Edisi 20-03-2017
Rio Dewanto Jadi Juri Barista


AKTOR Rio Dewanto merasa memikul tanggung jawab besar saat didaulat menjadi juri kreativitas melukis kopi, Latte Art Battle .

Keputusannya menjadi juri adalah bagian dari misinya untuk mengembangkan kemampuan peramu kopi (barista) sekaligus mengangkat derajat mereka. “Sebagai juri, saya dituntut tanggung jawab moralnya. Karena kalau kita milih pemenangnya asalasalan, pemenangnya tidak jadi apa-apa,” kata Rio di sela-sela menjadi juri di Cozyfield Gramedia Karawang, Jawa Barat, Sabtu (17/3).

Menurut aktor kelahiran Jakarta, 28 Agustus 1987, ini, acara Latte Art Battle merupakan ruang apresiasi sekaligus silaturahmi bagi barista, juga untuk meningkatkan kepercayaan diri barista dan meningkatkan kemampuannya dalam meracik berbagai jenis kopi Tanah Air.

“Pemikiran masyarakat, terutama orang tua saat ini, profesi barista belum terlalu menjanjikan untuk kehidupan. Tetapi, sekarang kopi telah menjadi gaya hidup masyarakat dunia, termasuk Indonesia, dan tingkat kehidupan profesi barista lambat laun semakin baik. Jadi, penting untuk memberikan ruang apresiasi bagi barista agar semakin hari terlahir barista yang mempunyai kemampuan yang bisa bersaing dengan barista negara lain,” ungkap Rio. Pemeran Jody dalam film Filosofi Kopi ini pun menambahkan, untuk menjadi seorang barista andal, dibutuhkan keterampilan khusus seperti profesi lain.

“Kelihatannya cuma buat dan ngaduk kopi. Tapi setelah saya pelajari, tidak mudah lho menjadi seorang barista, harus punya skill yang tinggi,” tutur pemaran film Modus Anomali ini.

(thomasmanggalla)