Edisi 21-01-2017
Pelantikan Pamong Tunggu Hasil Investigasi Inspektorat


BANTUL – Dugaan pelanggaran dalam proses pengisian pamong desa di Desa Temuwuh, Kecamatan Dlingo menjadikan desa tersebut belum melakukan pelantikan pamong yang dinyatakan lolos seleksi.

Pelantikan baru bisa dilakukan setelah keluar rekomendasi, salah satunya dari hasil investigasi tim inpektorat daerah Kabupaten Bantul. Setidaknya, dari 71 desa yang melakukan proses seleksi pamong desa serentak, karena adanya dugaan pelanggaran, hasil tes seleksi yang diajukan pihak pemerintah desa (Pemdes) Temuwuh tidak mendapatkan rekomendasi camat.

Belum adanya rekomendasi camat itu, pelantikan belum bisa dilakukan. “Temuwuh itu belum ada pelantikan, pelantikan masih menunggu rekomendasi dan saat ini tim masih mendalami (dugaan pelanggarannya),” kata Pejabat Inspektur Kabupaten Bantul Bambang Purwadi Nugroho, kemarin. Untuk mendalami dugaan pelanggaran proses pengisian pamong di Desa Temuwuh, sama dengan desa lain yang ditangani, pihak inspektorat harus meminta keterangan dari peserta, Tim 9, pamong desa, camat, termasuk pihak ketiga.

Persoalannya, proses pengumpulan keterangan tersebut tidak dapat dilakukan cepat, apalagi Camat Dlingo yang menjabat saat proses pengisian pamong kini telah berpindah tugas ke kecamatan lain, seiring perombakan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru. “Karena pejabat baru pasti juga masih penyesuaian,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Temuwuh Suradi dihubungi terpisah menyampaikan, beberapa waktu lalu dari Inspektorat telah datang ke Desa Temuwuh. Hanya saja, kedatangan waktu itu yang menemui bukan dia sendiri melainkan Kasi Pemerintahan. Dia pun membenarkan hasil proses penyaringan pamong tidak mendapatkan rekomendasi camat, dan sejauh ini pelantikan pamong belum dilakukan. “Kita mengikuti aturan saja, tunggu hasil pemeriksaan Inspektorat,” ucapnya.

muji barnugroho