Edisi 20-03-2017
Harga Cabai Masih Tinggi


SUKOHARJO – Harga cabai rawit di Kabupaten Sukoharjo masih tinggi, sekitar Rp130.500-135.000 per kilogram.

Masih tingginya harga cabai diperkirakan karena faktor cuaca, yakni intensitas hujan yang masih tinggi sehingga panen cabai tidak maksimal. Salah satu pedagang di Pasar Gawok, Kecamatan Gatak, Sri Wahyuni mengatakan, harga cabai rawit masih cukup tinggi. Tingginya harga cabai lantaran kiriman dari pemasok sangat terbatas. Kondisi tersebut berdampak pada minimnya stok pedagang.

“Tingginya harga cabai rawit membuat pembelian dari masyarakat menurun. Imbasnya pendapatan pedagang ikut turun karena sepinya permintaan,” ujarnya. Sri mengaku saat ini harga cabai rawit super mencapai Rp135.000 per kilogram karena stoknya terbatas. Untuk harga cabai jenis lain harga relatif stabil, seperti cabai merah keriting Rp29.000 per kilogram, cabai merah besar biasa Rp21.000 per kilogram.

“Harga cabai kemungkinan masih akan terus naik karena kondisi cuaca sekarang sering turun hujan deras,” kata Sri. Menurut dia, cuaca menjadi pengaruh besar terhadap pergerakan kenaikan harga cabai. Pedagang mendapatkan informasi tersebut dari pemasok yang mayoritas merupakan petani cabai. “Cabai dapat kiriman petani Boyolali dan Tawangmangu, Karanganyar.

Mereka mengeluhkan banyak tanaman yang busuk,” paparnya. Sementara itu, pedagang Pasar Ir Soekarno Sumarni mengatakan, harga cabai memang masih tinggi. Selain cabai, harga sayuran lain juga naik seperti bawang merah dari sebelumnya Rp35.000 per kilogram menjadi Rp38.500 per kilogram.

Harga naik juga terpengaruh hujan, di mana tanaman petani terendam banjir. Dia mengaku kenaikan harga cabai membuat pedagang tidak berani mengambil stok banyak. Pedagang khawatir dagangan tidak laku dan busuk sehingga rugi. “Cabai untuk pedagang di Pasar Ir Soekarno kebanyakan dipasok dari petani Tawangmangu, Karanganyar, dan sebagai dari Selo Boyolali,” ungkapnya.

sumarno