Edisi 20-03-2017
Pasar Seni Gabusan Dijadikan Maskot Bantul


BANTUL – Pasar Seni Gabusan (PSG) yang berada di Jalan Parangtritis, Timbulharjo dinilai sangat strategis untuk menarik wisatawan dan bakal dijadikan maskot Kabupaten Bantul.

Untuk melakukan revitalisasi dan pengelolaan PSG, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul akan menggandeng investor. Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, dalam Detail Engineering Design (DED) PSG nantinya akan ada banyak perubahan karena banyak gedung yang dibuat, seperti homestay, gedung teater, taman bermain, kuliner, termasuk souvenir. Untuk membangun semua itu, diperlukan dana sekitar Rp50 miliar.

“Pembangunan fisik 2018 dan kita akan kerjasama dengan investor,” kata Abdul Halim, belum lama ini. Menurut Halim, ada sejumlah investor yang intens menjalin komunikasi, seperti Jogja Invesment Forum, dan Jogja In Corporated. Pun begitu, sebelum penataan PSG itu dilakukan, karena lahan PSG masih merupakan tanah kas Desa Timbulharjo, Pemkab Bantul menargetkan tahun ini sudah bisa melakukan pembebasan lahan. Pihaknya telah melakukan komunikasi dengan Pemdes Timbulharjo.

“Tahun ini harus bisa melakukan pembebasan supaya jadi milik Pemkab Bantul,” ungkapnya. Untuk melakukan pembebasan lahan yang digunakan PSG seluas 45.727 meter persegi tersebut, anggaran yang disiapkan sebesar Rp24 miliar berasal dari dana keistimewaan. Hanya saja, Pemkab Bantul masih memiliki kendala sulitnya lahan pengganti di Desa Timbulharjo pascapembelian tersebut. Sebab, idealnya tanah kas desa yang dijual harus diganti dengan lahan dengan spesifikasi yang sama.

Wakil Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Timbulharjo Irvan Muhammad mengatakan terkait rencana pembelian tanah itu, Pemdes Timbulharjo belum pernah mengajak komunikasi dengan BPD. Dia pun mengaku BPD belum sependapat rencana pelepasan lahan PSG itu. Karena selain merupakan aset di tepi jalur wisata, untuk mencari lahan pengganti bakal sulit. “Kami punya pengalaman menjual tanah kas desa. Sampai sekarang belum dapat gantinya, sementara nilai uang menurun terus,” katanya.

muji barnugroho