Edisi 29-03-2017
Perbaikan Cisomang Selesai


PURWAKARTA – Perbaikan Jembatan Cisomang Km 100+700 Tol Cipularang telah selesai.Pemerintah memastikan mulai 1 April 2017 seluruh kendaraan bisa melintas di jalan Tol Cipularang yang menghubungkan Bandung-Jakarta tersebut.

“Ya, Jembatan Cisomang sudah stabil dan diam. Insya Allah pada 1 April 2017 pukul 00.00 WIB dibuka dan bisa dilalui. Saya sudah laporkan progres Cisomang ini kepada Pak Presiden,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Cisomang, Purwakarta, kemarin. Namun demikian, kata dia, ada beberapa ketentuan yang telah dibuat. Khusus kendaraan melebihi tonase tidak diperbolehkan dulu melintas. Seperti kendaraan untuk kendaraan golongan V dengan beban maksimum 45 ton. Mekanisme filtering kendaraan adalah menempatkan filtering portable untuk mengecek otomatis kelebihan muatan di ruas Tol Cipularang.

Kendaraan yang melebihi muatan akan terdeteksi menggunakan alat pengukur beban atau weight in motion (WIM). WIM akan dipasang di KM 70 (arah ke Bandung) dan KM 120 (arah ke Jakarta). Filtering lainnya, WIM juga ditemparkan pada ruas KM 83+600 a arah ke Bandung dan KM 120+600 B arah ke Jakarta. Selain itu juga kendaraan dengan laju di bawah 40 kilometer/ jam juga akan dihentikan oleh petugas untuk tidak melintas jembatan. “ Kendaraan yang mengarah ke Bandung, jika kelebihan muatan akan dikeluarkan di Km 84 atau Gerbang Tol (GT) Jatiluhur. Sementara kendaraan yang mengarah ke Jakarta akan dikeluarkan di Km 116 atau Gerbang Tol (GT) Cikamuning. Begitu juga dengan kendaraan yang melaju 40 kilometer/jam juga dikeluarkan dari tol,” ujar Basuki.

Ketentuan dan filtering kendaraan ini akan diuji coba selama sebulan. Kemudian akan dilanjutkan hingga 20 September 2017 mendatang, sesuai target masa penanganan permanen Jembatan Cisomang. Ke depannya, pembatasan muatan kendaraan akan dilakukan secara permanen sesuai koordinasi Kementerian Perhubungan, Jasa Marga, Kakorlantas, dan Kemen PUPR. Basuki menambahkan, perbaikan jembatan Cisomang yang memakan waktu lebih tiga bulan ini menghabiskan biaya yang tidak sedikit.Total biaya sekitar Rp135 miliar hingga tahap permanen. Saat ini, berdasarkan hasil monitoring secara kontinyu terhadap pergerakan dan struktur, semua pilar jembatan telah berada dalam stabilitas yang baik.

“Saat ini struktur jembatan dianggap telah memiliki kekuatan untuk beban standard sesuai desain serta telah memenuhi tingkat keselamatan yang memadai. Meskipun kendaraan dengan beban melebihi standar tetap belum diizinkan melintas untuk menjamin keselamatan masyarakat,” kata dia. Terpisah kabar yang disampaikan Menteri PUPR ini disambut baik warga Kabupaten Purwakarta. Dengan rampungnya Jembatan Cisomang dan Tol Cipularang bisa dilintasi kendaraan truk maka penderitaan mereka juga berakhir. Pasalnya setelah Jembatan Cisomang diperbaiki pemerintah melakukan pengalihan arus kendraan besar seperti truk dan bus ke jalur arteri Purwakarta- Bandung. Kondisi ini menyebabkan jalur lama tersebut macet total.

Tidak hanya itu dampak lainya menyebabkan jalan arteri rusak dan memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas. Korban meninggal kecelakaan akibat pengalihan arus ini sudah belasan orang. Begitu juga yang luka. Kemacetan ini juga berdampak terhadap tersumbatnya perekonomian masyarakat di Purwakarta. “Kami berharap kedepan tidak ada lagi kasus seperti ini. Tidak ada lagi pengalihan arus seperti sekarang. Kami menyambut baik kabar ini,” ujar Dede Nurhasanudin, 28, warga Kecamatan Plered, Purwakarta yang berprofesi sebagai buruh pabrik ini.

Didin jalaludin