Edisi 21-04-2017
Menjelajah Keindahan Alam Perak


INGIN menikmati suasana liburan yang berbeda dan tidak terlalu jauh dari Tanah Air? Perak Agrotourism Resort (PATRO) di Malaysia bisa menjadi alternatif yang layak untuk dinikmati.

Banyak aktivitas seru dan menyenangkan yang ditawarkan dalam ekowisata ini, seperti farm tour. Di sini wisatawan bisa memetik sayuran dan buahbuahan, memberi makan ternak, membuat telur asin, berkeliling area pertanian dengan mengendarai ATV atau sepeda, dan masih banyak lainnya.

Wisatawan juga bisa melihat beragam jenis tumbuhan yang digunakan sebagai bahan produk kecantikan dan obat-obatan serta melihat proses pembuatannya secara langsung. “Seru banget bisa menghabiskan weekend di sini. Suasananya membuat kita jadi lebih rileks. Kita juga melakukan aktivitas seperti petani lokal,” kata Vita, salah seorang wisatawan dari Jakarta. Selain melakukan beragam aktivitas di area pertanian dan peternakan, para wisatawan juga bisa menjelajahi keindahan alam Perak. Menikmati keindahan air terjun, melakukan jungle tracking , memacu adrenalin dengan paddle boat dan watersport , dan melepaskan stres dengan hiking mengitari danau di tengah pepohonan yang rindang.

Sungguh sebuah aktivitas yang tidak hanya memacu adrenalin, juga menjadi refleksi sehingga saraf menjadi lebih kendur. Horse riding atau menunggang kuda bisa juga menjadi pilihan. Aktivitas ini sangat aman, bahkan untuk anak-anak sekalipun karena dipandu oleh trainer yang berpengalaman. Telah disediakan perlengkapan mulai dari helm, boot, dan lainnya. Untuk mengendarai kuda yang berasal dari Selandia Baru, Australia, dan Argentina selama 30 menit, pengunjung harus mengeluarkan uang sebesar Rp150.000.

Setelah lelah , wisatawan bisa memanjakan diri dengan memanfaatkan beragam fasilitas layanan spa dan treatment . Juga bisa menikmati beragam sajian yang diambil dari kebun dan peternakan di sekitar resor. Sensasi kulinernya akan sulit untuk dilupakan.

Bekas Lokasi Tambang Timah

Sebelum dijadikan lokasi agrowisata terpadu, kawasan ini merupakan bekas tambang timah. Kawasan ini kemudian dialihfungsikan menjadi proyek agrowisata yang dikelola masyarakat di bawah koordinasi SADC (Perak State Agriculture Development Corporation), yakni lembaga pemerintah negara bagian yang bertanggung jawab dalam pengembangan pertanian. Lembaga ini dipimpin oleh Dato’Ahmad Rizal Abdul Rahman. Pariwisata menjadi sumber pendapatan ekonomi baru seiring penurunan hasil timah dan kayu yang semakin dikontrol pengolahannya.

Destination Perak, pengelola pemasaran dan jualan PATRO dan sektor pariwisata di seluruh Negara Bagian Perak, sangat gencar melakukan promosi hingga ke mancanegara. Meningkatnya jumlah pelancong akan berpengaruh terhadap pendapatan para petani PATRO. “Meningkatkan pendapatan dan profitabilitas petani kecil dengan membantu mereka melakukan diversifikasi dari komoditas rendah menjadi produk khusus berkualitas tinggi,” kata Abd Raheem Mohamad, CEO & Managing Director Destination Perak di MNC News Center, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (13/4) lalu.

Sebelum dikelola menjadi agrowisata terpadu, lokasi ini hanyalah merupakan lokasi pertanian biasa. Dikelola oleh para petani. Memang ada toko untuk berjualan. Namun, belum ada upaya untuk meningkatkan pendapatan para petani secara lebih maksimal. Lokasi itu kemudian diubah menjadi lokasi agrowisata terpadu sejak Mei tahun lalu. Agrowisata ini terbukti telah membantu para petani untuk melakukan branding , pengemasan hingga pemasaran, baik dalam skala domestik maupun internasional, sehingga mereka lebih siap berkompetisi secara global.

Setelah dikelola dengan lebih profesional, kini pertumbuhan ekonomi di lokasi ini semakin menggeliat. Harga cabai, misalnya. Semula harga jualan cabai adalah rendah. Dengan adanya agrotourism ini, harganya boleh terjual lebih tinggi karena dikemas dengan menarik. “Begitu juga dengan pembeli. Bisa mendapatkan cabai yang lebih fresh , mengetahui grade -nya seperti A atau lainnya. Juga bisa mengetahui secara langsung taraf kepedasannya seperti apa. Selain itu, tentu saja bisa memetik langsung pula dari kebun,” katanya.

ICF 2017

Pada tahun 2017 ini, dengan Visit Perak Year 2017, pemerintah Malaysia berusaha mendatangkan 6,5 juta wisatawan. Dari jumlah itu, 50.000 wisatawan ditargetkan untuk mengunjungi PATRO. Sejak diresmikan pada 14 Mei 2016 lalu, sekitar 10.500 wisatawan telah mengunjungi agrowisata kebanggaan Perak ini. Angka yang fantastis untuk menunjukkan bahwa sektor pariwisata benar-benar menjadi tulang punggung negara bagian yang berpenduduk sekitar 2.500 jiwa ini. Ada banyak strategi untuk mendongkrak jumlah wisatawan. Salah satunya adalah mengadakan event berskala internasional.

“Jadi, lahirlah Ipoh Cycle Fest . Ini adalah strategi kami untuk mendongkrak peningkatan jumlah wisatawan. Dan Ipoh Cycle Fest 2017 (ICF 2017) tahun ini diadakan berbarengan dengan event maraton Gran Fondo New York (GFNY) yang diikuti berbagai negara. Kami lakukan promosi dan memastikan bahwa upaya ini berjalan dengan baik dan tepat sasaran,” tuturnya. GFNY adalah international cycling marathon yang untuk pertama kalinya diadakan di Malaysia

Banyak Pilihan Wisata

Selain PATRO, masih banyak pilihan objek wisata di Perak. Salah satunya adalah Royal Belum, state park atau cagar alam yang dikelola pemerintah. Berdasarkan hasil penelitian para ahli, Royal Belum merupakan hutan hujan tertua di dunia. Usianya 132 juta tahun. Lebih tua daripada Hutan Amazon yang berusia 85 juta. Royal Belum juga memiliki flora dan fauna yang lebih beragam. Tidak sulit untuk sampai ke Royal Belum. Tidak jauh dari jalan raya terdapat penyewaan boat .

Perjalanan bisa ditempuh dalam waktu 20 menit. Di hutan lindung ini juga masih menetap suku asli. Seperti apa aktivitas mereka bisa dilihat dari dekat. Jika wisatawan ingin bermalam, di tempat ini tersedia penginapan. Perak juga mempunyai Wild Life Safari Trail di Taiping. Di sekitarnya terdapat Orang Utan Island. Disediakan sebuah kapsul yang panjangnya sekitar 200 meter untuk bisa melihat lebih dekat orang utan. Pengunjung “dikurung” di dalam kapsul, sementara orang utan bebas berkeliaran.

Selain keindahan alamnya, Perak juga dikenal dengan heritage tourism -nya. Masih terjaga dengan baik jejak-jejak sejarah ketika 600 tahun silam nenek moyang mereka datang untuk pertama kalinya ke Perak. Nah yang juga menarik perhatian adalah Kellies Castle yang termasyhur itu. Kellies Castle terletak di Batu Gajah, Kinta District, Perak. Didirikan oleh William Kellie Smith, seorang pengusaha tambang timah dan perkebunan dari Skotlandia pada tahun 1900-an. Kastil ini konon untuk anak dan istrinya.

“Kellies Castle merupakan salah satu atraksi yang terkenal. Kastil ini didirikan pada 1900. Saat ini dikelola oleh pemerintah. Rencananya para peserta GFNY akan lewat di depan Kellie Castle. Para wisatawan dari Indonesia biasanya senang berpose di kastil tua ini. Very beautiful ,” kata Raheem. Ada lagi hal menarik lain dari Perak. Pada pertengahan tahun ini, theme park animasi, yang merupakan hasil kerja sama dengan Dreamworld, akan segera dioperasikan. “Target kami adalah wisatawan dari Indonesia bertambah setelah animation park di Ipoh dibuka karena ada tarikan BoBoiBoy . Animation park ini akan jadi home base for BoBoiBoy ,” sebutnya.

Sektor Wisata Baru

Saat ini Destination Perak, perusahaan pengelola pariwisata milik pemerintah setempat, sedang gencar melakukan pengembangan tourism attraction atau sektor pariwisata, di antaranya cyling atau aktivitas bersepeda. Menurut Raheem, sektor pariwisata yang satu ini sangat unik dan digarap secara serius. “Because it’s simple. You don’t have to cycle three hundred kilometers. Bisa saja naik, kemudian di satu lokasi, jalan ke Patro. Selesai di Patro, kemudian ke Ipoh dengan train . Kemudian cycling . Jadi, one of the next project is cycling tourism ,” katanya.

Kegiatan sepeda ini diyakini akan mendatangkan pendapatan yang signifikan mengingat aktivitas yang satu ini, secara ekonomi, sangat potensial seperti yang sudah dikembangkan di negara-negara di Eropa. Biasanya para cyclists membutuhkan waktu kurang lebih satu bulan untuk menjelajahi route cycling . Mereka bukanlah backpacker. Mereka telah menyiapkan dana yang besar, terutama membayar tempat yang aman dan nyaman untuk menyimpan sepeda yang harganya tentu saja tidaklah murah.

Dijuluki sebagai old town, Perak berusaha menjadikan pariwisata sebagai sektor penting pendapatan utama. Beragam sarana infrastruktur seperti jalan, listrik, sarana transportasi umum, akomodasi, dan lain-lainnya dibangun. Sudah terlihat sangat siap!

Yaomi