Edisi 27-03-2017
Kombinasi Obat untuk Pasien HER2 Positif


PENGOBATANkanker payudara ditentukan berdasarkan sifat dan tipe sel kankernya. Hal ini diungkapkan Prof DR dr Arry Haryanto SpPD-KHOM selaku Ketua Perhimpunan Hematologi Ongkologi Medik Penyakit Dalam Indonesia (Perhompedin) pada media workshop Harapan Baru Terapi Kanker Payudara Stadium Lanjut oleh PT Roche Indonesia di Jakarta, Rabu (15/3).

Menurutnya, secara umum kanker payudara dibagi menjadi sel kanker tipe luminal A (estrogen positif), luminal B (estrogen positif, tetapi dengan ekspresi HER2 hanya sedikit), HER2 positif, dan tipe yang triple negatif. “Luminal A paling bagus prognosisnya,” ujar Prof Arry. Kanker payudara terdiri dari banyak jenis sehingga respons pengobatannya pun berbeda-beda. Pasien dengan status HER2 positif, misalnya, memiliki prognosis (perjalanan penyakit) yang buruk.

Kankernya cepat tumbuh dan pembuluh darahnya bertambah dengan cepat sehingga kanker mudah menyebar. Obat-obatan yang menghambat HER2 (trastuzumab) pada penderita kanker payudara dengan status HER2 positif terbukti memberikan hasil positif dalam pengobatan. Sayangnya, HER2 cepat resisten. Sebanyak 50% pasien hanya dalam waktu satu tahun dinyatakan kankernya kambuh kembali. Maka, dikembangkanlah pertuzumab.

Obat ini jika dikombinasikan dengan trastuzumab dan kemoterapi docetaxel akan meningkatkan rata-rata angka harapan hidup hingga 56,5 bulan (nyaris tiga kali lipat dibandingkan pasien yang diberikan dengan kemoterapi saja). Pertuzumab mampu mengikat HER2 dan ketika dia berikatan dengan sel-sel kanker yang memiliki HER2, pertuzumab akan menghambat atau bahkan menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker tersebut.

Menurut Lusia Erniawati dari Roche, obat-obatan kanker harus dapat diakses seluruh pasien agar bermanfaat. “Untuk itu, Roche terus meningkatkan kerja sama dengan berbagai pemangku kebijakan,” beber Lusia.

Sri noviarni