Edisi 20-03-2017
Aktivitas Parkir Dadakan Rawan Pungli


SOLO– Aktivitas parkir dadakan di tepi jalan saat kegiatan hajatan rawan terjadi pungutan liar (pungli). Juru parkir (jukir) diduga sering mematok tarif di atas ketentuan.

Kepala Kantor Inspektorat Solo Untara mengaku sering mendapat laporan dari masyarakat terkait aktivitas pungli ketika parkir di area sekitar gedung pertemuan, terutama saat pesta pernikahan. Laporan di antaranya pemilik kendaraan tidak mendapatkan karcis saat parkir. “Selain itu, biaya parkir yang ditarik melebihi ketentuan,” ungkap Untara, kemarin.

Bahkan tidak jarang pemilik mobil langsung diminta biaya Rp5.000 sekali parkir tanpa disertai karcis. Padahal di dalam karcis semestinya tertera durasi parkir yang menjadi dasar penghitungan tarif progresif. “Belum lagi saat acara pernikahan, biasanya juru parkir resmi justru tidak bertugas,” katanya. Mereka digantikan orang lain yang menarik parkir tanpa memberikan karcis.

Wakil Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Pungli Kota Solo ini berharap pengguna jasa parkir yang merasa dirugikan untuk melaporkan pelanggaran kepada pihak terkait. Aktivitas parkir di gedung-gedung pernikahan juga perlu diawasi dari dinas yang membidangi. Kabid Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) Solo M Usman menegaskan, tidak ada perbedaan besaran tarif parkir tepi jalan saat kegiatan insidental. Termasuk acara pernikahan maupun acara lainnya.

“Tarifnya tetap progresif. Kalau di zona C tarif parkir mobil Rp3.000/jam pertama,” kata Usman. Diakui pemberlakuan tarif parkir tepi jalan saat pesta pernikahan sering memicu perselisihan jukir dan pemilik kendaraan. Apalagi jukir cenderung meminta biaya parkir saat pemilik kendaraan baru tiba di lokasi. Bukan saja saat pemilik kendaraan hendak meninggalkan lokasi.

“Rata-rata jukir beralasan, mereka sulit menarik uang parkir jika para tamu keluar lokasi pernikahan bersama-sama. Selain itu, uang parkir dihitung rata-rata dua jam, berdasarkan perkiraan lamanya acara pernikahan,” ujarnya. Meski demikian, pihaknya siap menertibkan aktivitas parkir tepi jalan saat kegiatan insidental. Ia juga menyebut kegiatan parkir tanpa karcis resmi adalah ilegal.

ary wahyu wibowo