Edisi 21-01-2017
Kembali ke Pakem Jazz


Kritikan terhadap penyelenggaraan Java Jazz Festival (JJF) tahun lalu, yang menganggap festival ini lebih kental unsur popnya dibanding jazz, ditanggapi positif penyelenggara JJF.

Tahun ini JFF yang akan dihelat pada 3- 5 Maret mendatang mencoba hadir kembali dengan deretan musisi jazz ternama dunia maupun lokal. Nama-nama seperti Sergio Mendes (penyanyi dan produser peraih tiga kali Grammy Awards), Chick Corea (musisi jazz legendaris peraih 14 kali Grammy Awardsdan LatinGrammy Awards), Arturo Sandoval (peraih 10 kali Grammy Awards), dan King (baru saja menjadi nominator Grammy Awards 2017) dipastikan hadir dalam JJF tahun ini.

Nama-nama lain yang tidak kalah menarik adalah Bebel Gilberto, Dee Dee Bridgewater, Incognito, Mezzoforte, Morgan James, Blood Sweet & Tears feat Bo Byce, Dylan Elise & Leonardo Amuedo, Chieli Minucci and Special EFX feat Lao Tizer and Eric Marienthal, Elliot Yamin, Naughty By Nature, dan Nik West.

Dari line up tersebut, tentu hadirnya nama Chick Corea menjadi menarik. Pasalnya, baru pada penyelenggaraan ke-13 kalinya JJF, penyelenggara bisa mendatangkan musisi ini. “Butuh usaha panjang dan ekstrasabar untuk bisa mengundang Chick Corea ke Jakarta. Setelah penantian 13 tahun, akhirnya bisa,” ucap Nikita Dompas selaku Tim Program Java Festival Production. Chick Corea dijadwalkan tampil dengan format Chick Corea Elektric Band.

“Dia akan datang dengan main keyboard dan bandnya. Yang berbeda pemain bas aja,” kata Nikita yang berharap kedatangan Chick Corea bisa meningkatkan jumlah pengunjung menjadi 120.000 orang. Selain musisi mancanegara, musisi lokal yang ambil bagian dalam JJF 2017 di antaranya Afgan, Andien, Tulus, Glenn Fredly, Endah n Rhesa x Duadrum, HiVi, Yura, Lea Simajuntak, 90’s Hip Hop All Star, Iwa K, dan Ras Muhamad.

“Tugas kami memang mengedukasi penonton. Kami datangkan Tulus dan Afgan supaya penonton yang datang tahu ternyata musik jazz nggak terlalu berat. Kami harus edukasi bahwa jazz itu lebar, tidak hanya spesifik satu bunyi, tetapi banyak jenisnya,” ujar President Director Java Festival Production Dewi Gontha.

Adapun Endah N Rhesa akan menampilkan kolaborasi khusus dengan grup Dua Drum. “Ini hanya untuk tampil di Java Jazz,” kata Endah. Seperti tahun sebelumnya, JJF juga akan memberikan tribut untuk musisi jazz kawakan. Kali ini untuk Sjahriza Arshad yang meninggal pada 12 Januari lalu.

Sementara itu, gelaran JJF tahun ini mengusung konsep budaya Betawi. Yang menjadi pembeda lainnya adalah dihapuskannya tiket special show , sehingga pengunjung yang membeli tiket harian atau tiket terusan juga bisa menyaksikan special show .

Untuk menyaksikan bintangbintang tersebut, para pencinta musik bisa membeli tiket di www.javajazzfestival.com atau outlet resmi. Tiket dijual seharga Rp650.000 untuk tiket harian dan Rp1,5 juta untuk tiket terusan.

Thomasmanggalla