Edisi 20-03-2017
Untungkan klub kaya


BANDUNG – Persib Bandung diuntungkan dengan aturan marquee player di Liga 1/2017 yang akan bergulir pada pertengahan April 2017. Maung Bandung mendapat peluang merekrut satu pemain asing lagi di luar marquee player.

Regulasi terkait pemain asing di Liga 1 diputuskan setiap klub dijatah hanya boleh memakai 2+1 atau dua pemain non Asia dan satu Asia. Namun, klub bisa menambah satu pemain asing dengan status marquee player. Versi Liga 1, seorang pemain disebut marquee player jika berusia di bawah 35 tahun. Dia merupakan pemain top dunia, yang pernah bermain di salah satu dari delapan liga top Eropa dan pernah bermain di putaran final Piala Dunia, setidaknya dalam tiga putaran terakhir Piala Dunia.

Nah, dengan demikian Persib bisa menambah satu pemain asing. Sebab saat ini Persib baru memiliki dua pemain asing yaitu Vladimir Vujovic dan Shohei Matsunaga. Adapun Michael Essien statusnya masuk dalam marquee player. “Sesuai rencana, kita akan menambah (satu pemain asing berposisi striker),” ujar pelatih Djadjang ‘Djanur’ Nurdjaman.

Disinggung sosok striker yang kini sedang diincar, dia belum bersedia membukanya. Ia hanya memberi sinyal bahwa negosiasi akan diintensifkan dengan sang pemain. “Pemainnya masih sama seperti kemarin, masih nego,” seloroh Djanur. Jika regulasi pemain asing membuat Persib cukup lega karena bisa menambah satu pemain lagi, ada hal lain yang membuatnya pusing. Yang dimaksud adalah regulasi tentang kewajiban mengontrak minimal lima pemain muda dan tiga di antaranya wajib dimainkan.

Di skuat Persib sudah ada para pemain muda, yaitu Febri Hariyadi, Gian Zola, Henhen Herdiana, Ahmad Subagja Basith, dan Angga Febrianto. Yang memusingkan Djanur, Zola dan Febri terpilih dalam skuat tim nasional Indonesia U-22. Jika keduanya harus bergabung dengan timnas dalam waktu lama, praktis dia harus memainkan pemain muda lain.

Hal itu membuatnya mendadak akan menambah pemain muda dalam timnya. Rencananya, akan ada beberapa pemain muda dari Diklat Persib yang dipromosikan ke tim senior. Mereka akan jadi bagian Persib untuk mengarungi Liga 1. Tapi belum dipastikan siapa saja pemain muda yang akan direkrut tersebut. Djanur akan lebih dulu meminta rekomendasi dari Budiman yang merupakan pelatih Diklat Persib. “Prioritasnya ke situ (merekrut pemain dari Diklat Persib).

Nanti saya akan komunikasi dengan Budiman,” ucap Djanur. Kedatangan Essien ke Indonesia seolah menjadi pemantik bagi klub lain untuk mendatangkan marquee player. Madura United dikabarkan sudah 99% mendapatkan tandatangan pemain yang pernah memerkuat klub Liga Primer Inggris Stoke City Peter Osaze Odemiwingie. Katanya, Odemwingie akan menjalani tes medis 30 Maret mendatang. “Odemwingie akan bergabung di MU pada 31 Maret di Sleman.

Kemungkinan kami akan menurunkannya saat kami beruji coba dengan PSS Sleman,” kata Haruna Sumitro, Manajer Madura United. Rival utama Persib, Arema Malang pun kabarnya kebanjiran pemain marquee player. Namun Manajemen Arema memilih tidak ingin latah mengikuti Persib atau Madura United. “Kami akan sangat berhati-hati dan penuh pertimbangan soal itu (marquee player).

Arema sebenarnya sudah mendapat tawaran marquee player, tetapi kami tidak langsung merekrutnya. Arema tidak mau latah dan benar-benar fokus pada kebutuhan tim,” kata General Manager Arema Ruddy Widodo. Keputusan PSSI soal marquee player yang dibilang terlambat ini tidak sedikit menuai kontroversi. Banyak klub menilai aturan ini tidak adil dan hanya menguntungkan klub yang punya uang.

okezone/sindonews