Edisi 21-04-2017
Corak Elegan untuk Kartini Muda


Keindahan dan keragaman corak kain tradisional Nusantara banyak meng ilhami para desainer dalam negeri yang peduli dengan kelangsungan budaya Tanah Air.

Busananya disulap menjadi koleksi elegan dan sophisticated sehingga men jadi favorit para Kartini muda Tanah Air. Sulit rasanya menggambarkan keindahan kain tradisional khas Nusantara. Pertama, jenisnya begitu beraneka ragam, bergantung pada asal daerah masing-masing. Kedua, ada cerita di balik setiap helai kain. Ketiga, proses pengerjaan yang sulit dan butuh ketelatenan. Di balik keindahan itu, masih saja ada yang memandang sebelah mata soal kain tradisional. Namun, di tangan sejumlah desainer Tanah Air, kain tradisional dibentuk menjadi busana modern yang kekinian dan dapat dipakai di semua kesempatan, termasuk saat pesta atau acara resmi.

Barli Asmara misalnya, salah satu perancang Indo - nesia yang peduli budaya Nusantara. Hobi menggambar sejak belia telah membuat Barli Asmara menjadi salah satu desainer kenamaan Indonesia saat usia muda. Craftmanshipmenjadi kekuatan karakter desainnya, sedangkan signature styledia terletak pada detail handmade baik tekstur bahan, pengolahan payet, maupun bordir. Perpaduan antara desain yang modern dan edgymenghasilkan rancangan busana wanita dengan sentuhan klasik dan sophis ticated dan cocok dikenakan oleh Kartini masa kini.

Dalam pergelaran Jakarta Fashion & Food Festival(JFF) 2017di Mal Kelapa Gading, Jakarta, Barli kembali memamerkan koleksi busana dari kain asal Jambi yang masih merupakan bagian dari proyeknya bernama “Kain Negeri by Barli Asmara”. Dia menampilkan rancangan yang berbeda dari koleksi sebelumnya, namun tetap dalam ranah koleksi ready to wear tanpa detail. Motif yang dihadirkan adalah batang hari, daun karet, durian pecah, sawit, tampu manggis, rotan, hingga bunga sepatu.

Corak ini dituangkan di dalam kain sutra, semi sutra kembang, viscose, sifon, dan organdi dengan warna yang cukup berbeda dari batik Jambi biasanya. Pria kelahiran 3 Maret 1978 ini memilih menggunakan warna hitam, putih, abu-abu, dan biru. Beberapa bahan tambahan juga ia gunakan, seperti satin, linen, lame plisket,dan jaquard. Proyek “Kain Negeriku by Barli Asmara” rencananya menyosial - isasi kan kain tradisional dari lima daerah, yaitu Jambi, Lombok, Makassar, Palembang, dan Garut. Proyek ini sebagaiinkubator Barli dengan memberikan para perajin batik daerah yang berkesempatan untuk berinstalasi dan menjual produk dagang.

Sementara itu, desainer Opi Bachtiar mengangkat tema “Kozmic”, yaitu representasi akan wanita kosmopolitan yang kuat dengan napas spirit hippie. Tema tersebut terbentuk atas inspirasi rasa damai, cinta, semangat kebebasan dalam suasana hiruk-pikuk kota besar, namun pada waktu bersamaan rileks dan menakjubkan dengan gaya eklektik. Dalam koleksi kali ini, Opi memadukan tenun ulos sibolang dengan detail kerut dan serut yang tengah menjadi tren global saat ini. Koleksi Opi kali ini sangat fleksibel untuk digunakan sehari-hari, mulai dari acara semiformal hingga acara formal.

Rendra hanggara