Edisi 29-03-2017
Lebih Matang


SAO PAULO– ”Tak pernah bergantung kepada Neymar. Ini Brasil. Jika fokus, tim kami adalah yang terbaik,” tutur kapten tim nasional Brasil Neymar jelang menjamu Paraguay pada kualifikasi Piala Dunia 2018 di Arena Corinthians, pagi ini.

Jika meraih tiga poin pada matchday 14 ini, Brasil berpotensi mengamankan satu tiket menuju Rusia 2018. Saat ini mereka duduk nyaman di puncak klasemen Zona CONMEBOL dengan poin 30, unggul tujuh angka dari Uruguay yang di peringkat 2. Secara matematika, tim Sambahanya butuh tambahan lima poin lagi untuk lolos.

Namun, mereka bisa jadi memastikan langkah ke putaran final jika mampu menggilas Paraguay, sedangkan Ekuador dan Cile yang ada di peringkat 5 dan 6 kalah dari lawan-lawannya. Potensi itu sangat terbuka dengan kondisi Brasil yang sedang dalam top performa. Sejak ditukangi Tite yang menggantikan Dunga pada Juni 2016 juara dunia lima kali itu melahap tujuh kemenangan beruntun pada kualifikasi. Mereka meraup 100% poin yang tersedia (lihat infografis). ”Kami tahu ini. Kami harus rendah hati menghormati lawan kami.

Kami harus main. Terkadang satu bagian atau lain tidak cocok. Tapi, Pelatih Tite hadir dan membuat penyesuaian. Kami main sepak bola. Para pemain tak terlalu berbeda. Ini cara bermain. Kini semua orang mencuat,” tutur Neymar saat menemani Tite menghadiri jumpa pers jelang laga kemarin, dikutip AP. Bintang Barcelona itu juga mengaku bahwa Brasil sudah banyak belajar dari kesalahan mereka di masa lalu.

Untuk memperbaikinya, mereka sepakat berubah untuk mencapai level permainan yang diharapkan. ”Kami hanya belajar ketika terluka atau salah. Saya sudah berpendapat tidak perlu. Saya mendapat kartu kuning dan merah, melukai diri sendiri, melukai rekan satu tim, tapi waktu membuat kami matang. Kini saya hanya berpikir main sepak bola. Saya lebih baik dalam segala aspek,” ujarnya.

Di samping masalahnya di lapangan, Neymar juga menghadapi kasus hukum di Spanyol soal transfernya dari Santos ke Barcelona. Otoritas pajak di Brasil juga menginvestigasi dan mendenda sang striker. Namun, situasi itu tak mengubah keputusan Tite untuk memberinya ban kapten untuk laga nanti, jabatan yang kerap dirotasinya. ”Neymar berhak menyandang ban kapten itu.

Dia pemimpin yang punya kemampuan dan tangguh, meskipun mendapat banyak tekanan,” papar Tite. Pelatih 55 tahun itu menuturkan, Neymar yang sering dituding melakukan sandiwara jatuh sudah banyak berubah. Dia juga menjelaskan betapa pentingnya Neymar dalam timnya, terutama saat Brasil pesta 4- 1 atas Uruguay pada matchday 13, Kamis (23/3).

Satu gol dan satu assist mampu disumbangnya pada laga tersebut. ”Dalam tiga laga terakhir, dia dilanggar lebih dari 50 kali dan masih tetap fokus dengan permainannya. Sebelum cetak gol ketiga pada laga sebelumnya, dia tahu (bek Uruguay) Coates sudah mendapat kartu kuning dan bakal diusir jika Neymar menjatuhkan diri. Tapi, dia tetap berdiri dan mencetak gol,” ungkap Tite.

abdul haris