Edisi 12-01-2017
Renang Incar Lebih Satu Emas


JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Anindya Novyan Bakrie bertekad mempersembahkan lebih dari satu medali emas untuk Merah Putih pada SEA Games 2017.

SEA Games menjadi target jangka pendek yang ditetapkan PB PRSI pada masa kepemimpinan Anindya. Singkatnya, waktu persiapan yang tersisa, tujuh bulan, membuat PB PRSI harus cerdas dalam menentukan atlet yang diproyeksikan medali. Saat ini pihaknya sudah menyiapkan 24 atlet untuk program tersebut. Renang Indonesia memang sedang mengalami penurunan prestasi di ajang multieventterbesar di Asia Tenggara itu. Setelah menjadi juara umum pada 2011, tim Indonesia kesulitan bersaing dengan negara tetangga.

Bahkan, Merah Putih hanya meraih satu medali emas di SEA Games 2015 Singapura melalui Indra Gunawan yang turun di nomor 50 meter gaya dada. Jumlah itu menurun drastis jika dibandingkan 4 emas di SEA Games 2013 Myanmar dan 6 emas pada 2011. ”Mau tidak mau kami harus siap ke SEA Games. Kami mesti cerdas karena tidak mungkin memenangi banyak (perlombaan), jadi harus pilih-pilih (nomor yang akan diikuti. Saya tidak berani bilang berapa target medali, tapi Insya Allah lebih dari satu. Dari nomor mana, belum bisa ditentukan. Saya tidak mau menutup kemungkinan teman lain, yang pasti harus bisa lebih dari sebelumnya,” ujar Anindya seusai pengukuhan kepengurusan PRSI masa bakti 2016–2020 di Hotel Westin, Jakarta, kemarin.

Saat ini para atlet nasional terus menjalani latihan di Bali. Namun, dia juga mengatakan bakal ada lima sampai enam atlet yang akan dikirim ke luar negeri untuk menjalani pemusatan latihan terpisah. ”Beberapa ada yang minta di Bandung dan Jakarta karena mau sembari fokus dengan pendidikannya. Kalau yang di Bali dipindah tidak mudah juga, itu salah satu hal penting, tapi bukan kunci keberhasilan. Kuncinya adalah atlet nyaman ada di lingkungan yang kompetitif dan diberikan dukungan yang baik, di mana pun mereka berada,” ujar Anindya.

Terkait kepengurusan, Anindya mengatakan tidak ingin membanding-bandingkan dirinya dengan kepengurusan lama. Terpenting, di lima tahun ke depan, fokusnya adalah membantu atlet untuk berprestasi dan sejahtera lebih penting ketimbang terlalu banyak fokus di birokrasi dan kepengurusan.

”Saya rasa paling penting bagaimana kami bisa bicara ke atlet dan orang tua tentunya juga pelatih supaya mereka memberikan dukungan secara penuh. Kami hanya pembantu untuk mereka sukses. Jika mereka sukses, wajar kami pikirkan supaya kesejahteraan mereka lebih baik,” pungkasnya.

Raikhul amar