait hal ini karena bisa menjadi salah satu daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Tanah Air,” paparnya. Imam menyatakan, Indonesia harus meniru pola yang diterapkan China dan Korea dalam memperkenalkan olahraga.

Dia mencontohkan taekwondo yang sudah mendunia dan digemari hampir semua kalangan, termasuk di Indonesia. Dalam memasyarakatkan olahraga tersebut di Tanah Air, Negeri Ginseng memberikan bantuan pembangunan GOR Popki di Cibubur melalui perusahaan otomotif Hyundai. ”Bantuan gedung itu disertai catatan hanya boleh digunakan untuk pertandingan dan pengembangan taekwondo. Jadi, mereka memasyarakatkan olahraga melalui perdagangan. Demikian juga China, di mana kungfu dan wushu sudah mendunia,” ujarnya.

Menurut dia, hal serupa bisa diterapkan dalam pencak silat. Seni bela diri yang diciptakan nenek moyang itu memiliki potensi besar untuk mendunia dan menjadi industri. Sumber daya manusia yang jumlahnya sangat besar menjadi modal sekaligus aset dalam upaya mengenalkan pencak silat kepada dunia internasional.

Abriandi
Surabaya