Edisi 29-03-2017
ASI Eksklusif di Indonesia Masih Rendah


ASI adalah anugerah terindah yang diberikan seorang ibu kepada anaknya. Berbagai gizi dan vitamin dimiliki ASI yang tidak dimiliki asupan lainnya.

Sayangnya, seringkali kesibukan ibu dan mobilitasnya yang tinggi menghambat keberhasilan dalam menerapkan ASI eksklusif. Indonesia, negara dengan SDM usia produktif yang terus bertambah, saat ini terdapat 114 juta jiwa angkatan kerja dan 38% di antaranya pekerja perempuan (43,3 juta jiwa), dengan 25 juta di antaranya berada pada usia reproduktif.

Dengan banyaknya usia produktif perempuan, pemerintah menargetkan 80% dari angka kelahiran untuk memberikan ASI ekslusif. Namun, bedasarkan data SKDI, tingkat pencapaian pemberian ASI eksklusif baru 42%. Karena itu, Tiga Generasi dan GabaG Indonesia ingin mengampanyekan #GaransiASI (Gerakan Yakin Memberi ASI) bagi para perempuan muda agar menyusui anak lebih dari satu tahun.

“Kami ingin meluruskan mitos menyusui anak seperti katanya nanti kalau dikasih ASI susah disapih atau sudah bisa jalan dan minum dari gelas kenapa masih nyusu. Padahal, ASI sangat bagus bagi kesehatan anak,” kata Noella Ui Birowo, co-founder Tiga Generasi dalam acara Media Gathering “Lifestyle Solutions Tropical Party “.

Dari sisi medis, menurut dr Wiyarni Pambudi SpA IBCLC, lebih lama memberikan ASI dapat meningkatkan kedekatan emosional ibu dan anak. “Jangan takut sulit disapih atau mitos kalau lama mengonsumsi ASI jadi anak manja. Menyusui itu membantu ibu lebih cermat memantau milestone anak,” kata dr Wiyarni.

Dia menjelaskan, meski bukan sumber nutrisi utama lagi, zat kekebalan dari ASI sangat ampuh sebagai proteksi daya tahan tubuh anak dan meningkatkan kesehatan ibu. “Makin lama durasi menyusui, makin besar manfaat untuk kesehatan ibu dan anak, bahkan untuk jangka panjang. Anak ASI justru lebih matang kemandirian dan penguasaan dirinya,” beber dr Wiyarni.

Tidak ada panduan yang jelas tentang cara menjadi orang tua, tetapi selalu ada cara untuk memberikan yang terbaik bagi anak, salah satunya dengan mendapatkan informasi yang tepat mengenai tumbuh kembang anak. “Dalam tujuannya sebagai pusat layanan keluarga, Tiga Generasi ingin memberikan informasi yang tidak hanya bersifat kuratif atau mengobati, tetapi juga preventif atau mencegah,” kata Noella.

Di seluruh dunia, ASI adalah salah satu investasi terbaik dalam kesehatan global untuk penyelamatan jiwa, kelangsungan hidup, serta meningkatkan derajat kesehatan, perkembangan emosional, dan ekonomi individu dan bangsa. Pemberian ASI secara optimal membuat 5.377 anak dapat diselamatkan setiap tahunnya. ASI juga memangkas biaya perawatan kesehatan. Hampir 256.420.000 dolar AS biaya kesehatan dapat dihemat setiap tahunnya.

Selain itu, 13,8% dari gaji bulanan yang dikeluarkan untuk susu formula juga dapat dihemat. Untuk setiap tahun seorang ibu menyusui, akan menurunkan risiko terkena kanker payudara hingga 6%. Meningkatkan praktik pemberian ASI dapat menyelamatkan ratusan ribu nyawa dan menambahkan miliaran dolar bagi perekonomian global setiap tahunnya. Di negara-negara miskin, tantangan utama adalah keterlambatan inisiasi menyusui dini dan rendahnya cakupan ASI eksklusif.

sri noviarni