Edisi 20-03-2017
Desain Jantung Kota Disayembarakan


SALATIGA – Pemkot Salatiga akan menggelar sayembara desain penataan Jalan Sudirman dan Lapangan Pancasila. Rencananya, kawasaan Lapangan Pancasila akan dikonsep seperti taman kota sekaligus tempat rekreasi masyarakat.

Sedangkan kawasan Jenderal Sudirman sebagai tempat perdagangan. Sayembara bakal dibuka untuk umum. Semua masyarakat ser - ta konsultan konstruksi bisa mengikuti sayembara tersebut. Kepala Dinas Umum dan Pena - taan Ruang (DPUPR) Kota Sa - latiga Agung Hendratmiko me - nyatakan, sejauh ini pihak se - dang melakukan kajian menge - nai teknis dan mekanisme sa - yembara.

“Soal kapan sayem - bara akan dilaksanakan, kami belum bisa memastikan. Wa - cana sayembara ini masih kami kaji,” katanya, kemarin. Sayembara digelar untuk menggali kreativitas masyara - kat serta desain terbaik untuk menata kawasan Jalan Sudir - man dan Lapangan Pancasila. Namun konsepnya tak lepas dari ciri khas Kota Salatiga.

Agung menjelaskan, kawasan Jalan Sudirman merupakan pusat perekonomian dan kera - maian di Kota Salatiga, di mana perdagangannya meng gu na - kan sistem tradisional. Sistem tersebut tetap dipertahankan hanya kawasannya yang ditata daan dikemas seperti taman agar kawasan tersebut terlihat lebih baik, asri serta ramah ter - hadap penyandang disabilitas. “Sedangkan Lapangan Pan - casila merupakan tempat pusat kegiatan pemerintahan. Meski demikian, di kawasan tersebut terdapat aktivitas perda gang - an.

Ini harus ditata agar tempat kegiatan pemerintahan terse - but tidak terkesan seperti tempat PKL (pedagang kaki lima),” katanya. Sementara itu, Ketua Ko - mite Nasional Pemuda Indo ne - sia (KNPI) Kota Salatiga Fauzi Arkhan menyatakan, penataan Jalan Sudirman mendesak dila - kukan karena kondisi kawasan jantung Kota Salatiga itu sema - kin semrawut dan ada tempat yang terlihat kumuh.

“Kesem - ra wutan kawasan Jalan Sudir - man harus segera ditangani agar estetika wajah Kota Sala - tiga bisa lebih baik lagi. Dan yang paling mendesak untuk segera ditangani adalah masa - lah parkir. Idealnya ada kantong parkir yang tidak berada di jalan protokol sehingga arus lalu - lintas bisa lancar,” katanya. Selain menata tempat parkir dan pedagang yang mangkal di kawasan Jalan Sudirman, Pem - kot Salatiga juga harus menye - diakan infrastruktur yang bisa dimanfaatkan masyarakat pe - nyandang difabel.

“Fasilitas untuk penyandang difabel ha - rus ada. Paling tidak, ada jalan khusus bagi penyandang difa - bel. Dan jalan trotoar jangan digunakan untuk parkir,” ujar - nya. Dia berharap pemimpin Kota Salatiga yang baru nanti tanggap dan bisa melakukan terobosan untuk menata ka - was a an Jalan Sudirman. “Ini pekerjaan rumah bagi wali kota yang baru (terpilih) nanti,” katanya. Lebih jauh Fauzi meng ung - kapkan, sebenarnya sudah ba - nyak masyarakat yang menge - luhkan kondisi kawasan Jalan Sudirman.

Mereka merasa su - dah tidak nyaman lagi bila me - lintas di jalan utama itu. Mulai dari kendaran yang parkir di kiri-kanan jalan, akhirnya jalan menjadi sempit, hingga lalu lalang orang di pasar. Menurut Fauzi, Pemkot Sa - latiga bisa belajar dari penataan kawasan Jalan Malioboro Yog - yakarta. “Penataan jalan terse - but memadukan unsur modern dan tradisonal, baik itu ba ngun - an maupun perdaganganya, se - hingga masyarakat dan pelan - cong dari luar daerah tertarik untuk berkunjung,” ucap nya.

angga rosa