Edisi 23-02-2017
Sarapan Bantu Bentuk Karakter Anak


Berbagai penelitian menunjukkan beragam manfaat sarapan yang tidak hanya terbatas untuk kesehatan fisik, tetapi juga perkembangan psikologis, bahkan pembentukan karakter.

Meski demikian, kegiatan makan pagi tetap saja belum membudaya. Guru besar pangan dan gizi Prof Dr Ir Ali Khomsan MS memaparkan, sarapan dengan nutrisi seimbang memenuhi 15-30% kebutuhan total energi per hari sehingga berperan penting dalam menunjang produktivitas sepanjang hari.

“Sayangnya, sekitar 44,6% anak Indonesia masih mengonsumsi sarapan yang kurang berkualitas atau sarapan yang asupan energinya hanya memenuhi kurang dari 15% total kebutuhan energi per hari,” beber Prof Ali dalam acara konferensi pers bertema “Nestle Ayo Bangun Indonesia- Bangun Masa Depan melalui Kebiasaan Sarapan Sehat” .

Pada kesempatan itu, Prof Ali juga menyampaikan pentingnya komposisi dan keberagaman zat gizi, seperti karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral, untuk meningkatkan kualitas sarapan. Studi dari Pusat Penelitian University of Sussex di Inggris, Sussex Innovation Centre, pada 2012 menunjukkan bahwa kebiasaan sarapan sehat dapat membantu meningkatkan kemampuan mental, mengerjakan soal, koordinasi mata-tangan, hingga menurunkan kecemasan saat menghadapi stres.

Psikolog Vera Itabiliana Psi menambahkan, tidak hanya dari aspek kesehatan dan gizi, sarapan juga berkontribusi dalam pembentukan karakter anak yang siap menghadapi tantangan sepanjang hari dan membentuk generasi masa depan yang lebih tangguh dan berkualitas.

Melihat bagaimana kebiasaan sarapan sehat dapat turut memengaruhi kesehatan fisik dan kualitas mental generasi penerus bangsa, Nestle mengajak keluarga Indonesia melalui kampanye Ayo Bangun Indonesia untuk terus mendorong penerapan sarapan sehat dan menjadikannya bagian dari rutinitas keluarga. “Kami percaya bahwa sarapan sehat merupakan awal terciptanya masa depan yang lebih sehat.

Namun, masih ada yang melewatkan waktu sarapan atau yang sarapan tanpa melihat kandungan gizinya. Karena itu, melalui kampanye Ayo Bangun Indonesia, kami ingin mendorong kesadaran akan pentingnya sarapan sehat dan mengubah pandangan bahwa sarapan adalah hal yang rumit,” ujar Nutrition, Health, and Wellness Manager Nestle Indonesia Mira Susanti.

Sarapan dalam pandangan Vera bukan hanya pemenuhan nutrisi semata. Lebih dari itu, ada cinta, sayang, dan kasih ibu di dalamnya. Si kecil yang memakannya, meski belum sadar, akan memiliki ikatan batin yang kuat dengan ibu. “Sarapan itu beyond nutrition . Orang tua yang tidak sempat duduk bareng untuk sarapan dengan anak bisa menyiapkan sarapan sebelum mereka berangkat.

Siapkan saja, anak akan tahu bahwa ‘Ini tadi Mama yang menyiapkan’,” papar Vera. Dalam literasi yang dikumpulkan psikolog ini, diketahui bahwa anak yang sarapan akan lebih mampu berkonsentrasi, lebih cepat tanggap, dan berprestasi lebih baik di sekolah. Selain itu, sarapan akan membuat anak bangun lebih pagi sehingga terbina kedisiplinan.

“Sarapan juga meningkatkan kemampuan mental, kemampuan mengerjakan soal, serta koordinasi mata dan tangan,” ucapnya. Untuk membantu membangun masa depan generasi muda Indonesia yang berkualitas, Nestle meluncurkan kampanye Ayo Bangun Indonesia dengan mengajak masyarakat untuk menerapkan kebiasaan sarapan sehat.

Kampanye ini diluncurkan dalam rangka Pekan Sarapan Nasional (Pesan) 2017 yang diperingati setiap 14-20 Februari.

sri noviarni