Edisi 12-01-2017
Tren Healthcare dan Biotech Starup 2017


H-CUBE coworking space yang merupakan coworking space pertama di Jakarta yang berfokus pada teknologi kesehatan dan gaya hidup mengadakan diskusi dengan topik “Healthcare & Biotech Startup Trend in 2017” di Gedung Graha Anam, Menteng, Jakarta Pusat.

Para pembicara yang hadir dalam diskusi ini merupakan para ahli di bidangnya, yaitu Prof Arief Boediono PhD (reproduction technology expert), Dr Adhiatma Gunawan (startup coach dan entrepreneur), Dr Ivan Sini( BMHS/Bunda Group Commissioner & Healthcare Entrepeneur ). Diskusi ini membahas industri kesehatan yang banyak sekali memerlukan perhatian.

“Industri di bidang kesehatan telah berubah jauh dari dunia pelayanan kesehatan yang hanya berpola pada perfect dokter, pelayan kedokteran saat ini lebih luas dikembangkan, sudah terlihat nyata bahwa industri dari pelayanan kesehatan menjadikan kita terbuka bahwa pelayanan kesehatan tersendiri mempunyai marketing yang sangat luas,” tutur Ivan sebagai salah satu pembicara. Kemajuan teknologi sangat berkembang begitu pesat.

Salah satu kemajuan teknologi merambah di bidang kesehatan seperti kedokteran. Kemajuan dalam bidang kesehatan ini sangat berkembang begitu pesat sehingga banyak temuan yang didapatkan dengan bantuan teknologi, baik dalam bidang pengorganisasian rumah sakit, pengobatan, maupun penelitian pengembangan dari ilmu kesehatan itu sendiri.

Pelayanan kesehatan berbasis teknologi informasi tengah mendapat banyak perhatian dunia. Terutama disebabkan oleh janji dan peluang bahwa teknologi mampu meningkatkan kualitas kehidupan manusia. Jika dilihat di bidang kesehatan, Indonesia mempunyai populasi yang besar sekali sehingga mempunyai kebutuhan lebih tinggi untuk hidup sehat.

Tren tidak hanya diperlukan untuk gaya hidup, semua orang memerlukan hidup sehat mulai dari memilih makanan hingga mengatur jadwal olahraga. Penggunaan internet Indonesia yang besar membuat posisi market digital yang besar dan bisa dijangkau dengan luas. Dengan market digital yang sudah tersedia, maka bidang kesehatan tinggal berinovasi.

“Jika kita lihat di industri kesehatan, tentu kita bisa melihat industri kesehatan itu tidak bisa jauh dikaitkan dengan lifestyle . Berapa banyak kita tahu sekarang orang yang terbang ke Korea untuk operasi bedah plastik. Itu adalah salah satu cara kita untuk bisa menunjukkan healthcare itu punya value, “ sebut Ivan. Diyakini bahwa saat ini tren masyarakat di bidang kesehatan sudah berubah dengan banyaknya aplikasi kesehatan digital.

Para pasien saat ini sedikit demi sedikit telah mengikuti perkembangan tren ini. Selain membahas perubahan tren masyarakat soal market digital dan bagaimana healthcare sudah berkembang menjadi lifestyle pada diskusi ini, Prof Arief Boediono menjelaskan bagaimana perkembangan biotech bisa melakukan inovasi-inovasi teknologi yang tak biasa yang mungkin dilakukan. Prof Arief membahas bioteknologi reproduksi modern.

Contoh kasus pria yang tak punya sperma pun masih bisa punya anak. Kasus pria seperti ini masih bisa ditolong dengan menggunakan teknologi ICSI (intra-cytoplasmic-sperminjection ) yang masuk ke dalam prosedur bayi tabung. Dengan teknologi ini, sperma yang nihil di air mani akan langsung dicari lewat jalan operasi di saluran sperma (epididymis ) atau testis sebagai pabriknya. Sperma tersebut akan dibekukan dan langsung disuntikkan ke sel telur lewat proses bayi tabung.

“Tidak ada sperma di air mani bisa jadi karena ada masalah di saluran spermanya. Kalau tidak ada sperma di air mani, kita akan lihat di salurannya (epididymis ). Kalau tidak ada, kita lihat pabriknya yaitu testis. Tapi kalau pabriknya sendiri tidak produksi, ya tidak bisa punya anak,” ujar Prof Arief Boediono.

mg-2/mg-3