Edisi 21-04-2017
Peremajaan ”MISS V” Kian Populer


PERKEMBANGANteknologi kecantikan saat ini makin memudahkan perempuan untuk meremajakan wajah, tubuh, bahkan bagian organ intim atau “Miss V”.

Beragam perawatan dengan teknologi untuk meremajakan “Miss V” pun kian populer. Dr Jennifer Walden, ahli bedah plastik estetika dan juru bicara American Society for Aesthetic Plastic Surgery (ASAPS), mencatat adanya peningkatan signifikan jumlah operasi restrukturisasi vagina. Jumlah itu meningkat 49% dalam satu tahun dari 2013 ke 2014. Kenaikan ini pun terus berlanjut pada tahun-tahun setelahnya. “Ini merupakan prosedur bedah dengan peningkatan popularitas paling tinggi. Prosedur ini terbukti mengubah hidup banyak pasien,” kata Dr Walden, seperti dilansir Dailymail .co.uk .

Dia menuturkan ada beberapa faktor yang melatarbelakangi peningkatan ini. Menurutnya, perempuan semakin menyadari area genital mereka ketika mengenakan baju renang, celana ketat, dan celana yoga. Tak hanya itu, permasalahan labia (bibir vagina) membesar, terutama perempuan yang telah melahirkan, dapat berdampak pada masalah kebersihan area intim perempuan sehingga menyebabkan ketidaknyamanan selama berhubungan seks dan ketika mengenakan baju ketat.

“Beberapa perempuan mempunyai masalah dengan vagina ketika mengenakan celana yoga atau celana ketat, misalnya mudah lembap dan gatal. Hal ini mengindikasikan adanya jamur di vagina” katanya. Ada dua jenis perawatan yang biasanya diminta pasien, yaitu labiaplasty dan vaginoplasty . Menurut Dr Walden, labiaplasty adalah operasi yang dilakukan untuk merapikan labia alias bibir yang mengelilingi vagina. Bedah dapat dilakukan di labia mayor , bibir vagina di bagian luar atau labia minor , bibir vagina bagian dalam. Prosedur operasi ini dapat mengubah ukuran atau bentuk labia .

“Sementara itu vaginoplasty merupakan prosedur untuk mengencangkan vagina yang kendur. Kerap kali merupakan akibat penuaan atau proses kelahiran,” ujar Dr Walden. Dr Walden mengaku dalam seminggu melakukan dua hingga tiga prosedur labiaplasty . Di ruang praktik, dia juga membantu dua sampai tiga perempuan yang mencari prosedur noninvasif, yaitu thermiva yang mengencangkan vagina menggunakan radio frekuensi. “Selama tiga hingga empat tahun lalu, saya sudah melihat peningkatan pesat prosedur pengencangan bagian kewanitaan ini,” kata Dr Walden.

Sementara itu, menurut dokter kecantikan dari klinik 8th Avenue, dr Inge Yolanda SpKK, sejak dua tahun lalu 8th Avenue Clinic berdiri, pihaknya telah memfokuskan pada tiga layanan perawatan utama, yakni face, body, dan private . Terobosan baru private treatment, yaitu perawatan organ intim. Perawatan unik ini untuk kaum perempuan aktif secara seksualitas, sudah pernah melahirkan, dan perempuan paruh baya. Menurut dr Inge, terdapat salah satu jenis perawatan, yakni perawatan khusus untuk bibir vagina atau elite labia remodelling dengan menggunakan teknologi dari Exilis Elite.

Menurut dia, perawatan ini aman, efektif, praktis, waktu pemulihan yang relatif, tanpa anestesi dan tanpa sakit, dan cukup dilakukan satu kali perawatan, sedangkan hasilnya sudah dapat dirasakan. “Alat Exilis Elite dilengkapi dengan teknologi radio frequency monopolar dan teknologi hybrid . Kedua teknologi ini menghadirkan energi pemanasan yang juga dilengkapi dengan energi pendingin sehingga pasien tidak merasa kepanasan saat melakukan perawatan,” ujar dr Inge saat ditemui di 8thAvenue Clinic, Jakarta Selatan, pada Selasa (11/4) lalu.

Dia menjelaskan, alat Exilis Elite bisa merangsang kolagenitas jaringan vagina, tanpa operasi, dan tanpa rasa sakit. Menurut dia, perawatan elite labia remodelling memerlukan proses pengerjaan sekitar 20 menit. Sebelum proses pengerjaan, pertama-tama akan dilakukan konsultasi oleh dokter. Dokter pun akan melakukan pengecekan kondisi labia vagina, apakah menghitam dan mengendur. Selanjutnya tubuh pasien akan ditempelkan sebuah plester yang merupakan alat penghantar dari Exilis Elite.

“Selanjutnya vagina pasien akan dibersihkan, kemudian diolesi gel khusus. Alat Exilis Elite diatur suhunya, misalnya 70 derajat Celsius. Aplikator alat diterapkan di vagina dengan gerakan memutar,” katanya. Menurut dr Inge, hanya dengan sekali perawatan elite labia remodelling , bibir vagina yang menghitam bisa dibuat cerah kembali atau berwarna lebih pink . Labia yang mengendur juga bisa terlihat lebih kencang. Namun, untuk mendapatkan hasil yang optimal, ia menyarankan untuk melakukan pengulangan prosedur, setidaknya sebulan dua kali.

Dia menambahkan, pasien yang menjalani prosedur ini adalah perempuan mulai dari usia 20 sampai usia 75. “Umumnya sebagian besar perempuan mencari prosedur perawatan ini setelah melahirkan. Normalnya perempuan usia 20-an dan 30-an,” sebut dr Inge.

Dwi nur ratnaningsih