Edisi 27-03-2017
Objek Wisata Baru Menggoda Wisatawan


GUNUNGKIDUL– Objek wisata di Yogyakarta bukan hanya Malioboro dan Keraton. Sangat rugi bagi Anda jika hanya wisata berkutat pada kawasan Kota Yogyakarta.

Ada banyak kawasan wisata baru yang bisa wisatawan jajaki. Baik untuk keperluan berfoto ria maupun menguji adrenalin dengan menantang “keangkeran” alam. Di wilayah Gunungkidul mi - salnya. Ada Gua Jomblang di Ke ca matan Semanu yang sudah ter kenal di antara para pencinta alam untuk menguji adrenalin Anda. Selain itu, Gunungkidul ma sih menyimpan berbagai des tinasi petualangan yang mem butuhkan mental dan fisik yang kuat.

Salah satu yang benar-benar masih baru sehingga belum ba - nyak diketahui orang adalah wi - sata petualangan di Gua Ngu - lur an. Gua yang berada di bibir pan tai di Desa Purwodadi, Ke - camatan Tepus, tepatnya sisi ba rat Pantai Siung. Dari Kota Yogy akarta membutuhkan waktu tempuh 2,5-3 jam untuk sampai ke lokasi. Gua Nguluran ini juga ber - dekatan dengan Pantai Ngetun yang dikenal juga sebagai tempat penyu-penyu bertelur.

Ka re na itu, petualangan Anda ha rus dimulai dari pantai ini me ngingat tidak ada akses jalan ken daraan roda dua maupun roda empat menuju ke Gua Ngu luran. Menurut salah satu pengelola objek wisata petualangan Gua Nguluran, Heri Sulistyo, untuk masuk ke mulut gua, wisatawan harus berjalan kaki sejauh 1 kilometer dari Pantai Ngetun menuju sisi barat. Jalannya terjal, naik turun bukti sehingga membutuhkan fisik kuat. Tak heran, wisatawan harus istirahat dua sampai tiga kali.

“Ini memang wisata petualangan, jadi tidak semua wisatawan berani masuk ke gua tersebut,” katanya kepada KORAN SINDO YOGYA kemarin. Setelah melalui tebing pinggir pantai, wisatawan harus menuruni tebing dengan tali yang kedalamannya sekitar 25 meter dengan teknik rappeling . “Ini juga membutuhkan kebe ra - nian karena wisatawan harus tu run dari tebing mengguna - kan tali pengaman yang diken - dalikan pemandu,” ujarnya. Ujian tersebut masih awal saja.

Setelah berhasil menuruni tebing, keindahan bibir pantai yang belum terjamah akan sejuk di mata. Belum lagi udara se - gar dan suara deburan ombak men jadikan kenikmatan ter - sen diri bagi penakluknya. Per - ja lanan pun dilanjutkan dengan menyusuri tebing menuju mulut Gua Nguluran. Sesampai di mulut gua, Anda bakal takjub melihat kebesaran Sang Pencipta. Sebuah mulut gua besar dengan mata air di da - lamnya dan juga air terjun de - ngan gemericik suara air yang me netes dari stalaktit gua ma - sih alami.

Manajer Geopark Gunung Sewu Budi Martono mengakui keindahan eksotik alam dan gua tersebut. Karenanya, dia me - nyem p atkan diri tracking dan masuk ke Gua Nguluran. “Be gi - tu masuk, langsung bertemu te - la ga dengan kedalaman 4 meter dan harus berenang sejauh 20 meter. Ini pengalaman yang luar biasa bagi saya,” ucapnya. Dia pun mencoba meminum air terjun langsung dari sumbernya. Airnya dirasakan sa - ngat tawar dan segar.

“Wuih pemandangannya luar biasa indah. Stalaktitnya berbeda de - ngan gua-gua lainnya, ada per - pa duan telaga, air terjun, dan stalaktit hidup. Benar-benar the hidden paradise,” ucap mantan Sekda Gunungkidul ini. Ornamen dalam gua yang terbentuk sangat komplet. Mi - sal nya flowstone, dripstone, sodastraw, gourdam , batuan mutiara (pearl ), dan batuan lainnya.

Namun, untuk menjaga kelestariannya, jumlah pengunjung dibatasi. Untuk satu ke - lom pok maksimal berjumlah 10 orang dengan harga paket wisata Rp1,5 juta setiap kelompok - nya. Untuk satu hari, maksimal hanya 20 orang yang bisa masuk dan mengeksplorasi gua yang me nawan ini. Selain Gua Ngu - lur an, bagi Anda yang ingin me - nguji adrenalin pun bisa me na - karnya di Pantai Timang. Tidak jauh-jauh dari Pantai Siung, ma - sih satu desa, yakni Desa Pur wo - dadi.

Di pantai ini wisatawan bisa naik gondola untuk menyebe - rang pantai menuju sebuah pulau kecil. Tarifnya pun terbilang terjangkau. Setiap pengunjung dikenakan tarif Rp150.000 untuk wisatawan lokal dan Rp200.000 bagi turis mancanegara. Gondola sebenarnya tempat menyeberang sederhana yang digunakan nelayan setempat un tuk mencari lobster di pulau ke cil. Namun, karena antusias wi satawan, akhirnya “pe rang - kat” ini digunakan untuk wisata minat khusus juga.

Tren “Selfie” Dorong Destinasi Baru

Bagaimana bagi Anda yang ingin berswafoto alias selfie ? Ja - ngan khawatir, Yogyakarta pu - nya Kabupaten Kulonprogo sebagai gudangnya objek wisata ber foto ria. Dalam tiga tahun belakang - an pertumbuhan objek wisata ba ru mengalami peningkatan ta jam. Dinas Pariwisata setempat mencatat, ada sekitar 45 objek wisata baru yang tersebar di seluruh kecamatan di Kul on - pro go. Objek wisata ini hadir atas inisiatif masyarakat me la - lui kelompok sadar wisata (pokdarwis).

Sejumlah foto sudah tersebar di dunia maya. Dari sini pula, promosi pariwisata baru terus tersebar. Apalagi banyak artis atau pun tokoh yang mejeng dengan latar belakang spot selfie. “Hanya tujuh objek wisata yang dikelola pemkab, selebihnya ma syarakat,” kata Kepala Dinas Pa riwisata Kulonprogo Krissu - tanto. Objek wisata yang dikelola pemkab hadir lebih lama.

Se - perti Pantai Glagah (Temon), Pantai Congot (Temon), Waduk Sermo (Kokap), Puncak Suro loyo (Samigaluh), Gua Kiskendo (Girimulyo), Kolam Renang Tan jungsari (Samigaluh), dan Kolam Renang Clereng (Pe - ngasih). Namun, belakangan ini ba - nyak objek wisata baru yang di - kunjungi wisatawan. Misalnya, Ka libiru di Kokap yang setiap akhir pekan dijubeli ribuan pe - ngunjung. Objek wisata ini me - na warkan keindahan alam di atas bukit.

Ada beberapa spot foto ru - mah pohon dengan background Waduk Sermo dari atas bukit. Banyaknya foto dari tempat ini yang tersebar di media sosial menjadikan Kalibiru dikenal dan jadi buruan baru wisatawan. Sebenarnya dalam satu area dengan Kalibiru juga dikem - bang kan Puncak Cantingmas Di powono yang menawarkan keindahan alam yang hampir sama dengan Kalibiru. Hanya untuk menuju objek wisata ini ha rus siap dengan kondisi me - dan dan jalan menanjak.

Keindahan Waduk Sermo juga menginspirasi delapan objek wi sata baru di sekitarnya. Ma - sing-masing menawarkan keindahan spot selfie, mulai Bukit Jang kang, Akar Liar, Taman Pring Kuning, Gumuk Sri Ti - non, Bukit Pethu, Pulau Te ra - pung, Taman Bambu Air, hingga Taman Munggur. Di Kawasan Perbukitan Me - noreh juga banyak bermunculan spot foto yang menawarkan keindahan alam.

Contohnya di Kecamatan Girimulyo ada sejumlah objek wisata baru, antara lain Air Terjun Setawaing, Grojogan Sewu, Taman Sungai Mudal, Kedung Pedut, Embung Kleco, hingga Puncak Gunung Lanang. Ataupun Sawah Watu Murah dan Bendung Kha yang - an. Di tempat ini juga ada sejumlah gua, seperti Gua Kiskendo, Gua Kidang Kencana, Gua Ma - ria Lawangsih. Sementara yang ingin me - nik mati hawa segar dan dingin bisa mengunjungi Puncak Su ro - loyo.

Di sepanjang jalur ini ada objek wisata baru yang patut disinggahi. Wisatawan bisa ke kebun the Nglingo, Tritis, Bukit Isis, Air Terjun Sidoharjo, Watu Jengger, dan lainnya. Bagi Anda yang ingin me - nguji adrenalin, tidak salah mencoba rafting menyusuri Su - ngai Progo. Atau yang ingin ber - santai dan outbound bisa sing - gah di Desa Wisata Boro. Se - men tara di Kalibawang ada Jem batan Gantung Duwet, Embung Tonogoro, dan Ancol.

Seandainya bosan dengan wisata pegunungan, wisata pan - tai bisa dilakoni. Salah satu nya di hutan mangrove di Jang - karan, Temon. Di sini pun me na - warkan sejumlah spot selfie yang menarik. Tempat ini pun se lalu di jubeli pengunjung saat akhir pekan dan sore hari untuk se ka - dar menikmati matahari teng - ge lam di ufuk barat. “Kami se - nga ja tawarkan spot selfie yang unik, menarik de ngan keindah - an hutan mangrove,” kata War - so Suwito, Ke tua Konservasi Mangrove “Wa na Tirta”.

Hutan mangrove di perba - tasan DIY dan Jateng ini luasnya mencapai 20 hektare. Awal - nya warga mengolah mangrove sebagai kawasan konservasi untuk menahan abrasi. Namun, keindahan alamnya menyedot per hatian wisatawan, hingga ak hirnya dibangun beberapa titik swafoto. Bahkan, ada jalur tracking di gua mangrove yang menjadi habitat burung liar untuk bersarang. Pengelola hanya mematok biaya masuk antara Rp5.000- Rp10.000, sedangkan parkir te - tap standar Rp2.000 untuk sepeda motor dan Rp4.000 mobil.

Kepala Bidang Destinasi Pa - riwisata Dinpar Kulonprogo Sa - ri Wulandari mengatakan, kehadiran objek wisata ini dikelola oleh masyarakat. Tarif yang di - pu ngut tidak masuk ke dalam pen dapatan asli daerah (PAD). Kecuali tujuh objek wisata yang dikelola oleh pemerintah.

Meski begitu, Pemkab Ku lon - progo tetap memfasilitasi dan mempromosikannya. Nantinya disusun kawasan wisata dan masterplan -nya. Apalagi ba kal dibangun jalur Bedah Me no reh yang menghubungkan Ban dara NYIA dengan Candi Bo ro budur. Jadi, jangan buang waktu libur Anda di sekitaran Malio - bo ro saja. Segera jelajahi DIY hingga pelosoknya!

Panen Wisatawan

Lonjakan penumpang baik kereta api ataupun pesawat terjadi pada libur panjang perayaan Hari Nyepi kali ini. PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan maskapai pun terpaksa me - nambah kursi untuk memenuhi lonjakan penumpang. Humas PT KAI Daerah Ope - rasional (Daop) 6 Yogyakarta Eko Budiyanto mengatakan, pa da libur panjang Nyepi ini, okupansi kereta api mengalami peningkatan signifikan. Jika pada hari biasa rata-rata keterisian kursi penumpang hanya 75%, pada liburan Nyepi ini mencapai 100%.

“Semua kelas penuh,” sebutnya kemarin. Karena tingginya permin ta - an, Daop 6 bahkan harus mengoperasikan dua rangkaian kereta api tambahan. Rangkaian Ke - re ta Argo Dwipangga dan Ar go Lawu telah mereka siapkan sebelumnya. Bahkan, kereta ter - se but mulai beroperasi Sabtu (25/3) hingga liburan ini usai.

Dia memperkirakan, jumlah penumpang akan kembali normal pada hari Rabu (29/3) mendatang. Saat itu sekolah atau pun instansi pemerintah dan perusahaan sudah mulai masuk kerja. Lonjakan penumpang juga terjadi di Bandara Inter na sio - nal Adisutjipto. Sejak Jumat (24/3) sore, jumlah penumpang yang datang dan berangkat dari bandara ini sudah mengalami peningkatan.

Distrik Manajer Sriwijaya Air Yogyakarta Faisal Santosa juga mengakui adanya lonjakan penumpang signifikan. Di luar Bali, terjadi peningkatan jumlah penumpang di hampir semua kota yang mereka layani. “Pesawat kami ganti yang kapasitasnya kursinya lebih banyak,” klaimnya. Sementara Head of Legal and Communication PT Ang ka - sa Pura I Bandara Adisutjipto Li - za Anindya menyebutkan, ada lonjakan penumpang pada liburan panjang perayaan Nyepi.

Kalau pada hari biasa jumlah penumpang rata-rata 18.000 orang, pada liburan panjang ini jumlahnya 21.000 penumpang. “Kalau weekend biasa naik mung kin hanya 20.000 pe num - pang,” katanya. Panen wisatawan juga dirasakan pengelola hotel. Ketua Pe r himpunan Hotel dan Res - toran Indonesia (PHRI) Yog ya - kar ta Istidjab Danunagoro me - nyebutkan, pada liburan kali ini tingkat okupansi naik 15% di - bandingkan hari biasa.

Di hotel ring 2 dan ring 3, tingkat okupansi bisa terangkat 70%. Padahal, pada hari biasa okupansi hotel di luar kawasan Ma - lioboro ini hanya 55%. “Kalau ring 1 atau seputaran Malio bo - ro masih 80%,” ucapnya. Dia berharap, pada liburan panjang kali ini suasana tetap terjaga dengan aman dan kondusif. Mengingat akhir-akhir ini banyak aksi kejahatan yang terjadi di Yogyakarta. Dengan terkendalinya situasi keaman - an di wilayah ini, wisatawan akan tinggal dengan nyaman.

suharjono/kuntadi / erfanto linangkung