Edisi 11-01-2017
Backlog Rumah Masih Tinggi


Kekurangan pasokan hunian (backlog ) perumahan masih tinggi. Saat ini di Jakarta ada sekitar 1,3 juta rumah tangga yang belum memiliki rumah. DKI Jakarta tercatat sebagai provinsi kedua dengan backlog perumahan terbesar di Indonesia.

Calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan akan memberikan perhatian terhadap penyediaan perumahan karena komponen esensial untuk bisa mewujudkan kebahagiaan warga, salah satunya adalah soal ketersediaan rumah yang layak huni. Rumah menjadi tempat awal pembentukan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkarakter.

“Ketika kita mengatakan maju kotanya dan bahagia warganya, maka sebenarnya secara eksplisit bukan hanya benda mati yang dipikirkan, tetapi juga manusianya. Karena perumahan ini adalah salah satu komponen esensial agar warga bahagia,” ujar Anies dalam diskusi media bertajuk “Mengatasi Besarnya Kekurangan Hunian”.

Dia menceritakan saat melintas di kawasan Cakung melihat banyak warga korban penggusuran yang tinggal di bawah kolong jalan tol. Warga digusur tanpa ada surat perintah, tanpa pemberitahuan, dan semua prosedur dilanggar. Menurut Anies, warga itu memang bisa tetap bertahan hidup, namun komponen kebahagiaannya mengalami penurunan yang luar biasa.

Oleh karena itu, dia melihat persoalan hunian ini cukup penting. Kondisi itu dipicu oleh kenaikan harga lahan di Ibu Kota yang sangat tinggi mencapai 16% per tahun, sementara upah riil pekerja tumbuh di bawah 10%. Akibatnya, harga rumah di Jakarta tidak lagi terjangkau sehingga kelas menengah bawah harus pasrah tinggal di pinggiran Jakarta.

“Kita menyaksikan di sini ada persoalan supply and demand yang harus diselesaikan secara struktural. Efeknya mobilitas warga yang bekerja di Jakarta, namun tinggal di suburban tanpa ada solusi transportasi jelas menjadi masalah sendiri. Mereka banyak menghabiskan waktu di jalanan,” kata Anies.

(anton c)