Edisi 27-03-2017
Pemkot Akan Paksa Warga Naik Bus


YOGYAKARTA– DPRD dan Pemkot Yog ya - karta mulai menggodok Rancangan Per a tur - an Daerah (Raperda) Parkir untuk me re dam gejolak sosial perparkiran yang ke rap terjadi. Persoalan parkir menjadi ma sa lah yang kerap berulang karena minimnya aturan.

Penjabat Wali Kota Yogyakarta Sulistiyo mengatakan, berdasar kajian akademis yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan, memang diperlukan perencanaan sistem penyelenggaraan perparkiran untuk merespons peningkatan jumlah kendaraan bermotor yang berujung persoalan parkir. “Raperda kini sudah mulai dibahas di pansus,” kata Sulistiyo, kemarin.

Materi raperda di antaranya rencana penambahan kawasan parkir dari yang semula hanya dua kawasan menjadi tiga ka - wasan. Nantinya akan diberlakukan kawasan parkir khusus wisata. Pemkot juga berupaya mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke moda transportasi umum. Yaitu de - ngan cara penerapan zonasi parkir dan tarif parkir progresif.

“Sehingga masyarakat lebih me milih naik angkutan umum, lebih efisien, dan bisa mengurangi volume lalu lintas,” kata - nya. Selain itu, pengawasan akan lebih ditingkatkan terhadap juru parkir liar. Ke depan, seluruh juru parkir harus mengantongi surat tugas resmi dan karcis resmi. Materi raperda lainnya adalah pemetaan titik parkir yang memiliki potensi bagi pendapatan daerah.

“Kami harap regulasi ini nanti bisa memberikan kepastian hukum bagi masyarakat bisa meningkatkan sistem pelay an - an dan pengawasan, mengurangi kepadatan lalu lintas, serta men dukung objek wisata yang terkendala lahan parkir pe - ngunjung,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pansus Raperda Tempat Khusus Parkir Christiana Agustiani menga ta - kan, dalam pembahasan raperda pihaknya akan mengundang pelaku usaha perparkiran dan masyarakat untuk dimintai masukannya. Selain itu, internal pansus akan meminta tempat parkir yang dikelola atau dimiliki swas - ta ikut diatur dalam raperda. “Demi asas keadilan dan untuk me mudahkan pengawasan, se - lu ruh usaha parkir kami upa ya - kan masuk di raperda,” ujarnya.

ristu hanafi