Edisi 20-03-2017
44 Nama Pasar Ditambahi Aksen Kata Rakyat


SOLO – Pemkot Solo bersiap menambah aksen kata rakyat terhadap nama 44 pasar tradisional di wilayahnya. Alasannya, penambahan kata tersebut menindaklanjuti Undang Undang Perdagangan Nomor 7 Tahun 2014.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Solo Subagiyo mengaku penggantian nama akan digarap mulai tahun ini. Penambahan kata rakyat dimulai dari Pasar Klewer. Sehingga pasar batik terbesar di Indonesia itu menjadi Pasar Rakyat Klewer. Pasar yang baru saja selesai dibangun pasca kebakaran akhir tahun 2014, tinggal menunggu peresmian pemerintah pusat.

“Setelah itu, penambahan kata rakyat akan dilanjutkan ke pasar lain,” kata Subagiyo, kemarin. Seperti Pasar Gede, Pasar Legi, Pasar Sangkrah dan lainnya. Penggantian nama dilaksanakan bertahap karena keterbatasan anggaran. Dengan demikian, dirinya belum bisa menargetkan kapan penggantian seluruh nama pasar rampung dilaksanakan.

“Penamaan pasar rakyat lebih tepat karena di sana ada interaksi rakyat dalam jual beli,” lanjutnya. Pemkot Solo berkomitmen menata pasar tradisional agar tak kalah dengan pasar modern. Sebab pemberdayaan ekonomi warga merupakan salah satu program utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Pasar tradisional menjadi penopang penting karena sebagai salah satu tolak ukur kemajuan ekonomi kerakyatan.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo (Rudy) mengatakan, programrevitalisasipasartradisional diharapkan dapat membuang kesan kumuh dan bau. Pasar dipercantik agar terlihat bersih dan tertata rapi. Revitalisasi diyakini bisa mempengaruhi minat beli masyarakat. “Mereka yang biasanya berbelanja di supermarket bisa beralih ke pasar tradisional,” tandas Rudy.

ary wahyu wibowo