Edisi 20-03-2017
Ujian Nasional, Guru Diminta Jujur


TEGAL – Para guru di Kota Tegal diminta untuk menjunjung kejujuran dalam pelaksanaan ujian nasional (UN) tahun ini. Ini karena kelulusan siswa dalam UN sepenuhnya ditentukan oleh sekolah melalui penilaian guru.

Wali Kota Tegal Siti Masitha mengatakan, pelaksanaan UN harus dimaknai salah satunya sebagi ujian integritas. Karena itu, semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaannya harus jujur. ”Termasuk para guru, harus jujur,” katanya kemarin. Masitha meminta sekolah dan guru tidak semata mengejar predikat kelulusan 100% dalam UN.

Namun, yang lebih penting adalah mencetak lulusan yang cerdas, tangguh, berkarakter, berdaya saing, berakhlak mulia sehingga dapat bermanfaat dan berguna bagi bangsa dan negara. “Jangan semata-mata untuk meluluskan peserta 100% kemudian menghalalkan segala cara, melanggar aturan, dan mengabaikan norma-norma,” tandasnya.

Masitha berharap semua pihak ikut berperan dalam menyukseskan pelaksanaan UN tahun ini. “Sebaik apa pun persiapan yang telah dilakukan Dinas Pendidikan dan pihak sekolah, tidak akan ada artinya jika tidak didukung oleh orang tua dan masyarakat,” ujarnya. Kepala Bidang PPTK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal Sudoro mengatakan, seluruh sekolah sudah siap melaksanakan UN, termasuk sekolah-sekolah yang akan melaksanakan UN Berbasis Komputer (UNBK).

“Dari hasil verifikasi kami, ada 21 sekolah yang siap melaksanakan UNBK karena sarana yang dimiliki sudah mendukung seperti komputer, jaringan internet, dan lain-lain,” kata Sudoro. Ke-21 sekolah negeri dan swasta tersebut terdiri atas 11 SMK, 4 SMA, dan 6 SMP.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan pada pelaksanaan UN tahun lalu, di mana saat itu hanya ada sembilan sekolah yang dapat melaksanakan UNBK. “Tahun lalu sekolah-sekolah yang bisa melaksanakan UN Berbasis Komputer ada 4 SMK, 1 SMA, dan 4 SMP. Jadi, tahun ini bertambah jumlahnya,” ungkap Sudoro.

farid firdaus