Edisi 12-01-2017
Masa Depan di Mata Nissan


Nissan memiliki gambaran yang jelas akan dunia automotif pada masa depan. Saat itu seluruh mobil yang ada, terutama Nissan, akan mampu mencapai tingkat emisi yang minim dan angka kecelakaan yang rendah. Bagaimana caranya?

Nissan punya misi khusus saat mengikuti ajang Consumer Electronic Show (CES ) 2017 di Las Vegas, Amerika Serikat, 5 Januari lalu. Di depan ribuan penggiat teknologi, Carlos Ghosn, CEO Nissan, menggambarkan sebuah visi yang dinamai Nissan Intelligent Mobility . Inilah dunia automotif masa depan di mata Nissan.

Carlos Ghosn menyebutkan Nissan Intelligent Mobility akan mengubah bagaimana mobil dikendarai, ditenagai, dan diintegrasikan ke dalam kehidupan masyarakat secara lebih luas. Teknologi dalam Nissan Intelligent Mobility akan mempercepat hadirnya masa depan yang sesuai dengan tujuan Nissan, yaitu minim emisi dan kecelakaan (zero-emission, zerofatality ).

Carlos Ghosn mengatakan, ada lima hal kunci sehingga Nissan Intelligent Mobilty segera terealisasi. Pertama, adanya teknologi Seamless Autonomous Mobility (SAM) yang baru-baru ini diperkenalkan oleh Nissan. Teknologi ini merupakan pengembangan dari teknologi NASA. Teknologi ini nantinya dapat mempercepat waktu yang diperlukan Nissan untuk menguji coba kendaraankendaraan swakemudi miliknya.

SAM bekerja melalui teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence /AI) yang ada pada kendaraan. Nantinya dengan dukungan manusia, teknologi ini memungkinkan kendaraan swakemudi membuat keputusan dalam situasi tak terduga dan membangun ingatan dan pengetahuan dalam kecerdasan buatan (artificial intelligence /AI) kendaraan.

“Teknologi ini memiliki potensi besar untuk mempercepat tibanya masa di mana jutaan kendaraan swakemudi dapat saling mendukung dengan manusia yang mengemudikannya. Ini adalah bagian dari Nissan Intelligent Integration ,” sebut Carlos Ghosn. Hal lainnya yang akan dilakukan Nissan, menurut Carlos Ghosn, adalah uji coba kendaraan swakemudi untuk keperluan komersial di Jepang.

Nissan bekerja sama dengan DeNA, perusahaan internet terkemuka Jepang, akan memulai uji coba pertama pada tahun ini di beberapa lokasi terpilih di Jepang, dengan fokus pada pengembangan teknologi. Ghosn mengatakan uji coba ini akan membawa strategi swakemudi Nissan selangkah lebih maju.

Peluncuran generasi terbaru Nissan Leaf yang dilengkapi teknologi ProPILOT dalam waktu dekat juga jadi langkah yang penting untuk Nissan Intelligent Mobility . Nissan Leaf dengan ProPILOT akan mampu dijalankan secara swakemudi di jalan satu lajur di jalan tol. Nissan Leaf generasi baru dirancang berdasarkan kecakapan Nissan membuat kendaraan listrik.

Kerja sama dengan pihak ketiga diyakini Carlos Ghosn juga akan jadi akselerator terwujudnya masa depan menurut Nissan. Menurut dia, aliansi Renault-Nissan akan melanjutkan kerja sama dengan Microsoft untuk mengembangkan teknologi yang lebih maju bagi terciptanya kendaraan yang saling terhubung (connected car ).

Ghosn menjelaskan bahwa kendaraan yang saling terkoneksi, baik dengan sesama kendaraan lain maupun dengan ekosistem di sekelilingnya, merupakan implementasi dari Nissan Intelligent Driving dan Nissan Intelligent Integration . Saat tampil sebagai pembicara, ditunjukkan pula bagaimana teknologi asisten pribadi yang dibangun Microsoft, Cortana, dapat membantu berkendara semakin mulus dan efisien.

Cortana merupakan salah satu teknologi hasil pengembangan bersama antara Aliansi Renault-Nissan dengan Microsoft. Selain itu, Nissan melakukan kemitraan dengan 100 Resilient Cities (100RC). Nissan dan 100RC akan membantu kota-kota di dunia meletakkan dasar untuk memungkinkan kendaraan swakemudi, kendaraan listrik, dan layanan baru pendukung mobilitas yang diterapkan pada masa depan.

“Kami mengundang berbagai pihak untuk bergabung dengan kami, baik dari perusahaan teknologi, hingga perdagangan elektronik, maupun perusahaan berbagi mobil berbasis aplikasi dan para wirausaha sosial untuk dapat membantu kami ,” tutur Ghosn.

wahyu sibarani