Edisi 21-01-2017
Perbaikan Jembatan Cisomang Terkendala Lalu Lintas Kendaraan


PURWAKARTA – Perbaikan Jembatan Cisomang di Km 100+700, Tol Cipularang masih terkendala dengan ulah sebagian pengemudi kendaraan besar yang tidak mematuhi pengalihan arus lalu lintas.

Ketidakpatuhan tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap proses perbaikan jembatan yang ditargetkan harus selesai akhir Maret mendatang. “Selain cuaca, adanya kendaraan yang tidak mentaati peraturan juga sangat menghambat proses perbaikan. Untuk itu, kami imbau masyarakat pengguna jalan mengikuti peraturan yang telah ditetapkan. Seperti pengalihan arus ke jalur lama,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Pudji Hartanto Iskandar.

Dia berharap, pengguna jalan tol khususnya pengemudi yang membawa kendaraan besar seperti truk dan bus untuk bisa bersabar. Sebab, perbaikan Jembatan Cisomang memerlukan kerja sama dengan semua pihak. Hal itu demi keselamatan dan kelancaran bersama. Kepala Korps Lalu Lintas Polri Brigjen Royke Lumowa saat berkunjung ke lokasi Jembatan Cisomang meminta kepada seluruh pihak yang menangani perbaikan jembatan Cisomang agar menyelesaikannya dengan tepat waktu. Selain itu juga meminta para pengendara untuk bersabar ketika melintasi jembatan Cisomang.

Khususnya bagi kendaraan besar seperti truk dan bus. Sebab, jembatan Cisomang masih dalam tahap perbaikan. “Ya, kami pressure betul, sehingga jembatan Cisomang ini bisa selesai sesuai jadwal, hingga akhir Maret sudah harus clear. Ini penting, sebab nantinya akan digunakan untuk arus mudik Idul Fitri mendatang. Karena ini untuk keselamatan kita semua. Kalau semua berbondong-bondong ingin memaksakan masuk ke Cisomang ini kan resikonya juga sangat besar. Mohon pengertian para pemakai jalan,”tutur Royke.

Selain, adanya kendaraan besar yang sebagian ada saja yang tidak mematuhi pengalihan arus, faktor cuaca juga menjadi salah satu penyebab perbaikan Jembatan Cisomang tidak sesuai target. Sebelumnya, Direktur Utama Jasa Marga Desy Arryani mengungkapkan, akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk menyiapkan alternatif jika kemungkinan terburuk jembatan Cisomang harus ditutup karena curah hujan yang tinggi. “Terkait musim hujan, kami telah melakukan antisipasi. Karena khawatir curah hujan yang tinggi akan mempengaruhi proses perbaikan. Seandainya jembatan cisomang ditutup total, maka kendaraan dari arah Jakarta akan diarahkan untuk keluar di KM 99,” ujarnya.

Manfaatkan KA Barang

Sementara itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat mendorong para pelaku eksport dan import untuk menggunakan jasa kereta api barang Tanjung Priok- Bandung untuk mengurangi kepadatan dan beban Jembatan Cisomang selama masa perbaikan. Kepala Dishub Jabar Dedi Taufik menuturkan, sudah meminta kepada para pengusaha logistik untuk lebih memanfaatkan kereta api dalam proses distribusi. Mengingat saat ini masih ada proses rekayasa lalu lintas di Tol Cipularang paska bergesernya jembatan Cisomang.

Terlebih saat ini juga ada kerusakan di jalur tengah terutama di titik Cadaspangeran yang bisa menganggu arus barang Cirebon-Bandung. “Memakai kereta barang itu memang bisa jadi pilihan,” katanya, di Bandung, kemarin. Dia mengungkapkan, upaya untuk mengurangi beban kendaraan di jalan tol Cipularang sejak kasus Cisomang telah menjadi perhatian semua pihak. Mulai dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar pun ikut memikirkan solusi jangka panjang terutama lewat penggunaan kereta logistik dari Gedebage-Tanjung Priok.

“Jangka pendek yang bisa kita lakukan cukup rekayasa lalu lintas, penggunaan kereta ini bagian dari antisipasi jangka panjang,” ujarnya. Pihaknya menghitung lalu lintas angkutan barang dari Bandung atau menuju Bandung via Cipularang saja per hari mencapai 8.000 angkutan barang. Angka ini dinilai sangat tinggi dan akan terus naik jika pengusaha tidak mengalihkan barang ke angkutan kereta api. Kesiapan PT KAI menurutnya untuk melakukan pengiriman barang sudah menghitung kapasitas Gedebage.

“Per hari itu ada 6 kereta dan bisa mengangkut 120 kontainer per hari, PT KA sudah siap,” cetusnya. Dedi berharap, sosialisasi terus menerus yang akan dilakukan pihaknya pada pengusaha logistik dan kamar dagang secara perlahan bisa membuat pergerakan barang bisa beralih ke rel. “Tidak bisa kita terus mengandalkan rekayasa lalu lintas di jalan, sementara peran kereta api bisa lebih dioptimalka,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar Hening Widiatmoko juga mengungkapkan, masalah Cisomang bisa memicu kenaikan harga sejumlah komiditas. Pasalnya jalur distribusi menjadi terganggu akibat adanya larangan kendaraan berat melintasi Jembatan Cisomang. “Inflasi akan naik, kecukupan kebutuhan pokok akan terganggu (jika arus distribusi tidak lancar),” ujarnya.

didin jalaludin/ mochamad solehudin