Edisi 21-04-2017
Perguruan Karate Amura Dapatkan Ilmu Baru


JAKARTA– Kehadiran instruktur besar karate asal Jepang Tatsuya Naka di Amura Karate-do Indonesia Master Camp 2017 memberikan arti besar untuk karate di Indonesia.

Ada banyak ilmu baru yang didapatkan dari pelatihan yang diselenggarakan di GOR Taman Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur, kemarin. Ketua Umum Perguruan Amura Ucok Marisi Zainudin Sihotang mengatakan kegiatan ini memberikan motivasi dan inovasi baru bagi karateka Indonesia, khususnya karateka Amura. Karena, lanjut Ucok, Naka memberikan beberapa dasar-dasar cara bermain karate dengan benar. “Kita mendapatkan materi yang mencakup teknik dan strategi bela diri dengan baik. Selama ini kita tidak melakukan apa yang telah dipraktikkan Naka. Jadi, kita mendapatkan banyak pelajaran, tapi kita akan menyerapkan kepada junior kita,” kata Ucok.

Kegiatan ini juga merupakan upaya mempersiapkan karateka Amura tampil di pentas dunia, baik lewat Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (FORKI) maupun dalam Japan Karate Association (JKA). Karena itu, para peserta yang kali ini adalah para master karate di berbagai perguruan di Indonesia diharapkan bisa menyerapkan ilmu itu ke juniornya. Amura Master Camp kali ini juga mengundang beberapa perguruan karate di Indonesia untuk ikut berpartisipasi dan bersilaturahmi, di antaranya Inkai, Wadokai, Lemkari, Gokashi, Kandaga Prana, Inkado, dan Inkanas.

Beberapa karateka luar negeri seperti Malaysia dan Taiwan juga ambil bagian dalam master camp nanti. Selain ahli martial art, Tatsuya Naka, 52, adalah pelatih Japan Karate Association (JKA). Dari sisi prestasi, pemilik DAN 7 JKA itu juga merupakan karateka berprestasi, di antaranya juara usia 35 Kejuaraan Karate Jepang (JKA All) pada 1992 serta peringkat 3 Shoto World Cup Karate 1992 dan Japan Karate Championship 2000.

“Saya melihat populasi karateka Indonesia itu nomor satu atau dua terbanyak di dunia. Ini merupakan yang paling tinggi,” tutur Naka.

Raikhul amar