Edisi 20-02-2017
Kontrol Asupan Gula Mulai Sekarang


SAAT ini angka penderita penyakit tidak menular, seperti penyakit jantung, hipertensi, diabetes, dan stroke, kian meningkat.

Berbeda dengan zaman dulu, di mana kematian terjadi akibat penyakit menular, seperti TBC, pneumonia, malaria. Menurut WHO, saat ini banyak kematian yang justru diakibatkan penyakit tidak menular, di mana angka untuk Indonesia telah mencapai 71%. Salah satu penyakit tidak menular yang menjadi momok adalah diabetes. Indonesia menempati urutan ke-7 di dunia sebagai negara dengan pengidap diabetes terbanyak. Di Indonesia, sedikitnya terdapat 8,5 juta pengidap diabetes.

Penyakit diabetes ini setiap tahunnya selalu ada peningkatan angka penderita di Tanah Air. Jika tidak ditangani dengan baik, diperkirakan pada 2030 akan terdapat satu penderita diabetes dari tujuh orang penduduk Indonesia. “Ketidakmampuan penderita diabetes dalam melakukan metabolisme gula dengan baik dapat menyebabkan terganggunya fungsi organ tubuh lainnya, yang berujung pada berbagai macam komplikasi,” kata dr Mulyani Anny Suryani Gultom SpPD dalam acara Inovasi Pilihan Sehat: Tropicana Slim Stevia, Pemanis Alami dari Daun Stevia.

Komplikasi yang dapat ditimbulkan penyakit ini di antaranya stroke, pendengaran, hingga komplikasi pada mata yang dapat berujung pada kebutaan atau diabetik retinopati. “Penyakit katarak juga bisa lebih cepat menyerang pada pengidap diabetes, termasuk glukoma,” ungkap dr Mulyani. Tidak hanya itu, penderita diabetes juga sangat rentan terkena penyakit jantung, juga berisiko mengalami kerusakan pada ginjal, seperti gagal ginjal kronik yang berakhir dengan cuci darah.

Diabetes juga dapat menyerang pembuluh darah, terutama pembuluh darah tungkai yang menyebabkanperipheral arterial disease (PAD). Sementara pada kaki, diabetesi atau pengidap diabetes juga berisiko mengalami luka yang tidak kunjung sembuh sehingga dapat membusuk dan akhirnya diamputasi. Sementara pada persarafan, diabetes dapat menimbulkan neuropati periferal yang merujuk kepada penyakit yang memengaruhi sistem saraf periferal, yang terdiri dari saraf motorik dan sensorik, akar saraf, saraf pleksus, dan periferal. “Akibatnya, penderita gampang mengalami kebas atau keram,” kata dr Mulyani.

Dia melanjutkan, semakin lama angka penderita diabetes semakin meningkat. Hal ini lantaran kebiasaan masyarakat mengonsumsi makanan kurang sehat (makanan tinggi kalori, gula, dan garam), serta perubahan gaya hidup modern yang minim gerak atau sedentary . Menurut WHO tahun 2010, sebanyak 23% orang dewasa di penjuru dunia tidak cukup aktif secara fisik.

“Hingga kini belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan penyakit diabetes sehingga usaha preventif sudah sebaiknya dilakukan sedini mungkin, salah satunya dengan mengontrol asupan gula yang masuk ke tubuh,” ujar dr Mulyani. Sering kali kita tidak menyadari begitu banyaknya asupan gula dari berbagai makanan dan minuman yang kita konsumsi, padahal batasan konsumsi gula hanya 50 gram (4 sdm) per hari, bahkan sudah termasuk gula yang diperoleh dari makanan alami, seperti buah, sayur, dan susu, bukan hanya gula pasir.

Karena itu, pemanis rendah kalori dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin tetap merasakan manis tanpa takut kelebihan kalori ataupun kenaikan gula darah. Saat ini sudah tersedia berbagai pemanis yang sudah disetujui dan dinyatakan aman oleh WHO, seperti sukralosa, aspartame, acesulfame-K, dan stevia. Menurut Tropicana Slim Brand Manager Noviana Halim, gula stevia diambil dari ekstrak daun stevia. “Bentuknya mirip daun mint dan sudah terasa manis,” kata Noviana.

Dia berharap kehadiran Tropicana Slim Stevia dapat menjadi pilihan bagi konsumen yang memiliki preferensi mengonsumsi makanan alami. Pemanis ini terbuat dari ekstrak daun tanaman stevia, yang daunnya telah lama digunakan secara luas di berbagai negara, seperti Amerika, Jepang, dan negara-negara Eropa, untuk memaniskan makanan dan minuman secara alami.

“Pemanis stevia memiliki kemanisan yang sangat tinggi, sehingga penggunaannya pun cukup sedikit saja. Satu sachet Tropicana Slim Stevia yang mengandung nol kalori, setara dengan dua sendok teh gula pasir. Jadi, tetap bisa mengonsumsi yang manis tanpa perlu khawatir gemuk atau diabetes,” kata Noviana. Diketahui, mengonsumsi 1-2 sajian minuman bergula per hari ternyata berasosiasi dengan penyakit diabetes tipe dua, serangan jantung, dan stroke.

Sri noviarni