Edisi 21-04-2017
Pengaruh Hidup Modern terhadap Pasien Bipolar


GAYAhidup modern dapat menyumbang pengaruh negatif kepada pasien bipolar. Seperti perilaku konsumtif, penyalahgunaan obat-obatan, hingga meningkatkan perilaku impulsif di antaranya berjudi, ngebut, dan seks bebas.

Pada pasien gangguan bipolar (GB), segenap hal tersebut dapat memicu timbulnya depresi yang akan meningkatkan risiko bunuh diri. Dijelaskan Dr Iman Firmansyah SpKJ, Kepala Rehabilitasi BNN dan Kepala Bidang Hukum dan Etika Perhimpunan Kedokteran Jiwa Indonesia cabang Jakarta (PDSKJI Jaya), masyarakat yang mengikuti arus gaya hidup modern, namun tidak bijaksana menyikapinya, dapat menyebabkan timbulnya berbagai macam masalah dalam kehidupannya. Stresor yang terdapat pada manusia bisa disebabkan banyak hal, mulai dari kehilangan orang yang dicintai, bencana, masalah pekerjaan atau bisa juga berupa rangkaian dari pengalaman yang mengganggu dari hari ke hari.

“Masalah-masalah tersebut bila tidak ditangani dapat menyebabkan gangguan stres, gangguan mood , emosi labil, mudah emosi, agresif hingga sedih berkepanjangan dan semakin lama menjadi gangguan keseimbangan mental atau masalah dengan kejiwaan,” sebut dr Iman dalam acara konferensi pers memperingati Hari Bipolar Sedunia dengan tema Bipolar vs Gaya Hidup Modern. Nah, gangguan kejiwaan yang berhubungan dengan masalah emosi dan perasaan tersebut adalah gangguan mood yang dalam istilah medis sering dinamakan GB. Ini adalah masalah kejiwaan yang tidak sederhana dan tidak mudah ditegakkan diagnosisnya.

Beberapa faktor risiko lain yang menyebabkan gangguan jiwa menjadi lebih rentan pada setting perkotaan seperti hidup di kota yang tidak ramah manusia, keadaan kota yang macet, faktor kemiskinan, kesenjangan sosial, kompetisi tidak sehat, budaya instan, overcrowding population , dan lain-lainnya.

Memang bukan secara langsung menjadi trauma berat, tetapi dapat menyebabkan minor emotional injuries yang berakumulasi seiring berjalannya waktu. Bahkan, masalah pemilihan gubernur DKI 2017 termasuk meningkatkan level stres dalam keseharian hidup warga Jakarta dalam beberapa bulan terakhir.

Sri noviarni