Edisi 21-04-2017
Cotton Ink, Brand Lokal yang Mendunia


COTTON Ink boleh dibilang merupakan satu dari segelintir brand fashion lokal yang sukses di industri mode Tanah Air dan mancanegara.

Kesuksesan tersebut terbukti lewat dibukanya butik kedua mereka di sebuah mal Jakarta yang didominasi brand internasional. Kesuksesan tersebut, tentu tidak lepas dari peran kedua pendirinya, Ria Sarwono dan Carline Darjanto. Semuanya bermula dari mimpi keduanya untuk menciptakan sebuah brand ready to wear lokal yang terdepan, tidak hanya di negeri sendiri tapi juga kancah internasional. Dalam perjalanannya, Ria dan Carline saling bersinergi membawa Cotton Ink sebagai brand lokal yang pantas mendapat tempat di hati para pencinta fashion. Ria mengatur strategi pemasaran sebagai brand & marketing director.

Sementara urusan desain mendesain berada di tangan Carline sebagai creative director. Hubungan mereka berdua bukan sebagai mitra bisnis semata. Lebih dari itu, keduanya adalah sahabat lama yang samasama menjalin pertemanan sejak duduk di bangku SMP. Sebagai sahabat sekaligus rekan bisnis, Ria dan Carline saling memberikan motivasi. Bahkan, di mata Ria, Carline adalah sosok yang sangat menginspirasinya. “Kalau ditanya siapa orang yang paling menginspirasiku, ya salah satunya Carline,” ujar Ria. Ia menyebut sang sahabat sebagai wanita yang visioner karena pada saat bisnis berbasis online shop belum begitu marak, ia sudah menjamahnya.

“Delapan tahun lalu untuk seumur kita, menurut saya, belum banyak yang terpikirkan untuk bisnis online, tapi Carline dan sahabatnya sudah memulainya,” kata wanita kelahiran 1987 itu. Karena itu, kerja kerasnya membuahkan hasil dengan dinobatkan sebagai satu dari 30 tokoh muda di bawah usia 30 tahun versi Forbes Asia. Namanya masuk dalam kategori Retail & E-Commerce bersama sejumlah pebisnis muda lainnya dari seantero Asia. Dari Indonesia juga muncul nama desainer Peggy Hartanto dan musisi Mesty Ariotedjo di kategori lain.

“Aku sangat happy banget melihat keberhasilan sahabatku sendiri masuk daftar Forbes itu. Carline memang pantas mendapatkannya,” ucap Ria. Meski bersahabat, Ria tidak memungkiri pernah bersilang pendapat dengan Carline dalam hal bisnis. “Perdebatan pasti ada, apalagi di awal-awal Cotton Ink. Tapi seiring bertambahnya usia, kami semakin dewasa dan mengesampingkan ego dan emosi. Semua itu demi kebaikan Cotton Ink,” kata Ria. Selain itu, mereka selalu berusaha untuk fokus. Diakui Ria, kesulitan fokus adalah “penyakit” utama mereka sebagai wanita yang sama-sama berzodiak gemini.

“Gemini itu dikenalnya gampang terganggu, jadi kami sebisa mungkin harus selalu fokus saat bekerja,” katanya. Cotton Ink pun tumbuh menjadi pemain yang patut disegani di ranah Tanah Air dan juga pasar Asia. Hal ini terbukti dari berbagai penghargaan yang mereka raih, di antaranya Most Favorite Brand di Brightspot Market, Most Innovative Brand di Cleo Fashion Awards 2010, serta Best Local Brand 2010 dan 2012 dan Free Magazine.

Aprilia s andyna