Edisi 21-01-2017
Minapadi Solusi Keterbatasan Lahan


SLEMAN – Luas lahan pertanian yang terus menyusut setiap tahun di wilayah Sleman adalah permasalahan serius. Ini akan berdampak terhadap produksi pertanian, terutama padi.

Tiap tahun di Sleman tercatat rata-rata lahan pertanian berkurang 100 hektare (ha). Untuk itu, pemkab terus berupaya mencari solusinya. Khusus keterbatasan lahan, misalnya dengan mengembangkan minapadi yakni budidaya ikan dan padi. Ada beberapa tempat untuk percontohan minapadi, seperti di Cibuk Kidul, Margoluwih, Seyegan. Bahkan minapadi di tempat ini sudah menjadi percontohan dunia.

Metode ini bukan hanya meningkatkan produksi padi, tapi juga menghasilkan ikan dan yang lebih penting lagi memakai pupuk organik. Bupati Sleman, Sri Purnomo mengatakan Sleman sebagai lumbung padi DIY berkewajiban terus mendorong intensifikasi pertanian yang dihadapkan dengan keterbatasan lahan. Karena itulah, selain pemanfaatan teknologi juga kearifan lokal yakni pengembangan pertanian berbasis potensi di daerah tersebut.

“Hasilnya dapat dilihat, meski lahan terbatas untuk produktivitas dapat meningkat, baik padi maupun ikan,” sebut Sri Purnomo saat menerima kunjungan perwakilan Food And Agriculture Organization (FAO) di Cibuk Kidul, Margoluwih, Seyegan, kemarin. Perwakilan FAO, Mark Smulder mengatakan, metode minapadi harus diperluas.

Melalui sistim ini, generasi muda muda harus bisa ditarik ke bidang pertanian. Sehingga generasi muda tidak hanya mengandalkan pekerjaan di kota, melainkan juga memajukan desanya. “Penerapan inovasi ini juga menggunakan pendekatan ekosistem tanpa menggunakan pestisida, serta pupuk kimia. Sehingga sangat ramah lingkungan dan menjaga keberlangsungan lahan pertanian,” tandasnya.

priyo setyawan