Edisi 20-03-2017
Ecopark Tinjomoyo Dibangun 2018


SEMARANG – Rencana pembangunan ecopark di kawasan Hutan Tinjomoyo segera terealisasi. Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memastikan pengerjaan taman ramah lingkungan senilai Rp33 miliar tersebut dimulai 2018 mendatang.

Wakil Wali Kota Semarang He - vearita Gunaryanti Rahayu me - ngatakan, pihaknya telah me - rampungkan detail engineering design (DED) ecopark di Hutan Tinjomoyo seluas 55 hektare. Sesuai DED, anggaran yang di - butuhkan sebesar Rp33 miliar. Rencananya bulan ini pemkot akan bertemu dengan pihak ketiga guna sinkronisasi konsep ecopark tersebut.

“Sedangkan untuk penger jaan ecopark Tin - jomoyo akan dimulai pada 2018,” katanya, ke marin. Menurutnya, sudah ada pi - hak ketiga tertarik dengan DED yang telah dibuat. Mereka pun siap menjalin kerja sama. Wakil wali kota menegaskan bah wa konsep yang akan dikerja sa ma - kan berupa pengelolaan bersa - ma bukan kerja sama peman - faatan lahan (aset).

Sebab Hutan Tinjomoyo memiliki beberapa keanekaragaman hayati berupa flora dan fauna yang unik. ”Dalam kerja sama yang diinginkan yakni sebuah konsep ecotourism di mana salah satu keunikan dari Hutan Tinjomoyo adanya fenomena alam dengan migrasi beberapa jenis burung di bulan tertentu yang melintas antarbenua,” katanya. Nantinya ecotourism akan didukung dengan ahli riset hayati.

Adanya migrasi burung di bulan-bulan tertentu yang melintas antar benua melalu samudera Hindia dari Australia menuju Asia dan Amerika bisa menjadi sebuah destinasi wisata dan penelitian. Kepala Badan Lingkungan Hi - dup (BLH) Kota Semarang Gu na - wan Saptogiri menutur kan, jika ecopark Tinjomoyo ter laksana dibangun, maka akan meleng - kapi beberapa taman kreatif yang telah digagas oleh Pemkot Sema - rang.

Beberapa taman kreatif yang serupa juga sedang digodog oleh BLH se per ti Taman Kera - gaman Hayati (Ta man Kehati) di daerah belakang Wonderia Te gal - sari Kecamatan Candisari. “Ecopark Tinjomoyo ber - fungsi sebagai kawasan lindung keanekaragaman hayati dan juga penyejuk suhu Kota Semarang,” katanya.

Untuk diketahui, sebelum 2006, Taman Wisata Tinjo - moyo Semarang lebih dikenal masyarakat sebagai Kebun Binatang Tijomoyo yang me - miliki beraneka ragam jenis binatang yang hidup di tengah hutan wisata. Namun, pada akhirnya Pemkot Semarang memindahkan kebun binatang ke kawasan baru di daerah Mangkang karena lokasi Tin - jomoyo mulai sepi pengunjung.

Saat ini kawasan Hutan Tin - jomoyo sering dimanfaatkan masyarakat baik dari Kota Se - marang maupun luar kota se - bagai area combat game, ca m - ping ground, outing activity, birds watcing, outbond, dan flying fox dan lainnya.

andik sismanto