Edisi 20-03-2017
Nelayan Makan 3 Hari Sekali


GARUT – Nelayan di Desa Pamalayan, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, hanya makan nasi sekali dalam tiga hari. Hal itu akibat perekonomian mereka tidak kunjung membaik setelah tak melaut selama setahun.

Tak melautnya mereka akibat cuaca buruk yang terus terjadi di pantai selatan Garut. Sehingga para nelayan bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan sehar-hari. “Sudah tiga bulan keluarga saya makan nasi sekali dalam tiga hari,” kata seorang nelayan, Wawan Rahwan, 46, kemarin. Menurut Wawan, dia bersama 600 nelayan lainnya di Kampung Banyuasih, Desa Pamalayan, kehilangan mata pencaharian utama karena lama tak bisa melaut. Selain faktor cuaca buruk, tangkapan ikan pun sedang sulit.

“Kalau dipaksakan melaut tentunya bisa membahayakan nyawa. Saya pernah memaksa melaut namun ikannya tak ada. Jadi saya rugi,” ujarnya. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, kini Wawan bekerja serabutan di kebun-kebun warga. Namun pekerjaan itu tak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. “Saya punya tiga anak yang masih sekolah. Namanya juga kerja serabutan, tentunya kadang ada penghasilan, kadang tidak ada.

Kalau ada yang nyuruh baru kami bisa makan nasi. Kalau tidak, ya terpaksa saya mencari makan seadanya,” ucapnya. Wawan mengaku, dia dan beberapa warga sempat datang ke desa untuk meminta bantuan. Namun upaya itu belum membuahkan hasil. “Saya hanya berharap ada bantuan sembako untuk menyambung hidup mereka selama musim paceklik seperti sekarang.

Tolonglah pemerintah bisa peduli kepada kami,” imbuhnya. Menanggapi kesulitan nelayan, Bupati Garut Rudy Gunawan berjanji akan meninjau kawasan pesisir pantai selatan Garut. Dia memahami bila nasib memprihatinkan para nelayan merupakan dampak dari cuaca buruk. “Kami mau kunjungi selatan Garut minggu depan,” kata Rudy.

Dia menambahkan, dia akan membawa bantuan beras dalam rencana kedatangannya itu. “Dengan kondisi alam sekarang ini, tidak memungkinkan untuk melaut, mungkin kami nanti akan kirim beras,” ucapnya. Menurut Rudy, persoalan yang dihadapi nelayan cukup serius. “Sebenarnya perlu adanya alih pekerjaan, namun untuk mengalihkan mata pencaharian ini sulit juga karena mereka biasanya melaut,” katanya.

Mengenai permintaan bantuan khusus untuk nelayan, Rudy menyatakan, pemerintah telah berupaya melalui program keluarga harapan (PKH) dari Kementerian Sosial. “Untuk membantu mereka itu, bisa dilakukan melalui PKH yang digulirkan Kementerian Sosial,” tukasnya.

fani ferdiansyah