Edisi 24-04-2017
Kelas Inspirasi Diharapkan Digelar Berkesinambungan


PROGRAM mengajar sehari, Kelas Inspirasi sejauh ini mendapat tanggapan positif dari sejumlah sekolah dasar (SD) tempat dilaksanakan program tersebut. Sebab, program tersebut dinilai bisa memberikan semangat baru kepada para siswa.

Seperti yang diungkapkan Kepala SD Negeri 068009, Kecamatan Medan Belawan, Posino. Kelas Inspirasi yang dilaksanakan di sekolah dia pimpin itu pada Jumat (21/4), memberikan semangat tersendiri bagi para siswanya. Apalagi sembilan inspirator yang dihadirkan berasal dari berbagai profesi dengan usia yang masih muda sehingga siswa senang dan termotivasi untuk ikut belajar. “Secara pribadi saya sangat senang. Anak-anak didik kami terlihat antusias untuk mengikuti Kelas Inspirasi. Mereka semangat untuk mendengarkan apa yang disampaikan. Itu tandanya semangat belajar mereka cukup tinggi, khususnya untuk hal-hal baru,” katanya kepada KORAN SINDO MEDAN , belum lama ini.

Menurut dia, dengan Kelas Inspirasi ini, tidak hanya hal baru yang diterima para siswa saja, akan tetapi juga para pengajar. Sebab, cara belajar yang diterapkan para inspirator berbeda dengan guru pada umumnya. Bahkan, semua memiliki cara masingmasing dalam menyampaikan bidang atau profesi mereka. Karena itu, jika memang Kelas Inspirasi mau dilaksanakan di sekolah tersebut, Posino mengakui siap menerimanya kembali. Bahkan, dia berharap sekolah yang orang-orang pesisir seperti yang dia pimpin harus terus mendapatkan motivasi baru agar anak-anak mau belajar. Selama ini, tidak jarang orang tua para siswa kurang mendukung untuk memberikan harapan kepada para siswa agar optimistis menggapai cita-cita mereka.

“Bila perlu digilir Kelas Inspirasi di sekolah-sekolah khususnya bagian pinggiran atau yang selama ini siswanya dinilai kurang semangat. Tentu perlu dilakukan berkelanjutan agar diketahui target dari program itu tercapai atau tidak,” harapnya. Hal senada juga disampaikan Kepala SD Negeri 067240, Kecamatan Medan Tembung, Silvida. Kelas Inspirasi turut memberikan motivasi untuk para siswanya agar lebih semangat, bercita-cita, dan siap mewujudkannya. Menurutnya, siswa sudah harus sejak dini mulai dikenalkan dengan berbagai profesi sehingga mereka tidak perlu takut untuk bermimpi dan menggapai cita-cita.

“Ini kan langsung disampaikan mereka para inspirator atau yang sudah menempati beberapa profesi. Jadi anak-anak semakin semangat untuk mendengarkan cerita mereka dan bisa langsung bertanya sehingga lebih mudah termotivasi,” katanya. Silvida mengharapkan agar pelaksanaan Kelas Inspirasi tidak hanya dilakukan secara sekali saja. Karena bisa saja para siswa nantinya semangat tidak berlangsung lama atau hanya saat pelaksanaan Kelas Inspirasi berlangsung saja. “Motivasi harus terus dilakukan secara berlangsung agar siswa lebih semangat lagi,” ujarnya. Sementara itu, salah satu siswa SD Negeri 068009 Kampung Nelayan, Kecamatan Medan Belawan, Safrina Zahara mengakui tertarik dengan sistem belajar yang dilakukan oleh para guru atau inspirator.

Selain bisa mengenal orang baru, siswa kelas V SD ini mengakui sistem belajar dengan cara yang berbeda semakin memudahkannya untuk belajar. “Saya suka dengan adanya Kelas Inspirasi karena mereka bercerita tentang pengalamannya dan membagi ilmu yang mereka miliki, jadi tambah semangat,” katanya. Selain itu, para inspirator memberikan materi sesuai dengan kondisi para siswa. Tidak jarang di antara memberikan materi sambil bermain atau mempraktikkan profesi yang mereka jalani. Hal ini memudahkan para siswa untuk menangkap pesan dari yang disampaikan. Bahkan, tidak jarang para siswa yang mendengar kisah para inspirator ingin mengetahui lebih dalam lagi.

“Cuma waktunya tidak lama, padahal cerita sama ibu guru (inspirator) tidak mudah bosan, tidak ngantuk pas belajarnya,” kata Safrina yang suka membaca puisi ini. Terpisah, Ikhwanul Azmi, 43, menjadi salah satu inspirator di KI SD Negeri 064975, Kecamatan Medan Denai menilai kegiatan tersebut sangat positif. Pasalnya, pria yang berprofesi sebagai District Manager di salah satu perusahaan swasta ini menilai pekerja profesional jarang memiliki kesempatan untuk bertatap langsung dengan para siswa SD, begitu juga sebaliknya. Kelas Inspiratif ini menjadi wadah mempertemukan itu.

“Di sini, siswa bisa melihat dan berkomunikasi dengan berbagai profesi termasuk saya. Karena itu, banyak di antara siswa yang bertanya tentang apa yang kami sampaikan. Secara pribadi saya menilai KI ini sangat efektif karena siswa itu butuh kegiatan yang berbeda. Di sini kita menginspirasi mereka dan mereka juga menginspirasi saya. Bahkan, saya jadi teringat waktu anak-anak dulu,” katanya. Karena itu, Ikhwanul juga mengharapkan Kelas Inspirasi ini tidak hanya dilakukan setahun sekali, seperti yang dilaksanakan sebelumnya. Bisa ja dua kali setahun atau bahkan empat kali setahun. Tentunya inspirator yang hadir juga lebih banyak serta lebih berkualitas.

“Di daerah lain (seluruh kabupaten/ kota) harusnya dilakukan juga, tentu dengan menjaga kualitas Kelas Inspirasi, orang inspirator yang dihadirkan juga betul-betul kompeten dan kreatif,” harapnya. Selain Ikhwanul, Fakhrur Rozi, wartawan KORAN SINDO MEDAN, juga ikut berpartisipasi mengisi Kelas Inspirasi di Kota Binjai. Bagi dia, berpartisipasi dalam kegiatan ini menjadi pengalaman baru. Ayah dua anak ini merasa sangat beruntung bisa membagikan pengalaman mulai dari kecil hingga menjadi wartawan saat ini. “Saya merasa menjadi orang yang paling beruntung karena bisa bertemu anak-anak yang ternyata lebih menginspirasi. Meski anak-anak itu berasal dari sekolah di kawasan marjinal di Binjai, tepatnya di SD Lembah Jalan Sudirman, semangat dan motivasi mereka tak kalah hebat dari para inspirator,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan, Hasan Barsi menyampaikan dukungan terhadap kegiatan Kelas Inspirasi di sejumlah SD di Kota Medan. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan salah satu dukungan dari lembaga organisasi dalam memajukan dunia pendidikan. Terkadang para siswa jenuh dan membutuhkan cara belajar yang berbeda dari biasanya. Apalagi dalam memberikan materi, para inspirator berbagi cerita tentang perjalanan hidupnya hingga bisa menekuni profesinya saat ini. Dengan cerita, lanjut Hasan, akan memudahkan para siswa tersebut menangkap materi serta memberikan motivasi bagi mereka untuk terus bercita-cita. Karena tidak jarang di antara mereka tidak tahu bahwa banyak profesi yang bisa dijalani nantinya.

“Tentu mereka sangat membantu untuk memotivasi para siswa. Perlu diketahui kalau motivasi bagi siswa itu sangat penting. Kalau siswa sudah memiliki motivasi pastinya akan lebih semangat lagi untuk belajar,” ujarnya. Karena itu, Hasan berharap organisasi lain bisa melakukan hal yang sama untuk memberikan dukungan kepada dunia pendidikan. Selain itu, Hasan juga berharap kegiatan ini lebih rutin dilakukan, khususnya di sekolah-sekolah yang dinilai perlu mendapatkan motivasi. “Selama itu kegiatan positif, kita tentu memberikan dukungan. Bahkan, semua pihak harusnya mendukung,” pungkasnya.

Irwan siregar