Edisi 20-03-2017
Pusat Kuliner Jadi Daya Tarik Pasar Bulu


SEMARANG –Upaya mera maikan Pasar Bulu terus dila kukan Pemerintah Kota (Pem kot) Se - marang. Salah satunya dengan meluncurkan pusat kuliner di pasar yang berada di Jalan Su gi - yopranoto Sema rang tersebut.

Peluncuran pusat kuliner di - la kukanSabtu(18/3) malamber - samaan dengan peresmian 100 kios di Pasar Bulu. Dengan ada - nya pusat kuliner dan di bukanya 100 kios di lantai tiga, Pasar Bulu semakin ramai di kunjungi ma - syarakat dan wi satawan. Pasar Bulu lokasinya berde - katan dengan objek wi sata Lawang Sewu, Museum Man - dala Bakti, dan kawasan Tugu Muda.

Kepala Dinas Perdagangan Fajar Purwoto mengatakan, dibu kanya pusat kuliner di Pasar Bulu merupakan percon - tohan untuk membangkitkan gairah pasar tradisional dan mengubah kesan pasar yang dinilai sepi. “Saya ingin pasar tradisional itu ramai, tidak hanya pada pagi sampai siang, tapi malam juga ramai. Maka - nya kami buka pusat kuliner di sini,” katanya. Fajar menegaskan, nanti - nya langkah serupa juga akan dilakukan di pasar-pasar tra - disional lain di Kota Semarang.

Dalam waktu dekat Menyusul Pasar Sampangan dan Pasar Mrican. Nantinya di Pasar Sam - pangan di desain sebagai klas - ter handphone dan kom puter, sementara Pasar Mrican untuk kluster kuliner seperti Pasar Bulu. “Pasar Sampangan dan Mrican akan kami kembang - kan April,” katanya. Untuk meningkatkan mi nat para pedagang berjualan, Dinas Perdagangan memberikan tempat secara gratis.

Para pedagang hanya dibebani ret ribusi, listrik, juga keber sihan. “Sebanyak 100 kios di lantai ti ga, selama dua bulan kami gra tiskan retri bu - sinya, se-dang kan untuk pusat kuliner satu bulan bebas biaya retribusi,” ujarnya. Ketua DPRD Kota Sema rang Supriyadi sangat mendu kung upaya Dinas Perdagangan mera - maikan dan menghi dup kan denyut nadi pasar tradi sional.

Untuk semakin me ra mai - kan pasar tradisional, pe me - rintah juga harus memper - ketat perizinan dari toko-toko modern, yang pertum buh an - nya semakin tidak ter kontrol. “Kami sangat mendukung lang kah Dinas Perdagangan untuk membuka spot kuliner di Pasar Bulu. Tapi pemerintah juga perlu antisipasi mere - baknya pasar modern di sekitar pasar tradisional,” ujarnya.

Dia berharap keberadaan pasar tradisional sebagai salah satu urat nadi perekonomian masyarakat tetap dijaga dan terus ditingkatkan. “Pasar tra disional memiliki daya tarik tersendiri, kita bisa tawar-me nawar barang, berbe - da dengan pasar modern. Ini menjadi ciri khas yang menjadi salah satu daya pikat pasar tradisional,” katanya.

andik sismanto