Edisi 20-02-2017
Kapal Besar Sulit Diperiksa


GUNUNGKIDUL– Saat ini lalu lintas laut selatan di DIY sering dilalui kapal-kapal besar yang berlalu lalang. Namun upaya untuk melakukan pengawasan secara maksimal sulit dilakukan.

Hal ini diperparah dengan tidak adanya dermaga sandar yang re - presentatif untuk meminta kapal berlabuh untuk dilakukan pemeriksaan. Kepala Komandan Pos Ang - katan Laut Sadeng Peltu Fajar Tri Irianto mengatakan, operasi gabungan dengan Pemerintah DIY dan DirPolair Polda DIY se - ring dilakukan. Langkah tersebut dilakukan untuk memantau aktivitas kelautan terutama kapal-kapal di perairan selatan DIY.

“Namun kami mengakui untuk hasil belum bisa maksimal dikarenakan sejumlah faktor. Ter masuk tidak adanya dermaga sandar yang memenuhi sya - rat,” ungkapnya, akhir pekan lalu. Diakuinya saat ini DIY me - mi liki satu satunya pelabuhan un tuk kapal-kapal di atas 10 gross ton yaitu di Pantai Sadeng. Na mun menurutnya, pelabuhan Pantai Sadeng yang ada di Ke - camatan Girisubo hanya bisa digunakan untuk bersandar kapal- kapal dengan ukuran se - dang atau hanya masuk katego - ri untuk kapal kecil.

“Untuk kapal tangker atau tongkang dengan ukuran besar tidak bisa bersandar di pe la buh - an tersebut,” tandasnya. Dijelaskannya, keberadaan fasilitas pelabuhan sandar itu sa ngat penting dan dibutuh - kan. Salah satunya untuk pemeriksaan kapal secara me nye - lu ruh, mulai dari isi muatan hing ga kelengkapan surat-su - rat yang dimiliki.

“Nah inilah yang seringkali menjadi persoalan ketika kita berusaha melakukan operasi di la ut selatan. Mau memeriksa ti - dak ada lokasi sandar untuk pemeriksaan kapal secara me nye - lu ruh, termasuk muatan dan do kumennya,” beber dia. Hingga saat ini, pemba - ngun an Pelabuhan Sadeng te - rus terbentur dengan niatan pemerintah pusat membangun Pelabuhan Tanjung Adikarto di Ka rangwuni, Kulonprogo.

Pa - da hal rencana pelabuhan besar ter sebut selalu bermasalah de - ngan pemecah gelombang se - hing ga tidak layak digunakan un tuk bersandar kapal. Berbeda dengan Pelabuhan Sadeng yang cukup representatif dan masih mungkin untuk diperbesar sehingga bisa digunakan untuk sandar kapal-kapal besar. Ketua Kelompok Nelayan Sa deng, Sarpan mengakui saat ini lokasi Pelabuhan Sadeng me - miliki kapasitas yang terbatas.

Sebagai buktinya, pelabuhan ini hanya bisa digunakan bersandar kapal-kapal dengan ukuran sedang. “Lokasinya sempit, kapalka pal besar juga tidak bisa masuk, kalau dermaga diperlebar mungkin bisa untuk sandar,” katanya. Sementara, Kepala Seksi Tang kap, Dinas Kelautan dan Per ikanan DIY Supanto meng - ung kapkan, aktivitas di Pe la - buh an Sadeng saat ini sudah padat. Upaya perluasan dermaga masih sangat mungkin.

Caranya dengan mengepras gunung yang ada di kanan kiri pelabuhan atau memanfaatkan tanah di darat untuk dikeruk, kemudian digunakan untuk per lu asan area sandar kapal. Na mun rencana prioritas kan ti - dak di Pantai Sadeng,” ulasnya. Saat ini, Pemprov DIY masih fokus untuk penyelesaian pembangunan Pelabuhan Tanjung Adikarto di Kulonprogo.

suharjono