Edisi 21-01-2017
Menpora Disebut Dukung Pengampunan


SEMARANG –Pemain PSIS Semarang yang berstatus disanksi akibat skandal sepak bola gajah, beberapa waktu lalu, mendapatkan angin segar. Ada peluang besar bagi mereka untuk bisa kembali turun dalam kompetisi resmi musim ini setelah mendapatkan dukungan dari Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi.

CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi menyebut, Menpora saat menghadiri Kongres Tahunan di Bandung, beberapa waktu lalu, juga meminta agar PSSI melakukan peninjauan kembali pemain yang berstatus disanksi. Hukuman seumur hidup yang dijatuhkan kepada beberapa pemain Mahesa Jenar dan PSS Sleman pada 2014 sangat tidak manusiawi.

“Menpora dalam Kongres bilang jangan menghukum terlalu lama, PSSI saja disanksi satu tahun. Hukuman sifatnya memberi efek jera, bukan membunuh karier. Apa mau PSSI disanksi seumur hidup karena itu beliau sangat mendukung ada peninjauan kembali,” tutur dia.

Menurut dia, sanksi seumur hidup sama sekali tidak mempertimbangkan karier dan sumber pendapatan. Sanksi tersebut telah membunuh masa depan pemain karena tidak mungkin kembali merumput setelah menjalani hukuman. Saat itu pertimbangannya karena tidak fair play dan memalukan, tanpa mengedepankan kemanusiaan.

“Saya akan menunjukkan buktibukti hukum baru bahwa sebuah pembinaan harus mempertimbangkan kesempatan kedua,” tuturnya. Selain pemain, tim pelatih dan manajer PSIS juga ikut diganjar sanksi seumur hidup. Mereka dinilai ikut terlibat dalam kejadian tersebut. Pemilik nama lengkap Alamsyah Satyanegara Sukawijaya itu tidak mempermasalahkan jika di jajaran manajer mendapatkan sanksi maksimal.

Namun, untuk pemain dan pelatih, tidak seharusnya mendapatkan sanksi seumur hidup karena tidak ada unsur pembinaan. “Pemain dan pelatih sumber pendapatannya dari sepak bola,“ ucapnya. Sejauh ini Exco PSSI belum mengagendakan sidang peninjauan kembali terhadap sejumlah pemain dan tim pelatih yang disanksi. Rencananya sidang peninjauan kembali (PK) akan digelar setelah Kongres Tahunan.

“Saya selaku Exco PSSI mengusulkan agar digelar akhir bulan ini. Sidang ini tergantung dari kesiapan ketua umum, tidak lagi di ranah Komisi Disiplin, tapi di jajaran pengurus harian,” kata dia. Sanksi yang diberikan Komdis PSSI pada 2014 bervariasi, ada yang seumur hidup dan 5 tahun dilarang tampil di kompetisi resmi.

Pemain PSIS yang disanksi seumur hidup, di antaranya Saptono, Fadli Manan, Khomaedi. Sementara yang dihukum 5 tahun, di antaranya Franky Mahendra, Taufik Hidayat, Eli Nasokha, Andi Rahmat. Empat nama terakhir itu sudah terlihat kembali ikut berlatih bersama tim yang dipimpin Subangkit.

arif purniawan