Edisi 21-01-2017
Mustahil tapi Menyenangkan


Ada Vin Diesel dan Donnie Yen dalam sebuah film laga dengan aksi-aksi menakjubkan tak masuk akal. Sebuah guilty pleasure untuk penonton. Ini adalah film ketiga seri xXx, sekaligus menandai kembalinya Xander Cage (Vin Diesel) dalam misi xXx.

Dalam film kedua, Xander Cage sempat digantikan Darius Stone (Ice Cube) sebagai jagoan dari program bentukan agen National Security Agency (NSA) Gibbons (Samuel L Jackson). Film dibuka cukup menarik, dengan kehadiran bintang sepak bola asal Brasil, Neymar. Neymar yang berperan sebagai pemain sepak bola sedang dibujuk Gibbons untuk masuk dalam program xXx, saat sebuah satelit jatuh menimpa restoran tempat mereka bertemu.

Jatuhnya satelit tersebut langsung direspons dengan alarm waspada oleh CIA, dipimpin Jane Marke (Toni Collette). Mereka menemukan fakta bahwa sebuah benda bernama Kotak Pandora menjadi penyebab jatuhnya satelit. Kotak Pandora tersebut sangat berbahaya karena bisa digunakan untuk melakukan banyak hal yang berkaitan dengan keamanan.

Singkat kata, siapa yang memegang Kotak Pandora, dia bisa menguasai dunia. Sialnya, Kotak Pandora yang tadinya sudah berhasil dipegang CIA, tiba-tiba dirampok beberapa orang profesional, langsung dari markas CIA dan dari tangan Jane. Dua pelaku utamanya adalah Xiang (Donnie Yen) dan Serena Unger (Deepika Padukone).

Xander, yang rupanya memalsukan kematiannya, dipanggil lagi untuk mendapatkan kembali Kotak Pandora. Semangat pemberontakan dari para anggota xXx masih dipertahankan di film waralaba ini. Misalnya saja, saat Jane meminta Xander untuk terlibat misi ini dengan embel-embel sikap patriot, Xander dengan santai bilang, “Tidak ada lagi patriot.

Sekarang cuma ada tiran atau pemberontak.” Mungkin ini semacam sindiran untuk pemerintah Amerika Serikat. Sikap ini juga konsisten diperlihatkan selama film berjalan, hingga akhir cerita. Return of Xander Cagejuga masih setia dengan aksi laga ekstrem dan perempuan-perempuan cantik khas film xXx. Penonton mau aksi tangan kosong hingga aksi yang paling mustahil dilakukan manusia, semua ada di film ini.

Melakukan aksi ski di hutan atau terjun dari atas pesawat berketinggian ribuan kilometer tanpa parasut, tapi bisa mendarat di bumi tanpa celaka sedikit pun. Itu cuma sebagian dari aksi yang tak akan mungkin dilakukan manusia ciptaan Tuhan tanpa harus menemui kematian.

Tapi itulah xXx. Film ini dibuat bukan untuk dipikirkan tingkat kemasukakalannya, tapi dinikmati dengan sambil asyik makan popcorn sembari meluruskan otot-otot yang tegang. Dan siapa yang akan menyangkal kalau kehadiran Donnie Yen, yang terkenal dengan aksi kungfunya, menjadi penyegar dalam film ini.

Terutama setelah kemunculannya yang juga luar biasa di Rogue Onepada akhir tahun lalu. Sementara, kehadiran Vin Diesel dengan aksi-aksi ekstrem, tingkah nyeleneh, dan perempuan cantik, pasti akan membuat penonton menyangka sedang menonton Fast and Furious.

Kedua film ini memang layaknya anak kembar. Bedanya, xXxtak peduli dengan skenario yang rapi. Karena para pembuatnya tahu, penonton yang membeli tiket film ini hanya ingin dimanjakan matanya.

herita endriana