Edisi 23-09-2015
Salah Kaprah Dalam Seks


Majalah online Magdalene barubaru ini menggelar diskusi bertema “Equality in the Bedroom: The Art of Pleasure”.

Dalam kesempatan itu, seksolog Zoya Amirin mengatakan, salah kaprah terbesar mengenai seks adalah bahwa perempuan bukan makhluk seks. “Karena salah kaprah ini, perempuan kerap tidak merasa bertanggung jawab atas kebahagiaan seksualnya sendiri dan mereka tidak mengambil sikap untuk menikmati keintiman seksual dengan pasangannya,” ujarnya di Jakarta, Jumat (18/9).

Salah kaprah dan kesenjangan gender dalam pengalaman seks telah memicu banyak masalah, dari penyakit menular seksual dan disfungsi seksual sampai kekerasan dalam hubungan. Dr Nurlan Silitonga dari Klinik Angsamerah yang fokus pada pemberian layanan kesehatan seksual dan reproduksi menjelaskan, hal tersebut terjadi lantaran seks dilihat sebagai sesuatu yang buruk. “Padahal seks adalah sebuah anugerah,” katanya.

Dalam kesempatan itu hadir aktivis gender Firliana Purwanti yang menyebutkan sebuah survei perbandingan orgasme yang dialami wanita dan pria berbanding 30 dibanding 70 “Wanita itu tidak bisa orgasme sebanyak para pria,” kata penulis buku The ‘O’ Project, sebuah studi tentang perempuan Indonesia dan orgasme ini.

Dia memberikan tips bagi pria tentang bagaimana mereka bisa membantu para wanita untuk mencapai puncaknya saat berhubungan intim. “Komunikasi salah satu caranya,” katanya. Dia mengatakan, wanita jarang mengungkapkan isi hati atau kemauannya.Saat bercinta pun begitu. Wanita jarang memberi tahu daerah mana yang bisa disentuh pasangannya untuk mencapai kepuasan wanita. “Kalau si wanita susah ungkapkan, coba lelaki yang bertanya ‘Kamu sukanya disentuh bagian mana’,” kata Firli, sapaan Firliana.

Pernyataan Firli dibenarkan Zoya. Menurut dia, para perempuan di ranjang boleh saja mengarahkan pasangannya untuk menunjukkan lokasi yang diinginkan untuk disentuh. Justru wanita tidak perlu malu mengungkapkan isi hatinya untuk menjelaskan apa yang dia suka saat berhubungan intim dengan pasangannya demi mencapai orgasme.

Zoya juga menegaskan perlunya melakukan foreplay untuk memancing si wanita. Misalnya saja dengan mengirim pesan singkat menuliskan kata manis seperti ‘kamu seksi sekali kalau pakai baju itu’. Foreplay adalah hal yang disukai oleh wanita. Bagi wanita, melakukan foreplay kadang sama pentingnya dengan melakukan seks itu sendiri. Ini karena wanita adalah makhluk emosional.

Berbeda dengan pria, wanita butuh untuk merasa terhubung dan merasakan kedekatan dengan pasangannya sebelum melakukan hubungan seksual.

sri noviarni