Edisi 11-01-2017
RI Dorong Pembentukan AHS


YOGYAKARTA– Pemerintah Indonesia tengah mendorong agar makin banyak Academic Health System (AHS) terbentuk.

Keberadaan AHS sendiri bertujuan me - ning katkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia, utamanya di daerah-daerah. “Menurut perkiraan pemerintah, setidaknya Indonesia memiliki tujuh AHS yang tersebar di seluruh wilayah Indo ne - sia. Namun yang ada saat ini ba - ru tiga. Untuk itu, Fakultas Ke - dokteran UGM turut serta men dorong agar mun cul AHS lainnya di In do nesia,” ujar Ke - tua Tim Pe ngem bang AHS UGM Prof dr Bu di Mulyono SpPK(K) MM, ke marin. Kepada wartawan di kampus setempat, Budi meng ung - kapkan, AHS merupakan inovasi dalam mengintegrasikan pen didikan, penelitian, dan pela yanan kesehatan.

Inovasi ter sebut sebenarnya bukan hal ba ru di dunia, bahkan telah terbukti mampu meningkatkan pe layanan kesehatan bagi ma - syarakat di negara lain. Di In - do ne sia sendiri baru ada tiga AHS yakni AHS Universitas Hasa nud din Makassar, Uni - ver si tas Indonesia dan UGM. “AHS mulanya dibentuk un tuk mewujudkan integrasi an tara penyelenggara pendi - dikan kesehatan dengan ru - mah sakit pendidikan jejaring - nya, serta stakeholder terkait dalam rangka mewujudkan pe - layanan prima pada ma - syarakat. AHS UGM sendiri te - lah menja lan kan AHS sejak tahun 2014 lalu,” ungkapnya.

Dijelaskan Budi, AHS UGM secara resmi telah terdaftar men - jadi anggota Association of Academic Helath Center Inter na - tional (AAHCI). AHS ini melibatkan RSUP Dr Sardjito, RSUP Dr Soeradji Tirtonegoro, RS UGM, RSUD Banyumas, dan RSPAU Hardjolukito. Tak hanya dokter, AHS UGM juga menggandeng tenaga kesehatan lainnya seperti perawat, bidan, farmasi, dokter hewan, organisasi kesehatan, serta lembaga penjaminan dan organisasi kesehatan. “Perkembangan AHS di FK UGM terus berjalan dengan ber - bagai aktivitas yang telah di la - kukan. AHS diharapkan mam pu memberikan roh akademik dengan pendidikan dan penelitian sistem pelayanan kesehatan secara terintegrasi, sehingga tercipta keseimbangan aka de mik dengan rumah sakit,” ka ta nya.

Melihat pentingnya AHS, FK UGM pun menggelar Inter - na tional Conference AHS South east ASIA Regional Meet ing 2017 pada 12-13 Ja - nuari 2017 besok. Ketua Panitia Se minar dr Endro Basuki SpBS me nga ta kan, diperlukan upaya menya ma kan persepsi terkait AHS sendiri pada penyelenggara pen didikan kesehatan mau pun lembaga pelayanan ke sehatan di Indo ne - sia. Dengan begitu di harapkan makin ba nyak pihak yang me - nyadari ke unggulan AHS.

“Tiga keuntungan utama de - ngan adanya AHS ialah pe la - yanan kesehatan bagi masyara - kat lebih bermutu, pendidikan kesehatan pun terselenggara baik serta riset-riset perbaikan kesehatan bisa dilakukan. Se - mo ga dengan makin banyak ter - ben tuknya sistem ini bisa me - ningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan dunia kesehatan Indonesia,” tandasnya.

Ratih keswara