Edisi 20-03-2017
Kesadaran Ibu Hamil Periksa HIV/AIDS Rendah


CIMAHI – Sebagian besar ibu hamil di Kota Cimahi dinilai belum memiliki kesadaran memeriksakan kesehatannya, menghindari tertularnya HIV/ AIDS pada bayi.

Kepala Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Cimahi Kin Fathuddin mengatakan, berdasarkan data KPA Kota Cimahi, dari 2013 hingga 2017, sudah ada 18 anak yang tertular HIV, lima anak meninggal, dan 13 anak lainnya sedang ditangani pihak KPA. “Tingkat kesadaran ibu hamil memeriksakan HIV/AIDS masih rendah. Akibatnya, setiap tahun bisa terjadi kematian pada anak karena tertular HIV dari sang ibu,” jelas Kin akhir pekan kemarin.

Pemeriksaan HIV/AIDS dinilai penting sebagai langkah antisipasi terjangkitnya anak dalam kandungan atas virus tersebut. Karena, bila dalam pemeriksaan dokter terindikasi mengidap penyakit, bisa dilakukan pencegahan sejak dini. “Jadi memeriksakan kesehatan sangat baik untuk mengetahui berbagai potensi adanya penyakit,” ujar Kin. Kin menjelaskan, anak yang tertular HIV baru bisa diketahui setelah usianya menginjak dua tahun lebih, atau paling cepat satu tahun delapan bulan.

Namun sebetulnya, tes HIV ini bisa dilakukan saat usia kehamilan baru menginjak satu bulan, dan hanya dilakukan satu kali setiap kehamilan. “Sebaiknya saat hamil anak pertama lakukan pemeriksaan dan setiap hamil minimal satu kali pemeriksaan,” imbuhnya. Apabila diketahui sejak awal terjadi penularan HIV pada ibu hamil, Kin menjelaskan, risiko penularannya bisa diminimalisir sampai 1% saja.

Pasalnya, ibu hamil positif ada kemungkinan anaknya tidak tertular. “Banyak upaya yang bisa dilakukan untuk meminimalisir adanya penularan yang risiko tertularnya sebesar 45%,” urai Kin. Salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bagi ibu hamil, akan terus melakukan sosialisasi agar ada kesadaran dari masyarakat itu sendiri. “Kami mendorong pada ibu hamil untuk memeriksakan dan menjalani tes di Puskesmas atau rumah sakit agar diketahui kondisi kesehatannya,” pungkasnya.

raden bagja mulyana