Edisi 21-01-2017
Pelanggar Lalin di Purworejo Bisa Bayar via Online


PURWOREJO – Kemudahan kini bisa didapatkan bagi para pelanggar lalu lintas yang mendapatkan bukti pelanggaran (tilang) saat berkendaraan.

Pengadilan Negeri (PN) Purworejo kini menyediakan sarana online bagi pelanggar lalu lintas. Para pelanggar lalu lintas yang ditilang petugas kepolisian kini tidak harus repot-repot mengikuti sidang pelanggaran lalu lintas. Namun kini mereka tinggal mengakses website PN, yakni www.tilang.pn-purworejo. go.id. Ketua PN Purworejo Sri Ari Astuti menjelaskan, aplikasi online untuk mempermudah bagi pelanggar itu diberi nama Sistem Informasi Lalu Lintas atau disingkat Simpel.

”Kemudahannya karena pelanggar tidak perlu datang ke Pengadilan, namun cukup membuka aplikasi kami atau bisa juga mengirim SMS dengan cara ketik Tilang#Nomor RegisterTilang kirim ke nomor 081393548080,” kata Sri Ari, kemarin. Sri Ari menjelaskan, dengan mengklik aplikasi Simpel maka secara otomatis akan muncul jumlah besaran denda tilang bagi pelanggar bersangkutan. Kemudian transaksi pembayaran denda tilang dilakukan di Kejaksaan Negeri, Purworejo, sekaligus mengambil barang bukti.

Launching Aplikasi Simpel PN Purworejo tersebut ditandai dengan membuka aplikasi Simpel yang disaksikan FKPD, Asisten Pemerintahan Pemkab Purworejo Murwanto, Sekretaris Dewan (Sekwan) Bambang Aryawan, Kepala Dinas Perhubungan, Agus Budi Supriyanto, dan sejumlah perwakilan instansi terkait.

Sri Ari berharap dengan dilaunching -nya aplikasi Simpel, akan mengubah wajah peradilan, khususnya dalam persidangan pelanggaran lalu lintas, di mana dahulu para pelanggar lalu lintas saat akan mengikuti sidang bersusah payah mengantre lama, membuang waktu dan tenaga hanya untuk sidang tilang di pengadilan. ”Semoga aplikasi ini dapat mempermudah para pencari keadilan dan lebih meningkatkan mutu pelayanan publik.

Ke depan, kami akan terus mengembangkan berbagai inovasi untuk lebih memudahkan pelayanan kami kepada masyarakat Purworejo,” kata Sri Ari. Pada bagian lain, Sri Ari mengatakan, Mahkamah Agung (MA) RI telah mengeluarkan Peraturan Mahkamah Agung (Perma) No 12/2016 tentang tata cara penyelesaian perkara pelanggaran lalu lintas yang telah diundangkan. Perma 12/2016 ini menjadikan proses sidang tilang berlangsung sederhana, cepat dan biaya murah.

Dalam Perma12/ 2016 terdapat poin penting antara lain, pelanggar tidak harus hadir di persidangan, pelimpahan berkas tilang oleh penyidik selain berkas fisik harus disertai softcopy yang sudah harus diterima oleh pengadilan negeri tiga hari sebelum dilaksanakan tilang, sidang tilang dilaksanakan setiap hari Kamis dan putusan denda tilang akan diumumkan pada papan pengumuman atau bisa dilihat di website atau melakukan via SMS.

Murwanto yang mewakili Bupati Purworejo mengatakan, pertumbuhan kendaraan bermotor di Indonesia sangatlah tinggi. Berdasarkan data dari Korlantas Polri, pertumbuhan kendaraan bermotor mencapai 6 juta unit per tahun. Sehingga pada 2016 lalu total populasi kendaraan bermotor di seluruh pelosok Nusantara sudah mencapai 124 juta unit. Dengan semakin banyaknya kendaraan bermotor yang melaju di jalanan, maka tidak dapat dipungkiri terjadinya kasus pelanggaran lalu lintas juga semakin banyak, dari mulai yang kecil dan hingga yang mengakibatkan terjadinya korban jiwa dan harta benda.

hery priyantono