Edisi 21-01-2017
Film Jawara di FSAI 2017


Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI) 2017 akan menayangkan sederet film Australia dan Indonesia yang memenangi penghargaan di berbagai festival film.

Salah satu film yang akan ditayangkan adalah Lionyang meraih empat nominasi dalam Golden Globe Awards awal Januari lalu. FSAI akan diadakan pada 26-29 Januari di Senayan City XXI, Jakarta, juga di Makassar dan Surabaya. Selain film Lion yang diangkat dari kisah nyata, akan ada pula penayangan lima film Australia yang diputar, yaitu Girl Asleep (drama, komedi), Looking for Grace (drama, misteri), Spear (drama), Satellite Boy (drama), dan The Ravens (drama).

Nyaris semua film memiliki fokus cerita pada pencarian identitas para tokoh utamanya. Adapun untuk film Indonesia, akan diputar film Sendiri Diana Sendiri (Following Diana) karya Kamila Andini, What They Don’t Talk About When They Talk About Love (Mouly Surya), dan Sokola Rimba (Riri Riza).

Selain pemutaran film panjang dan pendek, FSAI juga menyelenggarakan Kompetisi Film Pendek FSAI untuk pertama kalinya. Ada 300 film pendek yang masuk ke meja panitia dan telah terpilih enam finalis yang akan bersaing untuk bisa hadir dalam perhelatan Melbourne International Film Festival pada Agustus mendatang.

Sama seperti film-film yang terpilih untuk diputar di FSAI, keenam film finalis juga menceritakan tentang identitas dan budaya masyarakat Indonesia dalam perjalanan zaman. Misalnya, Nunggu Teka yang berkisah tentang tradisi saat Lebaran, Ojo Sok- Sokan yang bercerita tentang seorang pemuda desa yang ingin sok gaul, dan It’s a Match yang menangkap fenomena aplikasi kencan.

Ada juga Ibu dan Anak Perempuannya yang diangkat dari cerpen karya Happy Salma, mengisahkan percakapan dan rahasia antara ibu dan anak. Berikutnya, ada Deadline yang berkisah tentang percintaan antarmanusia sibuk di perkotaan. Terakhir, ada film animasi OutGrowth yang berkisah tentang hubungan kakek dan cucu perempuannya.

“Film adalah media luar biasa untuk menghibur dan menginspirasi orang di seluruh dunia. Juga memperlihatkan karakter sebuah negara dan cerita mengenai bangsanya,” ujar Duta Besar Australia untuk Indonesia Paul Grigson saat jumpa pers FSAI di Senayan City XXI pada Selasa (17/1).

Kedutaan Besar Australia menjadi penyelenggara acara FSAI. Juri kompetisi film pendek akan dipegang Kamila Andini, sutradara Jennifer Perrot, dan Thomas Caldwell (programmer Melbourne International Film Festival). “Dengan adanya festival film seperti ini, ada ruang untuk film bisa bertumbuh.

Ada world cinema yang bisa kita saksikan di luar film Hollywood yang merajai bioskop Indonesia,” ujar Kamila Andini yang lulusan Deakin University, Melbourne, jurusan sosiologi. FSAI juga akan diadakan di Makassar pada 28-29 Januari serta di Surabaya pada 4-5 Februari. Untuk mendapatkan tiket menontonnya, bisa mendaftar di FSAI2017.eventbride.com.

(herita endriana )