Edisi 20-03-2017
Tiga Posisi Perangkat Desa di Karanganyar Tak Terisi


KARANGANYAR – Proses perekrutan perangkat desa di Kabupaten Karanganyar tahap kedua tidak berjalan mulus. Dari ratusan peserta seleksi, ada tiga posisi perangkat desa yang tidak terisi.

Kepala Bagian Pemerintahan Desa Pemerintah Kabupaten Karanganyar Timotius Suryadi mengatakan, tiga posisi perangkat desa tersebut adalah Kepala Dusun (Kadus) Ngaliyan di Desa Gemantar, Kecamatan Jumantono; Tlobosempon, Desa Karangsari, Kecamatan Jatiyoso; serta Sekretaris Desa (Sekdes) Kedungjeruk, Kecamatan Mojogedang.

Timotius mengatakan, pendaftar Kadus Ngaliyan tidak ada yang lolos satu pun dari proses seleksi yang dilaksanakan. Mereka dinyatakan tidak memenuhi syarat oleh panitia seleksi. Sedangkan, posisi Kadus Tlobosempon sampai akhir pendaftaran tidak ada satu pun peserta yang berminat. Praktis posisi dua kepala dusun itu belum terisi hingga kini.

Sementara Sekdes Kedung Jeruk, Kecamatan Mojogedang, sebenarnya lolos tes yang dilakukan. Namun, ternyata proses seleksi tidak sesuai ketentuan yang berlaku, dengan kata lain terjadi tindak kecurangan. Dengan demikian, orang yang hendak mengisi posisi sekdes batal dimintakan rekomendasi kepada camat. “Ada dugaan kecurangan dalam proses seleksi sekdes dan akhirnya dibatalkan,” ucapnya.

Timotius mengatakan, untuk mengisi posisi tiga perangkat desa itu, akan dilakukan kembali seleksi di kemudian hari. Proses seleksi paling lambat akan digelar tiga bulan mendatang. Dia berharap dalam seleksi itu nantinya akan ada orang-orang terbaik yang bisa mengisi posisi perangkat desa tersebut. Selain itu, seleksi berjalan lancar tanpa halangan atau kecurangan yang terjadi.

Sementara itu, Bupati Karanganyar Juliyatmono menegaskan bahwa proses seleksi perangkat desa tidak dipungut biaya sepeser pun. Menurutnya, seleksi dilakukan sesuai peraturan daerah yang berlaku. Siapa pun yang memenuhi syarat dan lolos tes berhak mengisi posisi perangkat desa. Sejak awal dia juga berpesan kepada seluruh masyarakat Karanganyar untuk ikut mengawasi seleksi perangkat desa.

Jika masyarakat mengetahui adanya unsur kecurangan maupun unsur suap, dia meminta tidak segan melaporkannya ke pemerintah Kabupaten Karanganyar. Nantinya Tim Saber Pungli akan datang dan menyelesaikan kasus itu. “Jika ada tindak kecurangan, masyarakat tinggal melaporkannya,” tandasnya.

arief setiadi