Edisi 20-03-2017
1.481 Warga Masih Buta Aksara


TEGAL – Kota Tegal masih belum bebas dari buta aksara. Terdapat 1.481 warga di kota ini yang masih belum dapat membaca dan menulis. Sebagian di antaranya masih berada di usia produktif.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Tegal Soni mengatakan, pengentasan buta aksara di Kota Tegal terus dilakukan karena masih ada warga yang buta aksara. “Saat ini di Kota Tegal terdapat 1.481 orang buta aksara yang terdiri atas 343 laki-laki dan 1.138 perempuan,” kata Soni kemarin. Menurut Soni, mayoritas warga yang ‎buta aksara tersebut berprofesi sebagai nelayan. Bahkan, 79 di antaranya masih berada di rentang usia produktif (15-24 tahun).

“Mayoritas mereka sehari- hari melaut. Sudah bekerja, sudah nyaman mencari nafkah, akhirnya berdampak mereka tidak mau belajar,” ujar Soni. Soni menyebut upaya pengentasan buta aksara di antaranya dilakukan melalui bimbingan teknis (bintek) kepada tutor keaksaraan dan kesetaraan.

Bintek diberikan agar tutor mendapat metode, materi, dan ilmu baru yang diharapkan dapat mempermudah dalam mengajar ke warga, terutama yang masih buta aksara. “Walaupun tutor sudah pengalaman dalam mengajar, tentu ada hal baru yang harus dikuasai karena ilmu selalu berkembang,” kata Soni.

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan Kota Tegal Henny Koeshendartien berharap para tutor yang sudah mendapat bintek dapat mengajak mereka yang putus sekolah agar mau masuk sekolah. Tutor juga diharapkan dapat memberikan pemahaman agar warga yang buta aksara mau kembali belajar membaca dan menulis.

farid firdaus