Edisi 20-03-2017
Kecamatan Diarahkan Jadi Pusat Kebudayaan


SLEMAN – Kecamatan di Sleman diarahkan menjadi pusat kebudayaan. Target ini sesuai visi kabupaten dengan semboyan Sembada tersebut yaitu pemerintah berbudaya.

Untuk mewujudkan visi itu, berbagai langkah dilakukan. Seperti dengan membangun fasilitas pendopo di setiap kecamatan yang dilengkapi dengan peralatan gamelan dan menerapkan strategi secara berjenjang mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, desa dan pedukukan. “Langkah ini juga untuk mengembangkan dan melestarikan kebudayaan,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Sleman Aji Wulantoro dalam pembukaan pergelaran seni tradisional di Gedung Kesenian Sleman, akhir pekan lalu.

Menurut Sekretaris Disbud Sleman itu, pemerintah berbudaya bisa dimulai dengan memberikan contoh perilaku masyarakat yang berbudaya. “Teladan itu dapat melalui pertunjukan seni tradisional,” kata Aji Wulantoro. Sebab dalam seni tradisional bukan hanya norma dan nilai yang diharapkan masyarakat. Namun juga mampu menjaga kebersamaan dalam bermasyarakat, termasuk pengaman ketegangan dan peredam ketika seseorang berada dalam konflik.

“Ini lantaran dalam seni tradisional itu mengandung pesan dan nilai-nilai luhur kehidupan di masyarakat,” kata mantan Sekretaris Dinas Sumber Daya Alam Energi dan Mineral (SDAEM) Sleman tersebut. Kabid Dokumentasi Sarana dan Prasarana Disbud Sleman Wasita menambahkan, selain untuk melestarikan seni dan budaya, kegiatan ini juga untuk memfungsikan kembali eksistensi Gedung Kesenian Sleman sebagai wadah berekspresi dan berinteraksi seniman Sleman.

Sehingga masyarakat Sleman dapat memanfaatkan gedung kesenian sebagai ajang kegiatan seni dan budaya. Pergelaran seni di Gedung Kesenian Sleman itu akan berlangsung enam kali, yaitu Sabtu dan Minggu (18- 19/3), Jumat dan Minggu (24 dan 26/3) serta Sabtu dan Minggu (1-2/4).

priyo setyawan