Edisi 21-01-2017
Dua Petahana Saling Serang


YOGYAKARTA–Dua calon Wali Kota Yogyakarta, Imam Priyono dan Haryadi Suyuti, yang sama-sama berstatus petahana saling serang dalam debat publik Pilwali Kota Yogyakarta 2017.

Namun, debat tahap pertama dari tiga perhelatan yang dijadwalkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta dinilai belum menjawab akar persoalan. Sesuai tema yang diangkat, debat terkait ko - mitmen tata kelola pemerintahan yang bersih dan antikorupsi dari para calon.

Dimoderatori oleh alumnus Universitas Gadjah Mada sekaligus aktivis antikorupsi, Wasingatun Zakiyah, kedua pasangan calon (paslon), Imam Priyono-Achmad Fadli dan Haryadi Suyuti-Heroe Poerwadi, dimintai ko - mitmennya menegakkan integritas birokrat yang antikorupsi. Sesuai tema kedua paslon juga diberi ruang saling menanyakan kinerja pemerintahan periode 2011-2016 serta langkah konkret me - reka mewujudkan visi-misi sebagai calon pe - mimpin Kota Yogyakarta lima tahun ke depan.

Paslon nomor urut satu, Imam-Fadli, me - nawarkan visi membuat Kota Yogyakarta yang lebih nyaman, aman, dan berbudaya. Tujuh mi - si juga ditawarkan kepada masyarakat di an ta - ranya membuat Kartu Jogja Sehat, Kartu Jog - ja Cerdas, memperkuat ekonomi berbasis krea tif, revitalisasi budaya, tata kelola pe me - rintah, perlindungan terhadap semua kaum gender, dan meningkatkan birokrasi bersih. Lawannya, paslon nomor urut dua, Har - yadi-Suyuti, menawarkan program gerakan masyarakat dengan visi memajukan dan meneguhkan Kota Yogyakarta sebagai kota yang nyaman huni. Lalu menjadi pusat pe - layanan jasa berpijak pada nilai keistimewaan. Misi yang diusung adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing, memperkuat moral dan etika, perkuat tata kota dan kelestarian lingkungan, me ning - katkan kualitas kesehatan pendidikan fasilitas publik, serta tata kelola pemerintahan yang bersih. Dalam sesi tanya jawab, Imam-Fadli menyinggung an - ti sipasi praktik korupsi yang ter indikasi dimulai sejak tahap perencanaan anggaran.

Imam juga mempertanyakan keter li - batan swasta dalam peren ca - na an anggaran maupun pe nyu - sunan rancangan peraturan daerah. Terlebih misi Haryadi-He roe yang akan menjadikan Kota Yogyakarta sebagai pusat pe la - yanan jasa yang rentan peran swasta mengintervensi kebi jakan pemerintah. “Saya ber-khusnudzon (berprasangka ba ik) saja, tidak ada orang yang be - rangkat kerja hari ini saya mau korupsi apa.

Untuk pe nyusunan raperda itu ber-sa ma-sama dengan legislatif dan masya ra - kat, penyusunan se suai ke ten - tuan dan ke-pen tingan ma sya - ra kat,” kata Har yadi. Sementara paslon nomor urut dua, Haryadi-Heroe, mem - pertanyakan Kartu Jogja Cer - das dan Kartu Jogja Pintar yang diluncurkan mantan duet nya itu serupa dengan ja min an telah dikeluarkan pemerintah pusat. Bahkan sudah terintegrasi de - ngan peme rin tah daerah hing - ga cara meng antisipasi korupsi yang me li batkan pihak lain di luar sistem birokrasi.

“Kenyataan di lapangan se - lama saya jabat wakil wali kota, banyak sekali warga miskin di Kota Yogyakarta tak miliki ja - minan pendidikan dan ke se - hat an. Kartu ini kami bagikan un tuk warga miskin yang be - lum terjangkau dan akan di - sinkronkan dengan Kartu In - donesia Pintar dan Kartu Indo nesia Sehat,” kata Imam. Sementara dalam me ngan - ti si-pasi korupsi di luar sistem birokrasi, Fadli menjawab pe - rampingan organisasi pe rang - kat daerah bisa mempermudah pe ngawasan.

Mendengar ja - wab an Imam soal Kartu Jogja Cerdas dan Kartu Jogja Pintar, Heroe menjawab seluruh war - ga yang memiliki e-KTP oto ma - tis telah terdata sebagai pe ne - rima hak beragam jaminan so - sial dan telah dianggarkan oleh pemerintah. Sementara aktivis anti ko - rupsi Yogyakarta, Tri Wahyu, me nilai debat belum men gang kat isu korupsi aktual yang terjadi di Kota Yogyakarta. Ter - lebih, ada oknum PNS di Pemkot Yogyakarta yang terjerat kasus korupsi, tapi hingga kini belum dicopot dari jabatannya.

“Banyak permasalahan kon kret seperti kasus korupsi Per gola dan di Kesbang, itu ha - rusnya diangkat karena tema soal korupsi. Terungkap juga ka lau menarik yang diung kap - kan paslon, korupsi di luar sistem, pembahasan anggaran di lapangan golf, ngobrol di rumah, ini harusnya didalami, ini ada apa maksudnya. Debat ke - dua temanya lingkungan, ha - rus lebih mendalam agar ja - wab an dari paslon tidak nor - matif seperti tadi,” katanya se - usai menyimak debat para pas - lon.

Ketua KPU Kota Yog ya karta, Wawan Budianto menga ta - kan, secara umum penye leng - ga raan debat perdana berjalan lanc ar. Hanya pihaknya ber ha - rap seusai debat perdana par ti - si pasi masyarakat bisa tum - buh. “Tak hanya dalam pen co - blos an nanti, tapi kami juga me nunggu masukan dari ma - sya rakat untuk dua debat se - lanjutnya. Pasti ada evaluasi, ba ik dari kemasan serta tema fak tual di masyarakat juga kami harapkan,” katanya.

ristu hanafi