Edisi 20-02-2017
Berlomba Jadi ”Instagramable”


DAYA tarik restoran atau kafe kini tidak lagi sekadar kelezatan makanan atau tempat yang nyaman. Desain yang cantik jika difoto dan di-posting di Instagram (kerap disebut Instagramable) menjadi salah satu kekuatan.

Dilansir dari theglobalandmail , meningkatnya pengguna media sosial (medsos), khususnya Instagram , membuat para pemilik tempat makan dan desainer interior harus memutar otak. Mereka dituntut membuat ruangan yang menarik untuk difoto. Ini karena dekorasi unik, ditambah eksistensi di medsos, membuat bisnis makanan tidak lagi hanya berorientasi pada makanan.

Likes, shares, dan tags yang berkaitan dengan tempat usaha mereka kini sama pentingnya dengan memikirkan menu yang seharusnya disajikan. Menurut Walker Mckinley, arsitek dan mitra di McKinley Burkart Arsitektur dan Desain Interior, medsos adalah panggung atau etalase dunia. Pelanggan melihat medsos sebagai perpanjangan bisnis dari sebuah ruang fisik. “Khusus restoran, kami selalu memperlakukan desain sesuai cara kerja Instagram . Kami memikirkan desain dengan memperhatikan garis pandang, latar belakang, bahkan pencahayaan,” ungkap McKinley.

Dengan memakai resep ini, salah satu restoran yang sukses meraih panggung di medsos adalah Calgarys Bocce Pizzeria. Salah satu area di sana yang dianggap Instagramable adalah kamar pembuatan piza. “Kami ingin menampilkan energi dari proses pembuatan piza, makanya kami merancang ruang dapur terbuka dengan ruang panjang dan dibingkai jendela biru,” ujarnya. Restoran Piano Piano di Toronto pun banyak menginspirasi orang dan fotonya menjadi viral di medsos. Desainer Tiffany Pratt mengungkapkan, Piano Piano menjadi terkenal karena adanya mural bunga merah muda pada eksterior bangunan.

Meskipun awalnya pemilik restoran ragu untuk melakukannya, dia yakin perubahan desain bangunan akan jadi pembicaraan banyak orang, terutama di medsos. “Sejauh ini banyak orang yang telah mengabadikan dirinya dengan latar belakang mural ini,” ungkap Pratt. Desain ruangan restoran atau kafe yang unik memang diakui menjadi daya tarik bagai para pengguna medsos. Ini diakui Dani Prayudhi, 27, ketika dia ingin mengunjungi tempat baru. Referensinya saat mengunjungi tempat makan memang sering berdasarkan unggahan temannya di Instagram.

“Kafe yang Instagramable bikin penasaran untuk didatangin . Sambil nunggu makanan, bisa foto-foto,” ungkap Dani. Menurut Dani, jika makanan di tempat tersebut tidak terlalu istimewa, desain interior yang unik bisa membantu menaikkan nilai tempat tersebut. “Kalau tempatnya bagus kan jadi tertolong juga buat makannya. Istilahnya walaupun nggak murah, terbayarlah dengan tempatnya,” ucapnya. Hal ini juga diamini Muhammad Bela Subakti, 27.

Dia mengaku pernah “tertipu” dengan presentasi makanan yang cantik, tetapi rasanya biasa saja, toh dia tidak pernah kapok untuk menjajal restoran yang memiliki desain interior yang cantik. “Saya sering mencari kafe baru yang unik karena ingin foto-foto,” katanya.

Nurul adriyana