Edisi 24-04-2017
E-Commerce Kesehatan dan Kecantikan


TANAH air terus diramaikan oleh beragam e-Commerce dan untuk tampil berbeda dengan menyediakan diferensiasi dalam layanan.

Pada Rabu (5/4) di Jakarta, Gogobli resmi mengenalkan layanannya yang dimulai sejak Mei 2016 silam. Pendiri Gogobli, Halim K, mengklaim e-Commerce buatannya adalah satu-satunya yang khusus menyediakan produk kecantikan dan kesehatan, termasuk obat-obatan herbal. “Saya yakin konsumen Indonesia masih suka ragu ketika berbelanja online, apalagi untuk produk kecantikan dan kesehatan. Jadi ketika Gogobli hadir pada 2016 masih dalam tahap beta testing. Kita harus meyakinkan konsumen bahwa layanan kami jelas dan bisa dipercaya,” bebernya.

Model bisnis Gogobli adalah menyediakan jalur businessto- business (B2B) dan business to consumer (B2C). Karena itu, Halim juga bekerja sama dengan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Sebagai catatan, BPOM menyatakan bahwa ada 214 situs kesehatan palsu dan 1.501 penjual produk kesehatan palsu yang berjualan di marketplace online yang telah dilaporkan ke Kominfo untuk ditindak lanjuti. “Semua produk yang kami jual asli dari principal dan distributor utama sehingga kualitasnya terjamin. Bisnis Gogobli pun tidak kemudian membunuh bisnis konvensional yang ada. Kami justru menggandeng mereka sehingga jalur distribusinya semakin kuat dan luas lagi,” kata Halim.

Chief Operating Officer Gogobli Joe Hansen menyebut bahwa Gogobli sejak Mei 2016 sudah menggandeng 200 principal dan distributor resmi nasional maupun internasional serta 11.500 toko yang ditargetkan pada 2019 akan menjadi 100.000 toko. Dalam peluncurannya, Gogobli juga mengumumkan pendanaan hingga jutaan USD pra-seri A dari perusahaan ekuitas asal Malaysia, OSK Venture International Berhard. Halim mengaku dengan strategi segmented, platform Gogobli diharapkan dapat menarik perhatian konsumen maupun seller.

Cahyandaru kuncorojati