Edisi 23-02-2017
Korban Banjir Ajukan Gugatan


BEKASI – Korban banjir resmi mengajukan gugatan terhadap PT Jasa Marga, PT Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian BUMN, serta Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat kemarin.

Korban tersebut yakni Kartika Dewi dan Siti Rimbawati, warga Jalan Seruling, Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Bekasi. Kartika menggugat sejumlah institusi itu lantaran setelah kendaraannya masuk pintu Tol Cikunir 4 kemudian melintasi terowongan Cikunir ternyata terdapat banjir sehingga mobilnya tenggelam.

“Bersyukur dia masih bisa menyelamatkan diri,” ujar David Tobing, kuasa hukum Kartika Dewi dalam rilis yang diterima KORAN SINDO kemarin. Menurut dia, tergugat Jasa Marga dan PT Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta tidak memberitahu bahwa ada genangan dan juga tidak membantu melakukan evakuasi walaupun sudah diminta oleh orang tua Kartika Dewi yang datang naik sepeda motor ke pintu Tol Jatiasih.

Korban akhirnya dapat keluar dari mobil lalu menunggu 1,5 jam di pintu Tol Cikunir sebelum diantar pulang oleh mobil patroli. Penggugat meminta Menteri BUMN mengevaluasi direksi dan komisaris PT Jasa Marga dan PT Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta, pengamanan dan pemeliharaan aset proyek Jakarta Outer Ring Road (JORR) dengan PT Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta.

Jasa Marga juga harus mengoperasikan pompa penyedot air di ruas-ruas jalan rawan banjir, CCTV, lampu penerangan, dan perangkat pendeteksi banjir secara dini, menginformasikan ruas-ruas jalan yang tidak dapat dilalui karena berpotensi bahaya, serta mobil derek, mobil patroli, dan ambulans beroperasi 24 jam penuh. “PT Jasa Marga dan PT Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta juga harus membayar ganti rugi materil,” kata David.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PUPR Herry Trisaputra Zuna mengatakan, upaya warga yang mengajukan gugatan akan direspons serius. Hujan deras yang melanda Jakarta dan sekitarnya pada Selasa (21/2) mengakibatkan genangan di beberapa ruas jalan tol. “Ini akan kami improve. Artinya kalau ada gugatan tentu menjadi masukan bagi kami untuk meningkatkan pelayanan dan juga akan kami sampaikan kepada operator,” ujar Herry.

Upaya meningkatkan layanan, salah satunya menambah petugas untuk terus memantau ruas jalan tol yang berpotensi terkena dampak genangan akibat curah hujan tinggi. Selain Kementerian PUPR, PT Jasa Marga juga digugat oleh pengendara yang terjebak di terowongan Cikunir. Ketika dikonfirmasi terkait gugatan tersebut, PT Jasa Marga melalui bagian hubungan masyarakat hingga berita ini diturunkan belum dapat memberikan keterangan.

Diketahui, banjir yang merendam 14 kawasan di Kota Bekasi sejak Selasa (21/2) hingga Rabu (22/2) dini hari kemarin, menyebabkan 1.134 warga menjadi korban. Bahkan banjir juga menyebabkan dua warga Bekasi meninggal dunia, yakni Hengky, 15, warga Kelurahan Jatibening Baru; dan Muhammad Rizky, 16, warga Kelurahan Pejuang.

Kemarin, sebanyak 764 korban banjir di Kota Bekasi mulai terserang penyakit sejak banjir melanda daerah perbatasan itu. “Penderita gatal-gatal mencapai 426 orang, Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) 217, dan diare 121,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Kusnanto Saidi, kemarin.

Menurut dia, data itu diperoleh dari petugas puskesmas dan posko kesehatan di kawasan banjir sejak empat hari terakhir. Ketiga jenis penyakit itu rawan menyerang korban banjir lantaran lingkungan rumah kotor dan terbatasnya air bersih. “Sebab mereka lebih memilih bertahan di tempat pengungsian dan di lantai dua rumah, dibanding ke rumah kerabat yang lebih aman,” ujar dia Kusnanto memastikan stock obat untuk warga dalam kondisi aman dan pasien telah mendapatkan obat sesuai dengan penyakitnya.

“Untuk stock obat kita tetap aman dan petugas kesehatan juga telah disediakan di tempat pengungsian atau siaga di Puskesmas,” sambungnya. Kepala Puskesmas Kalibaru Kecamatan Medansatria Dinni Bayuwati mengatakan, telah melakukan pemeriksaan terhadap 200 warga korban banjir di wilayah itu. “Kami buka posko kesehatan di aula Kelurahan Kalibaru. Hasilnya hampir mayoritas pasien yang kami periksa mengalami gangguan penyakit, seperti gatal- gatal, ISPA, hingga diare yang diidap balita dan dewasa,” kata Dinni.

Cuaca Ekstrem Hingga Maret

Bencana banjir berpotensi kembali menerjang mengingat cuaca ekstrem diperkirakan berlangsung hingga Maret. Kewaspadaan dan antisipasi dibutuhkan agar masyarakat tak lagi menjadi korban. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan banjir antara lain dipicu oleh perubahan siklus cuaca yang mengubah curah hujan secara drastis.

Mengacu data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pola curah hujan sebelum terkena pengaruh iklim yakni enam bulan hujan dan enam bulan kemarau. ”Sekarang jadi empat bulan hujan dan delapan bulan kemarau. Nah, walaupun empat bulan hujan, tapi volumenya sama dengan enam bulan. Makanya hujan yang ekstrem ada juga,” kata Kepala BNPB Willem Rampangilei di Kantor BNPB, Jakarta, kemarin.

Menurut Willem, akibat fenomena El Nino pada 2015 dan La Nina pada 2016 siklus hujan empat bulan terhitung mulai Desember 2016 hingga akhir Maret 2017. ”Akan terus hujan sampai akhir Maret nanti. April baru masuk masa transisi perubahan cuaca,” ujar dia. Willem menuturkan, selain cuaca terdapat sejumlah faktor lain penyebab banjir, pertama, banjir disebabkan kondisi alam yakni meliputi geografi, topografi, dan geometri lokasi aliran sungai.

”Kedua, karena curah hujan termasuk pasang surut air laut dan menurunnya permukaan tanah sekaligus pendangkalan- pendangkalan. Ketiga, faktor aktivitas manusia itu sendiri,” kata Willem.

abdullah m surjaya/ ichsan amin/ okezone/ yan yusuf