Edisi 12-01-2017
Turun Drastis, Berat Badan Cepat Naik


Ketika kehilangan berat badan, tubuh akan berusaha untuk mempertahankan ke berat badan semula. Hal ini disampaikan oleh Eric Ravussin PhD, direktur the Nutrition Obesity Research Center di the Pennington Biomedical Research Center.

“Semakin Anda berupaya untuk mengurangi berat badan, tubuh juga semakin giat untuk menolaknya,” ujarnya dikutip dari laman Webmd. Cara tubuh menolak pengurangan berat badan ini adalah dengan memperlambat metabolisme istirahat. Semakin cepat dan ekstrem penurunan berat badan yang terjadi, maka semakin lambat pula metabolisme tubuh.

Studi terbaru menunjukkan bagaimana metabolisme tubuh melambat seusai penurunan berat badan. Kevin Hall PhD, seorang peneliti di National Institutes of Health, menghabiskan waktu enam tahun untuk mengikuti perjalanan para kontestan di program televisi reality show The Biggest Loser.

Program ini menantang orang gemuk dan memasangkan mereka dengan para instruktur yang melatih mereka berolahraga ekstrem selama 4,5 jam per harinya. Menyusul diet ketat yang harus diikuti sehingga mereka bisa cepat turun berat badan. Pada akhir kompetisi, yakni tujuh bulan kemudian, beberapa peserta telah kehilangan berat badan setengah dari berat badan semula mereka.

Masalahnya adalah, metabolisme mereka melambat walau telah kehilangan berat badan. Di akhir acara ketika mereka berada pada berat badan terendah mereka, metabolisme istirahat para peserta justru turun lebih dari 600 kalori setiap hari jika dirata-ratakan.

Para peneliti memang telah memprediksi metabolisme yang melambat ini dalam kalori yang mereka bakar setiap harinya. Namun, metabolisme yang “terjun” ini di luar prediksi tim peneliti. Dan bertolak belakang dengan perkiraan peneliti, metabolisme para peserta ini tidak pernah menyesuaikan kembali dengan tubuhnya setelah kehilangan berat badan.

Pada beberapa kasus, mereka justru lebih melambat. 13 dari 14 peserta mendapatkan kembali ada yang kembali naik berat badannya.

(sri noviarni)