Edisi 20-03-2017
Kepolisian Dinilai Lamban Tangkap Pelaku Lain


JOMBANG – Hampir setahun ditangani Polres Jombang, kasus pemerkosaan yang dialami siswi SD di Kecamatan Wonosalam tak juga tuntas.

Polisi hanya mampu menangkap seorang pelaku dari enam pelaku. Lambannya kinerja kepolisian ini memicu reaksi keras dari sejumlah organisasi perempuan tergabung dalam Jaringan Indonesia Beragam (JIB). Tak tanggung-tanggung, kasus ini mendapat perhatian dari 193 organisasi perempuan se- Indonesia. Mereka mendesak Polres Jombang segera menuntaskan kasus ini. Karena sejauh ini polisi dinilai tak serius menangkap lima pelaku lainnya yang masih bebas berkeliaran.

Sementara dalam kasus ini, seorang pelaku sudah menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jombang. Aktivis Asian Muslim Action Network (AMAN) Ruby Khalifahmenilai, prosespenyelesaian kasus tersebut tak berjalan maksimal karena belum memberikan keadilan bagi korban. Padahal dalam proses penyelidikan sudah sangat jelas terbukti yang menjadi pelaku perkosaan adalah IM, ARS, AR, HR, dan UB.

Kelimanya merupakan teman korban. Namun, hingga saat ini pihak Polres Jombang masih membiarkan pelaku lainnya bebas. “Kami belum ada tindakan tegas bagi polisi untuk menangkap empat pelaku lainnya,” kata Ruby, kemarin. Ia meminta polisi mempertimbangkan akibat yang harus ditanggung korban saat ini telah melahirkan dari hasil pemerkosaan berantai itu.

Menurutnya, kasus ini berdampak serius bagi korban baik secara fisik, psikis, seksual, maupun sosial. Terlebih, ujar dia, akibat perkosaan itu harus ditanggung korban seumur hidup. “Kalau tidak ada tindakan tegas, maka masyarakat akan menganggap perkosaan itu bukan tindakan kriminal dan tindakan ini akan terus berlangsung,” katanya.

Ia menyebutkan, kasus pemerkosaan merupakan tindakan kriminal yang luar biasa. Tindakan ini melanggar Pasal 61 Undang-Undang Nomor 35/- 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan sanksi hukuman paling lama 20 tahun dan denda Rp5 miliar. “Kita secara bersama- samadengan193organisasi mengirimkan surat kepada Kapolres Mojokerto. Kita mendesak polisi menuntaskan kasus ini dengan menangkap empat pelaku lainnya,” katanya.

tritus julan