Edisi 11-01-2017
Bagaimana Cara Mendeteksinya?


Tindakan pemeriksaan teratur dapat mengurangi proses terdeteksinya kanker usus besar stadium lanjut. Jika polip ditemukan sejak dini, dokter dapat melakukan operasi untuk mengangkatnya sebelum berkembang menjadi kanker. Berikut tindakan pemeriksaan yang dapat dilakukan secara berkala:

* Kolonoskopi Tes paling akurat dengan memasukkan selang/pipa ke rektum. Dengan begitu, dokter bisa melihat keseluruhan usus besar, mengambil polip dan contoh jaringan untuk biopsi. Biasanya sebelum pemeriksaan, dokter memberi anestesi ringan. Pemeriksaan ini dilakukan 10 tahun sekali.

* Double Contrast Barium Enema (DCBE) Selang kecil dimasukkan ke rektum sehingga cairan barium bisa masuk ke usus besar. Sinar X khusus selanjutnya akan dipancarkan pada tumor yang tampak sebagai bayangan gelap.

* Ultrasound Tes ini menggunakan gelombang suara untuk mengambil gambar di bagian dalam tubuh. Pola yang tidak normal dari gambar indikasi tumor.

* Kolonoskopi Virtual (CT Colonography) Tes ini membuat rekonstruksi tiga dimensi dari usus besar untuk mendeteksi adanya kelainan. Kolonoskopi virtual adalah teknik baru yang masih belum jelas akurasinya.

* Pemeriksaan Tes Darah Samar pada Feses Ini merupakan pemeriksaan penapisan awal kanker kolorektal. Dilakukan dengan mengambil contoh feses yang diletakkan pada kartu khusus. Kartu akan berubah warna jika feses mengandung darah. Studi menunjukkan cara ini dapat menekan angka kematian akibat kanker kolorektal antara 15%-33% bila dilakukan 1-2 tahun sekali.

(sri noviarni)